<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Aburizal Bakrie&#039;s Blog &#187; Politik</title>
	<atom:link href="http://aburizalbakrie.id/category/politik/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://aburizalbakrie.id</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Thu, 21 Mar 2019 06:13:40 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.6</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Nu.Rul.i untuk Bandung yang Geulis dan Harmonis</title>
		<link>http://aburizalbakrie.id/2018/nu-rul-i-untuk-bandung-yang-geulis-dan-harmonis/</link>
		<comments>http://aburizalbakrie.id/2018/nu-rul-i-untuk-bandung-yang-geulis-dan-harmonis/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Apr 2018 08:08:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dian</dc:creator>
				<category><![CDATA[Politik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aburizalbakrie.id/?p=867</guid>
		<description><![CDATA[
Hari ini saya kembali berkunjung ke Bandung. Kota Kembang ini memang selalu istimewang bagi saya. Di kota ini dulu saya pernah tinggal dan menuntut ilmu. Banyak kenangan di kota ini.
Tujuan saya ke Bandung kali ini adalah Jalan Tambong No 48. Tempat itu adalah posko pemenangan pasangan Calon Walikota-Wakil Walikota Nurul Arifin &#8211; Chairul Yaqin Hidayat ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 4pt; font-family: Helvetica; font-size: 10.5pt; color: #1d2129;"><span style="color: #4b4b4b; font-family: Roboto, sans-serif; font-size: 15px; white-space: pre-wrap;"><img class="alignleft size-medium wp-image-868" title="WhatsApp Image 2018-04-02 at 13.37.50" src="http://aburizalbakrie.id/wp-content/uploads/2018/04/WhatsApp-Image-2018-04-02-at-13.37.50-300x225.jpg" alt="WhatsApp Image 2018-04-02 at 13.37.50" width="300" height="225" /></span></p>
<p>Hari ini saya kembali berkunjung ke Bandung. Kota Kembang ini memang selalu istimewang bagi saya. Di kota ini dulu saya pernah tinggal dan menuntut ilmu. Banyak kenangan di kota ini.</p>
<p>Tujuan saya ke Bandung kali ini adalah Jalan Tambong No 48. Tempat itu adalah posko pemenangan pasangan Calon Walikota-Wakil Walikota Nurul Arifin &#8211; Chairul Yaqin Hidayat (Nu.Rul.i). Saya memang datang ke Bandung untuk memberikan dukungan kepada Nu.Rul.i<span id="more-867"></span></p>
<p>Saya sangat mengenal Nurul. Meski dikenal lebih dulu sebagai artis, namun dia memiliki kompetensi. Bahkan saat saya masih Ketua Umum Partai Golkar, Nurul adalah salah satu yang saya tunjuk jadi juru bicara partai.</p>
<p>Nurul juga tamat S2 di UI bidang politik. Dia pernah duduk sebagai anggota DPR dari Partai Golkar di Komisi II yang memang khusus membidangi bidang pemerintahan. Jadi kompetansinya dan pemahamannya dalam soal pemerintahan tidak bisa dipandang sebelah mata.</p>
<p>Kota Bandung sendiri sudah dipimpin 26 walikota. Dari 26 pemimpin Bandung itu, tidak ada yang perempuan, alias kesemuanya laki-laki. Nah ini adalah kesempatan bagi Nurul. Karena saya yakin Nurul bisa mencetak sejarah sebagai walikota wanita pertama di kota Bandung.</p>
<p>Dengan “Bandung Geulis Harmonis” yang diusung Nurul-Ruli, saya yakin Bandung akan lebih baik. Nurul kuat di bidang pemerintahan, sementara Ruli berlatar belakang pengusaha. Ini perpaduan yang pas dan bagus.</p>
<p style="margin: 0in; font-family: Calibri; font-size: 11.0pt;">
<div style="display: inline; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; color: #1d2129; font-size: 14px;">
<p style="margin: 6px 0px; font-family: inherit; text-align: center;"><img class="aligncenter size-large wp-image-869" title="WhatsApp Image 2018-04-02 at 14.08.37" src="http://aburizalbakrie.id/wp-content/uploads/2018/04/WhatsApp-Image-2018-04-02-at-14.08.37-1024x682.jpg" alt="WhatsApp Image 2018-04-02 at 14.08.37" width="517" height="344" /><img class="aligncenter size-large wp-image-870" title="WhatsApp Image 2018-04-02 at 14.08.35" src="http://aburizalbakrie.id/wp-content/uploads/2018/04/WhatsApp-Image-2018-04-02-at-14.08.35-1024x682.jpg" alt="WhatsApp Image 2018-04-02 at 14.08.35" width="517" height="344" /><img class="aligncenter size-large wp-image-871" title="WhatsApp Image 2018-04-02 at 14.08.41" src="http://aburizalbakrie.id/wp-content/uploads/2018/04/WhatsApp-Image-2018-04-02-at-14.08.41-1024x682.jpg" alt="WhatsApp Image 2018-04-02 at 14.08.41" width="517" height="344" /><img