<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Aburizal Bakrie&#039;s Blog &#187; Pemikiran</title>
	<atom:link href="http://aburizalbakrie.id/category/pemikiran/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://aburizalbakrie.id</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Thu, 21 Mar 2019 06:13:40 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.6</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Pak Habibie, R80, dan Bangkitnya Industri Dirgantara Indonesia</title>
		<link>http://aburizalbakrie.id/2018/pak-habibie-r80-dan-bangkitnya-industri-dirgantara-indonesia/</link>
		<comments>http://aburizalbakrie.id/2018/pak-habibie-r80-dan-bangkitnya-industri-dirgantara-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Apr 2018 07:04:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dian</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pemikiran]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial Budaya dan Kesra]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aburizalbakrie.id/?p=893</guid>
		<description><![CDATA[Setiap pergi ke Jerman, salah satu tempat yang “wajib” saya tuju adalah rumah Pak BJ Habibie. Seperti kemarin, saya yang ditemani sahabat saya Fuad Hasan Masyhur, dan Lalu Mara, kembali bertamu ke rumah senior Partai Golkar dan Presiden Indonesia ke-3 ini.
Pak Habibie menyambut kami dengan Susana yang hangat dan ceria. Saya bersyukur, Alhamdulillah. Beliau sehat ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-medium wp-image-894" title="30726735_10155751632014332_7749005408764690432_n" src="http://aburizalbakrie.id/wp-content/uploads/2018/04/30726735_10155751632014332_7749005408764690432_n-300x300.jpg" alt="30726735_10155751632014332_7749005408764690432_n" width="300" height="300" />Setiap pergi ke Jerman, salah satu tempat yang “wajib” saya tuju adalah rumah Pak BJ Habibie. Seperti kemarin, saya yang ditemani sahabat saya Fuad Hasan Masyhur, dan Lalu Mara, kembali bertamu ke rumah senior Partai Golkar dan Presiden Indonesia ke-3 ini.</p>
<p>Pak Habibie menyambut kami dengan Susana yang hangat dan ceria. Saya bersyukur, Alhamdulillah. Beliau sehat dan segar bugar.Ini menjawab kerisauan saya akibat beberapa waktu belakangan banyak broadcast yang masuk ke ponsel saya mengabarkan bahwa beliau sakit. Maka pertemuan dengan beliau hari itu menggugurkan kekhawatiran saya.<span id="more-893"></span></p>
<p>Di rumahnya di Munchen, Pak Habibe, mengatakan dirinya sehat walafiat dan mengatakan dirinya serasa terlahir kembali. Pak Habibie lalu mengajak kami makan malam di Waldwirtschaft Mawi sambil ngobrol-ngobrol.</p>
<p><img class="alignright size-medium wp-image-895" title="30716096_10155749629709332_572817808287596544_n" src="http://aburizalbakrie.id/wp-content/uploads/2018/04/30716096_10155749629709332_572817808287596544_n-225x300.jpg" alt="30716096_10155749629709332_572817808287596544_n" width="225" height="300" /></p>
<div>
Obrolan kami bukan saja soal kesehatan beliau, tapi juga kelanjutan Pesawat R80, pesawat rancangan beliau yang pendanaannya melibatkan sumbangan rakyat Indonesia (crowdfunding). Menarik sekali soal Pesawat R80 ini. Karena itu seusai berbincang dengan Pak Habibie saya langsung memposting di media sosial saya ajakan untuk mendukung R80.</p>
<p>Mengapa kita harus mendukung Pesawat R80?</p>
<p>Untuk menjawab hal itu, kita perlu melihat sebuah perusahaan dirgantara nun jauh di Brazil sana yaitu Embraer. Perusahaan dirgantara Brazil yang didukung penuh pemerintahnya ini baru mulai dikembangkan sesudah PT Dirgantara Indonesia (DI) bisa membuat kapal terbang N235 dan N250. Tapi sekarang Embraer sudah maju pesat dan bahkan jadi saingan negara-negar maju dalam membuat pesawat, bukan saja pesawat komersial, tapi juga pesawat pribadi.</p>
<p>Siapa di balik berkembangnya Embraer?</p>
<p><img class="alignleft size-medium wp-image-896" title="30743517_10155749629784332_2540816821687156736_n" src="http://aburizalbakrie.id/wp-content/uploads/2018/04/30743517_10155749629784332_2540816821687156736_n-225x300.jpg" alt="30743517_10155749629784332_2540816821687156736_n" width="225" height="300" />Ternyata mereka adalah insinyur-insinyur Indonesia yang dulu bekerja di PT DI. Seperti diketahui ribuan insinyur Indonesia kehilangan pekerjaan setelah PT DI &#8220;dimatikan&#8221; tahun 1997. Tenaga ahli Indonesia ini kemudian ditampung oleh Embraer untuk mengembangkan pesawat buatannya.</p>
