<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Aburizal Bakrie&#039;s Blog &#187; Kegemaran</title>
	<atom:link href="http://aburizalbakrie.id/category/kegemaran/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://aburizalbakrie.id</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Thu, 21 Mar 2019 06:13:40 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.6</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Olahraga dan Jiwa Sportif</title>
		<link>http://aburizalbakrie.id/2013/olahraga-dan-jiwa-sportif/</link>
		<comments>http://aburizalbakrie.id/2013/olahraga-dan-jiwa-sportif/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Jan 2013 04:23:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kegemaran]]></category>
		<category><![CDATA[Olahraga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aburizalbakrie.id/?p=498</guid>
		<description><![CDATA[Saya selalu mengawali aktivitas sehari-hari dengan berolahraga. Setiap pagi, saya selalu menyempatkannya. Jika melihat jadwal kegiatan saya sehari-hari, maka agenda pertama yang saya lakukan adalah: berolahraga.
Olahraga sudah menjadi kebiasaan dan kebutuhan saya sejak muda. Ada yang kurang rasanya bila mengawali hari tanpa olahraga. Makanya, di manapun berada, saya selalu menyempatkan berolahraga. Termasuk saat saya berpergian ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya selalu mengawali aktivitas sehari-hari dengan berolahraga. Setiap pagi, saya selalu menyempatkannya. Jika melihat jadwal kegiatan saya sehari-hari, maka agenda pertama yang saya lakukan adalah: berolahraga.</p>
<p>Olahraga sudah menjadi kebiasaan dan kebutuhan saya sejak muda. Ada yang kurang rasanya bila mengawali hari tanpa olahraga. Makanya, di manapun berada, saya selalu menyempatkan berolahraga. Termasuk saat saya berpergian ke luar kota atau luar negeri.</p>
<p>Seperti saat saya bersafari ke Lombok pekan lalu, (Rabu, 23 Januari 2012). Seperti biasa, jadwal pertama saya adalah olahraga. Namun kali ini saya tidak berolahraga di hotel seperti biasanya. Pagi itu saya memilih berolahraga bersama masyarakat di alun-alun.</p>
<p>Pagi itu, saya berolahraga bersama anak-anak sekolah yang sedang ada jam olahraga di sana, dengan melakukan senam aerobik dipandu instruktur setempat. Meski ini olahraga ringan, namun lumayan juga terasa segar di badan.</p>
<p>Seusai berolahraga, saya diberi kesempatan berbicara di hadapan anak-anak ini. Kepada mereka saya menceritakan bahwa saya sangat suka berolahraga. Waktu masih muda, setiap selesai sholat subuh saya selalu menyempatkan berlatih karate. Sampai sekarang, meski berusia kepala enam, saya masih rutin berolahraga paling sedikit dua jam setiap pagi.</p>
<p>Saya masih kuat lari keliling lapangan 15 kali, atau melakukan jalan cepat 6 km jalan cepat. Saya juga biasa bermain tenis 3 set, bersama teman-teman di klub Rasuna. Intinya, aktivitas olahraga saya gak kalah sama anak muda.</p>
<p>Hasilnya sangat terasa, tubuh menjadi sehat dan bugar. Saya juga jarang sakit, dan banyak yang bilang dibandingkan dengan teman sebaya, saya terlihat lebih muda. Dengan kebugaran ini kegiatan saya yang relatif padat juga sangat terbantu. Saya tidak cepat lelah dan selalu fit meski harus melakukan perjalanan jauh. Bahkan kolega saya di Partai Golkar Ade Komarudin, pernah mengungkapkan, dia dan kawan-kawan keteteran mengikuti kegiatan saya.</p>
<p>Mengapa saya suka sekali berolahraga? Bagi saya olahraga ini penting. Penting tidak saja bagi kesehatan raga atau tubuh kita, namun juga bagi kesehatan jiwa kita. Seperti kata yang sangat terkenal di dunia olahraga: <em>mens sana in corpore sano</em>, di dalam tubuh yang sehat, terdapat jiwa yang kuat.</p>
<p>Kaitannya dengan jiwa, olahraga bisa membentuk jiwa sportif. Orang yang biasa berolahraga akan memiliki jiwa sportif yang tinggi. Biasa berkompetisi, berjuang mencapai hasil, dan bisa menerima kemenangan atau kekalahan.</p>