class="size-large wp-image-872 alignleft" title="WhatsApp Image 2018-04-02 at 13.51.49" src="http://aburizalbakrie.id/wp-content/uploads/2018/04/WhatsApp-Image-2018-04-02-at-13.51.49-768x1024.jpg" alt="WhatsApp Image 2018-04-02 at 13.51.49" width="430" height="574" /><img class="alignleft size-large wp-image-873" title="WhatsApp Image 2018-04-02 at 13.47.57" src="http://aburizalbakrie.id/wp-content/uploads/2018/04/WhatsApp-Image-2018-04-02-at-13.47.57-768x1024.jpg" alt="WhatsApp Image 2018-04-02 at 13.47.57" width="430" height="574" /></p>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aburizalbakrie.id/2018/nu-rul-i-untuk-bandung-yang-geulis-dan-harmonis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>178</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Partai Golkar, Bersatu Kita Teguh</title>
		<link>http://aburizalbakrie.id/2015/partai-golkar-bersatu-kita-teguh/</link>
		<comments>http://aburizalbakrie.id/2015/partai-golkar-bersatu-kita-teguh/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Nov 2015 08:23:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Politik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aburizalbakrie.id/?p=414</guid>
		<description><![CDATA[Tahun ini Golkar berusia lebih setengah abad, sebuah usia yang matang dan menjadikan partai politik tertua di Indonesia. Tua dalam usia, tetapi terus muda dalam semangat dan gairah kehidupan.
Dalam sejarah Indonesia, Golkar sebagai kekuatan politik pernah mengalami periode pasang dan surut, juga periode pertentangan internal yang tajam. Namun karena kekuatan dan pengaruh Pak Harto yang ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-2288" title="ical-edit1" src="http://aburizalbakrie.id/wp-content/uploads/2015/11/ical-edit1.jpg" alt="ical-edit1" width="346" height="230" />Tahun ini Golkar berusia lebih setengah abad, sebuah usia yang matang dan menjadikan partai politik tertua di Indonesia. Tua dalam usia, tetapi terus muda dalam semangat dan gairah kehidupan.</p>
<p>Dalam sejarah Indonesia, Golkar sebagai kekuatan politik pernah mengalami periode pasang dan surut, juga periode pertentangan internal yang tajam. Namun karena kekuatan dan pengaruh Pak Harto yang didukung penuh oleh TNI, konflik dan perbedaan internal Golkar tidak pernah mencuat ke permukaan.<span id="more-414"></span></p>
<p>Kondisi internal partai yang terbelah dalam setahun terakhir merupakan salah satu masa tersulit yang dihadapi Partai Golkar. Apalagi, di zaman keterbukaan sekarang ini, friksi internal Golkar menjadi objek pemberitaan yang menarik, dan mungkin telah menjadi alat tarik-menarik dari kekuatan politik di luar Golkar.</p>
<p>Patut disyukuri, setelah prahara yang cukup panjang dan meletihkan, mulai terlihat cahaya penyelesaian dan sebuah solusi permanen. Untuk menyongsong pilkada serentak dan mendukung kader-kader Golkar di berbagai daerah, Kubu Munas Bali dan Kubu Munas Ancol sepakat untuk bekerja sama dan melupakan perbedaan yang ada. Alhamdulliah, kerja sama ini berjalan lancar, dan kader-kader Golkar akan merebut sukses pilkada di banyak daerah.</p>
<p>Selain itu, proses hukum juga sudah mendekati keputusan akhir yang mengikat. Yang membanggakan, dalam situasi konflik setajam apa pun, kita sepakat untuk menjunjung tinggi proses hukum.</p>
<p>Itulah cermin kematangan dan kedewasaan berpolitik. Bahwa setelah ketukan palu terakhir nanti, setelah keputusan hakim menjadi paripurna, tidak akan ada lagi kalah dan menang. Kedua kubu akan saling mengulurkan tangan. Pihak yang kalah akan memberi selamat; pihak yang menang akan merangkul dan membesarkan hati. Semuanya akan kembali lagi dalam semangat persahabatan yang akrab di bawah naungan pohon beringin yang teduh.</p>
<p>Kita akan berjalan bersama, menatap ke depan tanpa dendam dan kegetiran. Tugas besar sudah menunggu. Kita akan membesarkan serta mempersiapkan kembalinya kejayaan Partai Golkar yang kita cintai ini. Kader-kader partai harus siap berdamai dan bersatu kembali, bekerja keras dan merebut kembali kejayaan Partai Golkar.</p>
<p>Setengah abad silam, Golkar lahir dengan semangat untuk menjadi alternatif baru, menyusun trace baru, mengatasi konflik ideologi yang saat itu membawa Indonesia ke jalan buntu, kemiskinan massal, dan bahaya disintegrasi. Golkar menawarkan karya dan kerja nyata, bukan retorika ideologis yang kaku dan membeku dalam zaman lalu.</p>