<p>Tak hanya Brazil, sekarang, Malaysia tetangga kita pun, sudah mencanangkan akan menjadi pembuat pesawat termaju dan termodern. Mereka ternyata juga menggunakan insinyur-insinyur Indonesia yang sebelumnya bekerja di Embraer. Sebab saat tenaga lokal Brazil sudah bisa alih kemampuan, maka insinyur Indonesia kemudian banyak dipulangkan.</p>
<p>Kita sudah punya modal, industrinya kita lebih dahulu dari Brazil dan Malaysia. SDMnya ada, dan terbukti dipakai di Brazil dan Malaysia. Tapi yang tidak ada di kita adalah dukungan konkrit pemerintah Indonesia terhadap aerospace industry! Padahal pemerintah cukup menaruh dana 20%, serta berbagai kemudahan lain, kita akan menjadi salah satu negara aerospace industry yang termaju di dunia.<img class="alignright size-medium wp-image-897" title="30716096_10155749629709332_572817808287596544_n" src="http://aburizalbakrie.id/wp-content/uploads/2018/04/30716096_10155749629709332_572817808287596544_n1-225x300.jpg" alt="30716096_10155749629709332_572817808287596544_n" width="225" height="300" /></p>
<p>Bayangkan saja subcontractor lokalnya jumlahnya bisa ribuan. Lebih dari itu, yang terpenting, kemampuan engineering akan membuat suatu negara lebih cepat tumbuh dan berkembang. Bukankan kita ingin Indonesia menjadi negara maju?</p>
<p>Maka kita harus dukung Pak Habibie dan Pesawat R80. Saatnya pesawat buatan anak bangsa terbang di angkasa nusantara dan dunia.</p></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aburizalbakrie.id/2018/pak-habibie-r80-dan-bangkitnya-industri-dirgantara-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>502</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bertukar Gagasan di blog.aburizalbakrie.id</title>
		<link>http://aburizalbakrie.id/2010/bertukar-gagasan-di-icalbakrie-com/</link>
		<comments>http://aburizalbakrie.id/2010/bertukar-gagasan-di-icalbakrie-com/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 Jan 2010 03:02:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>masjono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aburizal Bakrie]]></category>
		<category><![CDATA[Pemikiran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aburizalbakrie.id/2010/bertukar-gagasan-di-icalbakrie-com/</guid>
		<description><![CDATA[
Usia saya sekarang 63 tahun dan baru sekarang ini saya menulis blog. Kata anak muda sekarang, saya ini termasuk generasi ‘gaptek.’ Tapi, tidak pernah ada kata terlambat, bukan?
Saya, terus terang saja, memang belum lama menggunakan twitter dan BlackBerry. Saya tertarik mengikuti perkembangan teknologi informasi dan media jejaring sosial ini karena melihat dampaknya yang begitu besar ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-369" title="foto-ical-update2-300x300" src="http://aburizalbakrie.id/wp-content/uploads/2010/01/foto-ical-update2-300x300.jpg" alt="foto-ical-update2-300x300" width="300" height="300" /></p>
<p>Usia saya sekarang 63 tahun dan baru sekarang ini saya menulis blog. Kata anak muda sekarang, saya ini termasuk generasi ‘gaptek.’ Tapi, tidak pernah ada kata terlambat, bukan?</p>
<p>Saya, terus terang saja, memang belum lama menggunakan twitter dan BlackBerry. Saya tertarik mengikuti perkembangan teknologi informasi dan media jejaring sosial ini karena melihat dampaknya yang begitu besar terhadap kehidupan kita saat ini. Jarak dan waktu seperti tak ada batasnya lagi. Dalam sekejap, saya bisa bercakap-cakap dengan orang dari segala lapisan, tua maupun muda. Melalui twitter saya (@aburizalbakrie) banyak orang yang tidak saya kenal sebelumnya, tiba-tiba muncul menyapa saya. Senang rasanya bisa bercakap-cakap seperti ini, meski di dunia maya.</p>
<p>Hanya saja, percakapan di twitter terasa amat terbatas, cuma bisa 140 karakter sekali tweet. Karena itu, supaya bisa mengobrol lebih intensif dan panjang, pada hari ini saya meluncurkan blog ini—yang atas saran dan bantuan sejumlah kawan lalu dipadukan dengan twitter, facebook, flickr, dan youtube. Semua hal di sini bisa kita diskusikan secara terbuka, termasuk untuk dikritik dan didebat.<br />