<p>Saya katakan kepada anak-anak itu, jiwa sportif ini penting. Tidak hanya untuk kompetisi olahraga saja, namun juga kompetisi di bidang lain. Misalnya saat pertandingan olimpiade sains, dan kompetisi-kompetisi lainnya. Sebab, orang berjiwa sportif akan siap menang dan kalah.</p>
<p>Tidak semua orang memiliki jiwa ini. Rata-rata orang hanya siap menang, tapi tidak siap menerima kekalahan. Orang yang sportif berdaya juang tinggi dan meyakini dirinya yang terbaik, namun mampu mengakui jika orang lain ternyata lebih baik darinya dan memenangkan kompetisi.</p>
<p>Dalam berorganisasi dan berpolitik, jiwa sportif ini sangat penting. Lihat saja banyak orang yang tidak sportif dalam kompetisi baik di organisasi maupun politik. Misalnya kalah dalam pemilihan pemimpin organisasi atau partai, kemudian tak terima dan membuat organisasi tandingan atau keluar dan membuat organisasi baru. Atau dalam pilkada, calon yang kalah tidak terima dan terus menggugat, bahkan sering berujung kekerasan atau kerusuhan.</p>
<p>Orang yang suka berolahraga dan telah tumbuh jiwa sportif dalam dirinya tentu tidak akan melakukan hal seperti itu. Orang sportif akan fair, dan siap menang juga siap kalah. Jika menang, orang sportif tidak akan terlalu jumawa atau merendahkan yang kalah, atau orang Jawa menyebutnya: <em>menang tanpo ngasorake</em>.</p>
<p>Itulah manfaat olahraga yang saya petik selama ini. Semoga akan semakin banyak orang, terutama anak-anak muda yang suka berolahraga dan memiliki jiwa sportif. Dulu ada program pemerintah yang bagus: memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan masyarakat. Saya kira program bagus seperti ini perlu direvitalisasi.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aburizalbakrie.id/2013/olahraga-dan-jiwa-sportif/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Alasan Mengapa Saya Suka Lagu “My Way”</title>
		<link>http://aburizalbakrie.id/2012/alasan-mengapa-saya-suka-lagu-%e2%80%9cmy-way%e2%80%9d/</link>
		<comments>http://aburizalbakrie.id/2012/alasan-mengapa-saya-suka-lagu-%e2%80%9cmy-way%e2%80%9d/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 Jun 2012 04:41:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kegemaran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aburizalbakrie.id/?p=554</guid>
		<description><![CDATA[Jika ditanya lagu apa yang paling saya sukai jawabannya adalah: “My Way”. Banyak yang tahu saya suka lagu yang dipopulerkan oleh Frank Sinatra di tahun 60-an ini. Karena itu dalam berbagai acara saya kerap diminta menyanyikan lagu ini. Mulai dari acara perusahaan, acara di tivi, sampai acara di sekolahan, saya kerap diminta menyanyikan lagu ini. ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jika ditanya lagu apa yang paling saya sukai jawabannya adalah: “My Way”. Banyak yang tahu saya suka lagu yang dipopulerkan oleh Frank Sinatra di tahun 60-an ini. Karena itu dalam berbagai acara saya kerap diminta menyanyikan lagu ini. Mulai dari acara perusahaan, acara di tivi, sampai acara di sekolahan, saya kerap diminta menyanyikan lagu ini. Yang terbaru, saat bersilaturahmi dengan kader Partai Golkar di Purwakarta, Senin malam, 11 Juni 2012, saya juga diminta menyanyikannya.</p>
<p>Lagu “My Way” ini adalah lagu lama yang ditulis oleh Paul Anka yang digubah dari sebuah lagu Prancis berjudul “<em>Comme d’habitude</em>”. Paul awalnya melihat lagu itu jelek, namun dia merasa ada sesuatu yang lain di sana. Karena itu, kemudian dia membeli lagu itu dan mengubah baik struktur nada mupun liriknya. Lalu dia mempercayakan pada sahabatnya Frank Sinatra untuk menyanyikannya, meski Paul sendiri juga penyanyi.<span id="more-1718"> </span></p>
<div class="mceTemp">
<p>Di tahun 1968 Frank Sinatra merekam lagu ini. Tak lama kemudian Paul Anka sendiri juga menyanyikannya. Lagu ini kemudian meledak dan menjadi lagu legendaris. Banyak penyanyi top dunia pernah menyanyikannya. Sebut saja Elvis Presley, Pavarotti, dan penyanyi-penyanyi masa kini seperti Robbie Williams, Bon Jovi, dan sebagainya. Bahkan Bon Jovi membuat lagu “Its My Life” yang terinspirasi lagu “My Way”, seperti tercermin di liriknya: “<em>Like Frankie said; I did it my way</em>”.</div>