<p>Golkar lahir dengan tekad menjaga semangat toleransi dan pluralisme Indonesia, meningkatkan kesejahteraan buat semua, lewat pembangunan ekonomi dan stabilitas politik yang kokoh.</p>
<p>Saat ini, zaman memang telah berubah. Tetapi, semangat dan cita-cita dasar kelahiran Golkar justru semakin relevan. Tantangan terbesar kita sekarang adalah menerjemahkan semangat tersebut dalam masyarakat yang terus berubah, dalam konteks baru yang semakin modern dan semakin demokratis.</p>
<p>Bersama kekuatan-kekuatan politik lainnya, Golkar bertekad membawa Indonesia menjadi sebuah bangsa yang lebih optimistis dalam menatap masa depan. Karena itulah, Partai Golkar menghimbau kepada semua elemen bangsa agar terus menerus memperbaharui tekad dalam melangkah bersama mencapai kemajuan Indonesia. Perbedaan dan konflik akan terus ada. Demikian pula kepentingan kelompok yang beragam.</p>
<p>Namun ada kalanya, kepentingan yang partikular harus di tempatkan untuk menjunjung kepentingan yang lebih besar. Manakala pertaruhannya adalah kepentingan bangsa, maka tidak boleh ada kuning, merah, biru, hijau atau warna lainnya. Yang ada hanyalah Merah Putih yang gagah dan berkibar di langit luas.</p>
<p>Dalam satu generasi, Indonesia harus mampu membuat lompatan besar. Kalau China, Singapore, Korea Selatan mampu, pasti kita juga bisa. Saya yakin, Indonesia sanggup untuk menjadi negeri yang lebih baik lagi menjadi sebuah negeri yang kuat jiwa dan raganya, menjadi sebuah negeri yang ulet serta adaptif terhadap perkembangan zaman, menjadi sebuah negeri yang terbuka tetapi tetap mempertahankan ke-Indonesia-an yang hakiki.</p>
<p>Pada kesempatan ini, perlu kita ingatkan bahwa perjalanan kita ke depan tidak akan semakin mudah. Situasi perekonomian dunia masih berjalan di tempat, sementara kondisi perekonomian domestik, dalam berbagai indikator terbaru, menunjukkan perkembangan yang mulai menuju pada lampu kuning. Saya adalah seseorang yang selalu optimis, namun sebagai mantan pengusaha, saya mulai merasakan suasana kecemasan di dunia bisnis.</p>
<p>Dalam situasi seperti ini, Indonesia harus segera merapatkan barisan. Untuk mengatasi masalah, fokus harus tajam, langkah kebijakan harus cepat dan tangkas, sambil terus mencari peluang-peluang baru untuk mendorong investasi, membuka lapangan kerja, membangun infrastruktur, dan sebagainya.</p>
<p>Di tengah situasi global yang kurang menguntungkan dan situasi ekonomi nasional yang tampaknya mengarah ke lampu kuning seperti sekarang ini, jangan menambah kesulitan dengan saling menyalahkan, saling menyudutkan, atau bermain politik demi kekuasaan itu sendiri.</p>
<p>Seluruh lembaga politik yang ada, baik eksekutif, legislatif, yudikatif, maupun lembaga-lembaga ekstra seperti lembaga swadaya masyarakat (LSM), pers, dan kelompok masyarakat sipil, harus menyadari bahwa konflik dan permainan politik sekarang harus diminimalkan. Kaum elite Indonesia jangan terlalu banyak bermain da­lam konflik, saling mendorong dan me­nyudutkan yang lain.</p>
<p>Kita harus mengembalikan ke­kuasaan dan panggung publik ke fitrahnya yang sejati, yaitu alat un­tuk mengatur kehidupan bersama yang lebih baik, lebih toleran, sekaligus lebih maju dan produktif. Kita jangan menjadi bangsa yang cerewet pada isu yang bersifat remeh temeh, namun lupa bahwa persoalan terbesar kita adalah melenyapkan ke­mis­kinan, membangun sekolah, rumah sakit modern, dan semacamnya.</p>
<p>Itulah tantangan terbesar kita sa­at ini. Kita harus berdamai de­ngan diri kita sendiri. Hanya dengan bersatu, saling membesarkan, saling menghargai, saling mem­bantu, ma­ka In­donesia dapat mengatasi saat-saat yang sulit ini serta me­lang­­kah untuk me­raih masa depan yang lebih baik lagi.</p>
<p>Di kalangan ka­um pemikir dikenal ung­kapan, to rule is easy, to govern difficult. Berkuasa me-mang mudah. Tetapi me­merintah, meng­atur, apalagi memim­pin bukanlah pekerja­an yang gampang. Di­butuhkan dedikasi, ker­­ja sama, serta ke­be­ranian untuk ber­tindak manakala di­per­­lukan.</p>
<p>Tanpa bermaksud menggurui, itulah pe­san yang ingin disampaikan Partai Golkar kepada Presiden Jokowi dan segenap anggota kabinet beliau. Pe­me­rin­tahan eksekutif ada­lah sebuah tim kerja, melangkah se­irama de­ngan loyalitas yang tegak lu­rus pada satu pimpinan, yaitu Pre­siden RI. Seluruh bangsa Indonesia berharap bahwa tim kerja ini akan meraih sukses besar dalam membangun negeri kita.</p>