***<span id="more-358"></span></p>
<p>Blog ini saya niatkan sebagai tempat untuk mengobrol, berdikusi dan berbagi gagasan. Saya selalu meyakini bahwa gagasan merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Gagasan adalah buah pikiran untuk masa depan, karena di dalamnya selalu terkandung suatu desain yang memiliki tujuan yang jelas.</p>
<p>Terkhusus, saya ingin mengajak Anda untuk mendiskusikan berbagai hal tentang apa yang sebut sebagai ‘pembangunan manusia.’ Perlu digarisbawahi, pembangunan manusia bukanlah pembangunan ekonomi semata. Jika kita bicara pembangunan manusia, maka manusia bukan hanya menjadi subyek tapi juga obyek pembangunan. Manusia lah yang harus kita bangun, bukan hanya perekonomian.</p>
<p>Pandangan ini memang berbeda dengan pandangan sebagian ekonom kita. Para ekonom di kelompok ini cenderung berpendapat pembangunan adalah pembangunan ekonomi, dan dari hasil pembangunan ekonomi itu lah lalu kita membangun manusia. Jadi, buat mereka, arah investasi pertama-tama harus diarahkan pada bidang ekonomi.</p>
<p>Padahal, menurut saya, jika bicara tentang pembangunan manusia maka masalah-masalah seperti kesehatan dan pendidikan harus merupakan prioritas yang utama—bukan hanya sekadar pertumbuhan ekonomi semata.  Kalau tujuan kita adalah pembangunan manusia, maka sebagai implikasinya, alokasi anggaran pun harus kita prioritaskan ke arah sana.</p>
<p>Roda ekonomi tentu harus terus bergerak, tapi tidak harus semuanya dilakukan pemerintah. Swasta harus mengambil peran lebih besar dalam hal ini. Adapun pemerintah, menurut pandangan saya, harus memusatkan perhatian pada pembangunan manusia. Sekarang ini, menurut saya, alokasi anggaran negara untuk pembangunan manusia masih terlalu sedikit. Belum bisa kita katakan bahwa pembangunan manusia telah menjadi tujuan dari pembangunan kita.</p>
<p>Kita harus melihat kenyataan bahwa sangat jarang suatu negara mampu berkembang dan tumbuh berkelanjutan dengan hanya mengandalkan sumber daya alam yang dimilikinya.  Pengalaman banyak negara dalam menekan angka kemiskinan juga menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi—walau merupakan salah satu resep untuk mengurangi kemiskinan—tetap saja kurang efektif jika tak diimbangi kebijakan untuk mempersempit kesenjangan.</p>
<p>Itulah sebabnya saya meyakini bahwa perbaikan taraf hidup masyarakat hanya bisa dicapai dengan melakukan investasi di sektor pembangunan manusia. Karena itu, akses dan kualitas bidang pendidikan kita harus ditingkatkan. Ini harus pula sejalan dengan perbaikan akses, kualitas, dan layanan di bidang kesehatan masyarakat.</p>
<p>***<br />
Tapi, blog ini bukan hanya tempat untuk mengobrol hal-hal yang serius saja. Saya juga ingin supaya di sini kita bisa mengobrol berbagai hal ringan seperti: olah raga, tenis yang menjadi olahraga favorit saya, buku, film, maupun makanan enak di seluruh penjuru Tanah Air.</p>
<p>Saya misalnya bisa berbagi cerita soal makanan kesukaan saya: terong balado—mulai dari kelezatan sampai khasiatnya. Anda mungkin bisa berbagi cerita tentang makanan lainnya. Soal tempat makan, saya punya satu favorit, “Aroma Sulawesi.” Di lain kesempatan kita bisa ngobrol panjang soal restoran ini, mulai dari masakan sampai sejarahnya.</p>
<p>Saya juga senang sekali mengobrol tentang olah raga, khususnya tentang olahraga favorit saya: tenis. Saya berprinsip olahraga harus menjadi bagian dari pekerjaan. Buat saya, olahraga tak hanya menyehatkan badan tapi juga otak. Selain itu, olah raga akan membentuk jiwa sportif seseorang, untuk bisa menerima kemenangan, sekaligus kekalahan.</p>
<p>Akhirul kata, mari kita saling berbagi gagasan, cerita, dan pengalaman di blog ini. Dan, insya Allah, akan ada banyak manfaat dan hikmah yang bisa dipetik darinya. Seperti kata sebuah pepatah kuno, “Bercakap-cakap akan mengajari kita lebih dari bermeditasi.”</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aburizalbakrie.id/2010/bertukar-gagasan-di-icalbakrie-com/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>88</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
<!-- WP Super Cache is installed but broken. The path to wp-cache-phase1.php in wp-content/advanced-cache.php must be fixed! -->