<p>Banyak orang menyukai lagu ini. Bukan hanya karena enak didengar, namun juga karena liriknya yang begitu kuat dan sangat menginspirasi. Untuk saya sendiri, mengapa menyukai lagu ini, bukan karena ini lagu lama di mana saya mengalami masa-masa saat lagu ini menjadi begitu populer. Tapi, lebih dari itu, saya suka lagu ini karena isinya itu “saya banget”. Lagu ini sangat mencerminkan diri saya, perjalanan hidup saya, dan sikap saya.</p>
<p>Lagu itu menggambarkan seorang pria yang telah melalui perjalanan panjang hidup dengan segala lika-likunya–pernah mencintai, menangis, tertawa, menghadapi kegagalan, mengalami kesedihan, dan mencoba melakukan semua hal dengan cara terbaik sesuai dengan keyakinan dan caranya sendiri. Buat dia, penyesalan atau kegagalan tentu ada dalam hidup, namun terlalu sedikit untuk diungkapkan. Saat menghadapi semua tantangan dan kegagalan, bukannya menyerah, dia selalu berdiri tegak menghadapinya, dengan caranya sendiri. Itu semua persis dengan apa yang saya hadapi dan lakukan selama ini. Karena itu saat mendengar atau menyanyikan lagu ini, saya seperti sedang berkaca. Karena itu saya suka sekali lagu ini.</p>
<p>Melakukan dengan cara saya sendiri atau <em>I did it my way</em>, adalah kalimat terkuat di lagu itu. Dalam hidup ini, saya pun begitu. Saya selalu melakukan semuanya dengan cara saya sendiri, bukan dengan mengikuti omongan orang lain. Saya selalu mengikuti kata hati dan keyakinan saya, dan melaksanakannya dengan cara saya sendiri, bukan cara orang. Itu sikap yang konsisten saya jalankan, baik dalam berorganisasi, berbisnis, sampai berpolitik.</p>
<p>Tentu dengan sikap seperti ini banyak rintangan, kritik, dan hujatan yang datang. Tapi itu biasa. Sudah jadi konsekuensi. Seperti yang sering saya katakan, semakin tinggi pohon, semakin kencang anginnya. Kita harus jalan terus, seperti dalam lirik lagu itu: <em>The record shows I took the blows,.and did it my way</em>.</p>
<p>Saya tidak pernah takut bersikap berbeda, meski kadang disalahpahami. Karena, seperti kata Ralph Waldo Emerson yang sering saya kutip: “<em>To be great is to be misunderstood</em>”. Bagi saya yang penting menjalankan apa yang kita anggap benar, mengungkapkan apa yang menurutnya tepat, bukan kata orang.</p>
<p>Inilah bait terakhir lagu “My Way” yang paling saya sukai:</p>
<blockquote><p>For what is a man, what has he got?</p>
<p>If not himself, then he has naught</p>
<p>To say the things he truly feels</p>
<p>And not the words of one who kneels</p>
<p>The record shows I took the blows</p>
<p>And did it my way</p>
<p>Yes, it was my way.</p></blockquote>
<p>Jadi, jika ada yang bertanya seperti apa karakter dan sikap Aburizal Bakrie? Dengar saja lagu “My Way”.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aburizalbakrie.id/2012/alasan-mengapa-saya-suka-lagu-%e2%80%9cmy-way%e2%80%9d/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>227</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Membangun Karakter dengan Karate</title>
		<link>http://aburizalbakrie.id/2012/membangun-karakter-dengan-karate/</link>
		<comments>http://aburizalbakrie.id/2012/membangun-karakter-dengan-karate/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Jan 2012 06:57:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kegemaran]]></category>
		<category><![CDATA[Olahraga]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial Budaya dan Kesra]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aburizalbakrie.id/?p=594</guid>
		<description><![CDATA[Untuk kesekian kali, saya kembali mengunjungi kampus Institut Teknologi Bandung, Jumat, 20 Januari 2012 lalu. Di kampus tempat saya kuliah itu, saya datang bukan untuk memberikan kualiah umum seperti yang saya lakukan sebelumnya, tapi untuk membuka Kejuaraan Nasional Karate “Bakrie Cup 2012”.