<p>Sukses ini hanya bisa dicapai ji­ka terjadi kesatuan langkah, yang diiringi oleh pernyataan-pernyataan para penyelenggara negara yang se­arah, kompak, dan konstruktif. Ka­rena itulah, kami sangat mendu­kung instruksi Presiden Jokowi ke­pada anggota-anggota kabinetnya un­tuk menerapkan prinsip kerja sama dan kekompakan demikian.</p>
<p>Partai Golkar akan terus menjaga posisi sebagai mitra yang loyal. Kerja sama dengan kawan-kawan di ku­bu KMP (Koalisi Me­­rah Putih) adalah koa­­lisi dalam ke­baik­an, bukan untuk men­­­jegal atau meng­ham­bat lang­kah-lang­kah pemerintah.</p>
<p>Bersama kekuatan yang ada dalam KMP, posisi Partai Golkar terhadap pemerintah adalah posisi seorang sahabat yang berada di seberang jalan. Dan, sebagaimana sa­habat yang baik, Gol­kar akan selalu meng­ulurkan tangan, serta membesarkan hati pada hari-hari yang sulit.</p>
<p>Tetapi, seorang sa­ha­bat sejati bu­kan ha­nya memberikan pu­­jian. Nothing is more dangerous than a friend who says only the good news. ‘Tidak ada hal yang lebih berbahaya dari pada seorang te­man yang kerjanya ha­nya memuji dan me­nga­takan hal-hal yang baik saja.’ Golkar akan mengingatkan, memberi evaluasi objek­tif dan catatan kritis, serta me­nawarkan solusi alternatif mana­kala diperlukan. Golkar akan me­nyua­ra­kan hal-hal yang perlu dide­ngar­kan, be­tapapun pahitnya, bu­kan hanya hal-hal yang selalu me­nyenangkan ha­ti dan enak didengar­kan di telinga kita.</p>
<p>Itulah sahabat sejati. Terhadap pe­merintah, Golkar akan selalu ber­sikap konstruktif. Bersahabat, loyal, tetapi tetap objektif, kritis dan independen, sehingga spektrum suara rak­yat benar-benar terwakili dalam se­tiap elemennya.</p>
<p>Golkar tidak akan pernah me­minta. Golkar akan memberi, bukan me­nuntut. Golkar tidak akan pernah mencari keuntungan dari ne­ga­ra. Justru sebaliknya, Golkar akan terus berupaya memberi kontribusi, memberikan dharma bakti pada ne­ga­ra.  Itulah sikap dasar Partai Gol­­kar dalam mengarungi masa-ma­sa sulit saat ini.</p>
<p>Selanjutnya, perkenankanlah saya mengingatkan kembali sebuah ungkapan klasik yang pernah disampaikan oleh John F Ken­nedy, We do the campaign with poetry, but we govern with prose. ‘Ki­ta melakukan kampanye dengan pui­si, tetapi kita memimpin peme­rintahan dengan prosa.’</p>
<p>Sejak pertengahan tahun lalu, pe­milu yang panjang telah berakhir. Era puisi dan janji telah berlalu. Pui­si harus berganti dengan prosa, janji ha­rus disusul oleh bukti nyata. Kini, ki­ta harus bekerja keras, berkeri­ngat, bergandengan tangan, mening­kat­kan kesejahteraan rakyat dari Sa­­­bang sampai Merauke.</p>
<p>Harapan begitu besar. Kita tidak bo­leh menyia-nyiakannya. Akan ada pasang dan surut. Akan ada beribu ke­sulitan. Tetapi, kita tidak pernah boleh patah semangat. Marilah kita melangkah bersama.</p>
<p>Sebagai penutup, saya ingin me­ne­ruskan tradisi retorika di Partai Gol­kar dengan membacakan dua bu­ah pantun:</p>
<p>Pantun pertama, pesan untuk in­ternal Partai Golkar:</p>
<p>Sudah tampak cahaya perdamaian</p>
<p>Agar Golkar tegak berdiri</p>
<p>Jangan menggunting dalam lipatan</p>
<p>Jangan menohok kawan sendiri</p>
<p>Pantun kedua, pesan untuk pemerintah:</p>
<p>Sudah setahun menunggu bukti</p>
<p>Dari kampanye beribu janji</p>
<p>Rindu menanti Presiden Jokowi</p>
<p>Sukses gemilang membangun negeri</p>
<p>Maju terus Partai Golkar. Maju te­rus negeriku. Maju terus Indo­ne­sia.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aburizalbakrie.id/2015/partai-golkar-bersatu-kita-teguh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jawaban Saya atas Surat Menkumham</title>
		<link>http://aburizalbakrie.id/2015/jawaban-saya-atas-surat-menkumham/</link>
		<comments>http://aburizalbakrie.id/2015/jawaban-saya-atas-surat-menkumham/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Mar 2015 09:22:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Tulisan Lainnya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aburizalbakrie.id/?p=424</guid>
		<description><![CDATA[
surat Menkumham (atas), keputusan Mahkamah Partai (bawah)

Kami menilai keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi (Menkumham) yang memenangkan kubu Agung Laksono adalah keputusan politik. Kenapa keputusan politik? Karena secara hukum belum ada keputusan, dan gugatan kami di Pengadilan Jakarta Barat masih berproses.