Pembukaan acara ini digelar di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) ITB. Acara Jumat siang itu, ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Untuk kesekian kali, saya kembali mengunjungi kampus Institut Teknologi Bandung, Jumat, 20 Januari 2012 lalu. Di kampus tempat saya kuliah itu, saya datang bukan untuk memberikan kualiah umum seperti yang saya lakukan sebelumnya, tapi untuk membuka Kejuaraan Nasional Karate “Bakrie Cup 2012”.</p>
<p>Pembukaan acara ini digelar di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) ITB. Acara Jumat siang itu, juga dihadiri Ketua Umum KONI Pusat Tono Suratman, Ketua PB FORKI Lumban Sianipar, Wakil Gubernur Jawa Barat yang juga dikenal sebagai karateka yang suka membintangi film action, Dede Yusuf.</p>
<p>Ini adalah kejuaraan karate nasional khusus untuk mahasiswa. Tercatat sebanyak 122 perguruan tinggi, dengan sekitar 553 mahasiswa mengikuti kejuaraan beladiri ini. Kejuaraan ini bernama “Bakrie Cup” karena Kelompok Usaha Bakrie (Bakrie Group) berpartisipasi di dalamnya. Ini juga merupakan rangkaian acara perayaan ulang tahun Group Bakrie ke-70, serta bentuk kepedulian Bakrie pada olahraga nasional, khususnya karate.</p>
<p>Saya sendiri tidak asing dengan olahraga karate ini. Meski selama ini saya banyak dikenal dekat dengan olahraga tenis, namun sebenarnya sejak muda saya sangat lekat dengan karate. Sayakebetulan seorang karateka pemegang ban hitam. Saya mendalami olahraga ini sejak masih “kohai” alias siswa, sampai menjadi “sempai” atau pelatih.</p>
<p>Saya masih ingat, saat masih mahasiswa dulu, saya selalu membagi waktu dengan ketat setiap harinya. Untuk belajar, ibadah, jalan-jalan, dan tak lupa olahraga karate. Dulu saya latihan karate setiap pagi. Setiap subuh saya bangun lalu sholat. Nah setelah sholat, dengan udara segar di pagi hari inilah saya latihan karate.</p>
<p>Sambil kuliah, saya terus aktif menekuni dan mengembangkan olahraga karate. Khususnya di kalangan mahasiswa, saya  merupakan salah satu perintis olahraga karate di kampus ITB. Saya bersyukur dan gembira, unit karate ITB sampai saat ini masih tetap berdiri dan masih aktif melakukan kegiatan.</p>
<p>Karena itu, saya setuju dan mendukung penuh kompetisi karate yang digelar khusus untuk mahasiswa ini. Sebab dengan kompetisi mereka akan lebih bersemangat menekuni olahraga ini. Dengan kompetisi yang akan dilaksanakan secara berkesinambungan, juga akan bisa menjadi sarana bagi para mahasiswa untuk mengukur prestasi.</p>
<p>Dari sini juga bisa dijaring bibit atlit-atlit nasional. Mahasiswa merupakan salah satu sumber bibit atlit yang layak diperhitungkan. Banyak sekali mahasiswa yang kemudian tumbuh jadi atlit berbakat dan berprestasi baik di tingkat nasional maupun dunia.</p>
<p>Di ajang SEA Games, karate juga menyumbang medali emas untuk Indonesia. Tercatat ada 10 medali emas disumbangkan cabang ini. Jika pembinaan olahraga ini terus dilakukan, maka bukan mustahil sumbangannya akan lebih banyak lagi. Pembinaan generasi muda seperti mahasiswa dan diadakan banyak turnamen itu salah satu kuncinya. Karena itu “Bakrie Cup” hadir.</p>