Argumen Menkumham bahwa keputusannya berdasarkan keputusan Mahkamah Partai juga mengada-ada. Karena Mahkamah Partai tidak pernah ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_2258" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px;"><img class="size-medium wp-image-2258" title="surat menkumham vs mahkamah" src="http://aburizalbakrie.id/wp-content/uploads/2015/03/surat-menkumham-vs-mahkamah-300x300.jpg" alt="surat menkumham vs mahkamah" width="300" height="300" /></p>
<p class="wp-caption-text">surat Menkumham (atas), keputusan Mahkamah Partai (bawah)</p>
</div>
<p>Kami menilai keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi (Menkumham) yang memenangkan kubu Agung Laksono adalah keputusan politik. Kenapa keputusan politik? Karena secara hukum belum ada keputusan, dan gugatan kami di Pengadilan Jakarta Barat masih berproses.</p>
<p>Argumen Menkumham bahwa keputusannya berdasarkan keputusan Mahkamah Partai juga mengada-ada. Karena Mahkamah Partai tidak pernah memenangkan kubu Agung Laksono. Mahkamah Partai sendiri tidak bisa menghasilkan keputusan karena beda pendapat.<span id="more-424"></span></p>
<p>Dari empat hakim yang ada, dua hakim (Muladi dan Natabaya) cenderung ke kubu Bali, sementara dua lainnya (Djasri Marin dan Andi Mattalatta) ke kubu Ancol. Karena itu keputusan Mahkamah Partai tersebut kami anggap draw atau imbang dan akan kembali diselesaikan melalui jalur hukum di pengadilan (lihat foto).</p>
<p>Dari fakta tersebut, timbul pertanyaan; jadi keputusan Mahkamah Partai mana yang diacu Menkumham?</p>
<p>Selain itu, dari surat Menkumham juga timbul pertanyaan; kepada siapa surat Menkumham itu diajukan? Bukankah berdasarkan surat Menkumham sendiri, yang terdaftar sampai sekarang adalah DPP hasil munas Riau, jadi harusnya ditujukan ke saya sebagai ketua umum DPP Partai Golkar hasil Munas tersebut.</p>
<p>Lalu juga timbul juga pertanyaan dari surat tersebut: apakah boleh Menkumham memerintahkan partai menyusun kepengurusan?</p>
<p>Jadi sekali lagi keputusan Menkumham itu bersifat politis dan bukan hukum. Ini mencederai rasa keadilan dan demokrasi. Karena itu DPP Partai Golkar tidak akan tinggal diam dan akan segera menggugat keputusan cacat hukum itu ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). Sedangkan gugatan hukum di Pengadilan Jakarta Barat, juga akan terus berjalan.</p>
<p>Mudah-mudahan keputusan yang diambil berdasarkan pertimbangan politik tersebut bisa diluruskan oleh pengadilan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aburizalbakrie.id/2015/jawaban-saya-atas-surat-menkumham/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Siapapun Rekan Koalisi, Peran Golkar Strategis</title>
		<link>http://aburizalbakrie.id/2014/siapapun-rekan-koalisi-peran-golkar-strategis/</link>
		<comments>http://aburizalbakrie.id/2014/siapapun-rekan-koalisi-peran-golkar-strategis/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Jun 2014 09:40:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Politik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aburizalbakrie.id/?p=433</guid>
		<description><![CDATA[Wawancara dengan tvOne yang juga dimuat di VIVA.co.id
Partai Golkar pimpinan Aburizal Bakrie, akhirnya memilih untuk berkoalisi dan mendukung pencalonan Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa sebagai capres dan cawapres pada Pilpres 2014.
Pilihan Golkar diputuskan setelah serangkaian manuver politik yang dilakukan ARB, sapaan Aburizal Bakrie, ke sejumlah pimpinan partai besar, termasuk Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, maupun Gerindra.
Keputusan ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Wawancara dengan tvOne yang juga dimuat di VIVA.co.id</strong></p>
<p><img class="alignright size-medium wp-image-2231" title="252055_dukungan-untuk-prabowo-hatta_663_382" src="http://aburizalbakrie.id/wp-content/uploads/2014/06/252055_dukungan-untuk-prabowo-hatta_663_382-300x168.jpg" alt="252055_dukungan-untuk-prabowo-hatta_663_382" width="300" height="168" />Partai Golkar pimpinan Aburizal Bakrie, akhirnya memilih untuk berkoalisi dan mendukung pencalonan Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa sebagai capres dan cawapres pada Pilpres 2014.</p>
<p>Pilihan Golkar diputuskan setelah serangkaian manuver politik yang dilakukan ARB, sapaan Aburizal Bakrie, ke sejumlah pimpinan partai besar, termasuk Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, maupun Gerindra.<span id="more-433"></span></p>
<p>Keputusan Golkar untuk mendukung pasangan Prabowo-Hatta itu tak lepas dari sikap legowo ARB yang harus “lengser” dari pencalonan sebagai capres. Meskipun, wacana untuk mempertahankan pencalonan ARB sebagai capres juga sebenarnya tak berhenti begitu saja.</p>
<p>Bahkan, Partai Demokrat sempat melontarkan wacana koalisi untuk mengusung ARB-Pramono Edhie Wibowo sebagai pasangan capres dan cawapres. Lantas, apa tanggapan ARB terkait pilihan koalisi tersebut, dan seberapa strategis peran Golkar dalam persaingan Pemilihan Presiden 2014.</p>
<p>Berikut petikan wawancara Aburizal Bakrie dengan <em>tvOne</em> yang disiarkan langsung pertengahan Mei 2014 ini:</p>
<p><strong>Hasil Pemilihan Umum Legislatif menempatkan Partai Golkar di posisi kedua. Bagaimana Anda melihat kinerja ini? Terutama terkait pendapat mengenai turunnya popularitas hingga isu munculnya beberapa faksi di internal partai?</strong><strong> </strong><strong><br />
</strong><br />
Saya melihatnya ibarat dua sisi mata uang. Ada yang bilang ini karena berhasilan, ada yang bilang kegagalan. Ada yang bilang suka, ada yang bilang tidak suka. Ada yang bilang cinta, ada yang benci. Tapi, saya menganggapnya itu biasa-biasa saja.</p>
<p>Partai Golkar adalah partai yang sangat demokratis. Semua berpegang pada keputusan institusi tertinggi partai. Pendapat boleh berbeda. Seperti pada saat Rapimnas 2013, semua berlangsung <em>smooth</em>. Kemarin, saat Rapimnas VI, muncul isu akan ada tiga faksi dan sebagainya. Tapi, ternyata juga berlangsung <em>smooth</em>.</p>
<p>Rapimnas memberikan tugas, mandat, atau wewenang penuh kepada ketua umum untuk melakukan apa saja. Jika Golkar akan mengajukan capres dan cawapres, nama yang harus muncul adalah ARB. Itu keputusan yang dilakukan secara demokratis. Suara-suara bisa saja berkembang. Tapi, di Golkar tidak ada pemecatan karena adanya perbedaan pendapat.</p>
<p><strong>Apakah Anda tetap berambisi untuk menjadi orang nomor satu di pemerintahan?</strong><strong><br />
</strong><br />
Pertama, keputusan solid dan aklamasi di Rapimnas itu luar biasa.</p>
<p>Kedua, kalau mau berbuat bagi negara jangan melihat pada jabatan dan saya dapat jabatan apa. Tapi, yang harus dilihat adalah apakah secara objektif itu bisa memenuhi. Jadi, harus melihat fungsi dan objektivitasnya. Harus melihat tujuan dalam berpolitik dan bagaimana memberikan pengetahuan serta pengalaman yang kita miliki untuk menyelesaikan masalah bangsa. Tidak harus jadi presiden, itu tidak masalah. Apa yang bisa diberikan berdasarkan pengalaman yang kita punya. Jabatan yang pernah saya emban sebagai Menko Kesra dan Menko Perekonomian merupakan pengalaman yang luar biasa. Di mana pun, berbuat sesuatu untuk negara itu harus melihat bagaimana objektifnya. Tidak harus jadi pejabat. Saat itu, Pak SBY juga pernah menawari untuk jabatan Menko Kesra lagi, tapi saya menolak. Kemauan berbuat bagi bangsa dan negara itu harus berdasarkan pengetahuan dan pengalaman kita untuk memberikan sesuatu yang terbaik.<br />