<p>Saya merasakan sendiri bahwa olahraga beladiri karate ini memiliki manfaat yang sangat besar, terutama untuk anak muda seperti para mahasiswa. Karate tidak saja menyehatkan badan, tapi juga membangun jiwa kompetitif dan sportifitas. Lebih dari itu, dia juga dapat menjadi sarana pembangunan karakter seseorang.</p>
<p>Dalam karate ada banyak filosofi yang bertujuan membangun karakter. Misalnya saja ada “rei” yang mengajarkan sikap saling menghormati, ada “muga” atau berkonsentrasi penuh, dan “shubaku” atau senantiasa berhati lembut. Selain itu, ada juga “tai no sen” yang mengajarkan karateka untuk selalu memiliki inisiatif, “keiko” yang mengajarkan untuk selalu rajin, dan sebagainya. Semua ini harus dilakukan untuk mencapai “do” atau jalan yang sebenarnya.</p>
<p>Dalam pencapaian “do” inilah, karakter karateka akan terbentuk dengan menjalankan berbagai ajaran tersebut. Seperti beladiri yang lainnya, dalam karate latihan jasmani dan rohani berjalan seimbang. Pembangunan karakter ini adalah hal terpenting dalam karate. Oleh karena itu tema “Karate Membangun Karakter” di kejuaraan ini sangat tepat.</p>
<p>Itu semua cocok dengan kondisi sekarang, di mana banyak kita saksikan kabar mahasiswa terlibat perkelahian dan tawuran di kampus. Coba mereka diarahkan ke olahraga beladiri ini, agresivitas mereka akan bisa diredam dan disalurkan ke hal yang positif, karakter mereka terbentuk, dan bahkan bisa berprestasi.</p>
<p>Karena sebenarnya karate ini dapat membentuk manusia Indonesia yang rendah hati, tetapi punya isi. Tangguh, teguh, dan konsisten dengan sikapnya. Karate juga membentuk jiwa kompetitif untuk meraih kemenangan. Namun di sisi lain juga menanamkan sikap sportif yang bisa menerima kekalahan. Saya akui, banyak karakter saya dalam kehidupan dan memimpin organisasi terbentuk oleh karate, terutama soal disiplin, tegas, berani, konsisten bersikap, kompetitif, dan lain sebagainya.</p>
<p>Para mahasiswa adalah generasi penerus bangsa. Merekalah yang kelak akan menjadi para pemimpin bangsa ini. Karena itu, karakter mereka harus dibentuk dengan baik. Karate akan membentuk karakter yang berani, pekerja keras, disiplin, kompetitif, sportif, namun tetap rendah hati. Ini adalah karakter yang sangat dibutuhkan untuk menjadi pemimpin.</p>
<p>Dalam kompetisi karate, menang atau kalah bukanlah tujuan utamanya, tapi pembangunan good character penting di sini. Karena itu, saya sangat berharap ajang Kejuaraan Karate Bakrie Cup 2012 yang bertema “Karate Membangun Karakter”, bisa mewujudkan hal itu.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aburizalbakrie.id/2012/membangun-karakter-dengan-karate/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>65</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
<!-- WP Super Cache is installed but broken. The path to wp-cache-phase1.php in wp-content/advanced-cache.php must be fixed! -->