<strong><br />
<strong>Apa yang melandasi Anda dan Partai Golkar untuk memilih berkoalisi dengan Prabowo Subianto?</strong></strong></p>
<p>Ada dua keputusan Rapimnas. Pertama, tetap mencalonkan saya sebagai capres atau cawapres. Tapi, realitas politik tidak bisa dilakukan. Kedua, menentukan arah koalisi dan memberikan mandat penuh. Bukan soal jabatan apa. Kalau ingin memilih antara beberapa opsi, yang penting bagi saya adalah apakah opsi itu terbaik bagi bangsa dan negara. Selanjutnya, apakah terbaik bagi partai dan diri pribadi. Itu urutannya. Itu alasan kenapa pilih berkoalisi dengan Pak Prabowo. Tidak harus jadi menteri, saya sudah cukup populer kok.</p>
<p><strong>Bagaimana Anda menyikapi kader partai yang menyeberang dan mendukung koalisi yang tidak didukung Golkar?</strong><strong><br />
</strong><br />
Seperti saya sebutkan tadi, ini ibarat dua sisi mata uang. Ada yang menyebut sebagai kegagalan, ada pula yang mengatakan sebagai keberhasilan dalam menjalankan organisasi partai. Dalam demokrasi orang boleh melakukan apa saja. Keputusan Rapimnas secara aklamasi dan demokratis adalah contoh keberhasilan.</p>
<p>Dalam Anggaran Dasar dan peraturan organisasi partai tidak ada pemecatan kader yang berbeda pendapat. Yang ada adalah mereka harus menanggalkan jabatan struktural yang melekat. Tidak jadi masalah bagi yang berbeda pendapat, karena sudah saling mengerti posisi masing-masing. Pak Luhut (Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar, Luhut Panjaitan) bisa meninggalkan jabatan. Begitu pula yang lain.</p>
<p>[Luhut memilih untuk mendukung pasangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla dalam Pilpres 2014].</p>
<p>Jadi, tidak ada pemecatan. Golkar adalah partai paling demokratis. Orang yang punya keyakinan harus kita hargai sampai berhasil. Perbedaan pendapat itu sesuatu yang demokratis. Pandangan politik tidak boleh membuat persahabatan memudar. Pak Luhut mundur dari jabatan struktural, tidak ada pemecatan.</p>
<p><strong>Sebelum memutuskan untuk berkoalisi dengan Prabowo, Anda sempat bertemu dengan Megawati. Apa yang dibicarakan dalam pertemuan itu?</strong><strong><br />
</strong><br />
Pertemuan dengan Ibu Megawati (Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri) dan Pak Prabowo sebagai mandat partai untuk memilih mana yang terbaik. Setelah saya salat istikharah dan mendengar penjelasan Ibu Megawati dan Pak Prabowo serta Pak Joko Widodo terkait misi dan visi, akhirnya saya memutuskan untuk mendukung Pak Prabowo. Saya mempertimbangkan mana kepentingan negara yang terbaik. Kepentingan negara lebih besar dari partai. Tidak ada <em>deal</em> tertentu, ini semata-mata untuk Indonesia lebih baik.</p>
<p><strong>Apakah manuver Anda ini bisa disebut Golkar panik?</strong></p>
<p>Ada yang menyebut panik, tapi ada juga yang bilang hebat. Hebat ya, ARB dan Golkar bisa manuver ke mana-mana. Bisa diterima di mana saja.</p>
<p><strong>Apakah ada pembicaraan terkait “mahar”?</strong></p>
<p>Soal mahar tidak ada. Tidak pernah ada pembicaraan soal itu. Baik dengan Pak Prabowo maupun Ibu Megawati.</p>
<p><strong>Bagaimana Anda melihat pencalonan Jusuf Kalla sebagai cawapres?</strong></p>
<p>Pak Jusuf Kalla kawan baik saya. Saat saya menjabat ketua umum Kadin, Pak JK adalah ketua Kadin Sulawesi Selatan. Lalu, saat menjabat Wakil Presiden, beliau meminta saya masuk kabinet. Tapi, saya menolak. Saat itu, setelah buka puasa, kami berbicara lagi dan baru saya menerima. Jadi, tidak ada alasan menolak Pak JK. Kami mempertimbangkan untuk Indonesia lebih baik. Ketika kepentingan bangsa dipertaruhkan, itu lebih penting dari partai dan pribadi.<br />
<strong><br />
<strong>Anda pernah diusulkan untuk berpasangan dengan kader PPP dan Demokrat? Pendapat Anda?</strong></strong></p>
<p>Dengan Pak Lukman Hakim Syaifudin itu atas iniasitif Pak Suharso (Suharso Monoarfa, mantan Menteri Perumahan Rakyat) dan Pak Emron Pangkapi dari PPP. Sedangkan dengan Pak Pramono Edhie Wibowo, saya pernah bicara dengan Pak SBY sekitar setahun lalu. Saya bilang cocok dengan Pak Pramono. Selanjutnya, dalam masa pemilihan presiden ini, Golkar dan Demokrat bikin tim. Pembicaraan cukup berat dengan negosiasi selama tiga malam berturut-turut. Dengan bermacam opsi, akhirnya tim mengusung ARB-Pramono. Usulan ini selanjutnya disampaikan ke ketua partai masing-masing yang pelaksanaan Rapimnas harinya bersamaan. Jadi, wacana ini dari Demokrat.</p>
<p><strong>Bagaimana Anda melihat peran Partai Golkar dalam Pilpres 2014?</strong></p>
<p>Ke mana pun Partai Golkar berlabuh, apakah ke Pak Jokowi atau Pak Prabowo, pendukung  di atas kertas di atas 50 persen. Jika Golkar ke Jokowi, dukungan kursi di parlemen lebih dari 50 persen. Sedangkan kalau ke Prabowo juga 50 persen kursi di DPR. Jadi, Golkar memiliki peran strategis dalam menentukan arah sejarah bangsa. Selanjutnya, Golkar adalah partai dari golongan karya. Artinya, golongan yang akan melakukan karya bagi bangsa dan negara. Saya termasuk orang yang tidak percaya dalam demokrasi dan Pancasila ada kata oposisi. Yang ada adalah di dalam atau luar kabinet, atau di dalam atau luar koalisi.</p>
<p>Saya sudah bicara dengan Pak Jokowi. Meski tidak bersama dalam koalisi, tetapi saya akan mendukung presiden terpilih. Karena, itu presiden sah RI. Dalam sistem presidensial yang tidak jelas sekarang, butuh dukungan lebih 50 persen di parlemen. Jadi, sulit bagi presiden tanpa dukungan parlemen. Nantinya, jika kader Golkar diminta terlibat dalam pemerintahan karena pertimbangan profesional, mereka harus mau. Tidak bisa menolak. Dengan catatan karena pertimbangan pengetahuan, pengalaman, dan kepandaian.</p>
<p><strong>Jika diminta untuk memilih, Anda suka menjadi tipe pemimpin yang mendongak atau menunduk?</strong></p>
<p>Lurus saja. Bisa lihat ke bawah, bagaimana kesulitan orang dan ke atas dengan melihat kemajuan negara lain, sehingga akan menjadi contoh bagi kita. Artinya, <em>ojo gumunen, ojo kagetan, ojo dumeh</em>. Artinya, tidak boleh lihat langsung kagum, tidak boleh kaget ketika ada problem, dan tidak boleh mentang-mentang berkuasa. Sebaiknya lihat secara datar saja, jika masih banyak kekurangan, ambil keputusan terbaik.</p>
<p><strong>Dalam proses berkoalisi sempat muncul wacana untuk memberikan jabatan menteri utama? Tanggapan Anda?</strong><strong><br />
</strong><br />
Pak Prabowo yang menawarkan jabatan itu. Dalam nomenklatur pemerintahan, terkait susunan menteri, yang ada adalah menko dan menteri. Tidak ada perdana menteri. Kemudian, yang muncul adalah menko koordinator utama. Tugasnya, melakukan koordinasi dan membawahi menko di bidang tertentu. Menko utama menjalankan tugas di bawah arahan presiden dan wapres.</p>
<p>Di dalam teori manajemen, seseorang hanya mampu menjalankan kemampuan manajerial terhadap 9 orang lainnya. Saat ini, menteri ada berapa, sekitar 34 orang termasuk menko. Selain itu, ada panglima TNI, kepala Polri, kepala BIN, yang bertanggung jawab kepada presiden. Seorang presiden di mana pun tidak bisa mengelola sekitar 50 orang sekaligus. Jadi, perlu dibantu untuk mengelolanya. Jika presiden bertindak sebagai CEO dan <em>policy maker</em>, perlu ada COO. Jadi, ide Pak Prabowo adalah menggabungkan semua kekuatan untuk problem yang begitu besar saat ini. Yaitu, kekuatan hankam, ekonomi, kesra, dan administrasi.</p>
<p><strong>Bicara soal Piala Dunia, tim mana jagoan Anda?</strong></p>
<p>Saya pegang Spanyol. Lagi bagus mainnya.</p>
<p><strong>Tahun 2015, apakah Anda masih berminat jadi ketua umum Golkar?</strong></p>
<p>Tidak. Cukuplah. Biar yang lebih muda yang memimpin.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aburizalbakrie.id/2014/siapapun-rekan-koalisi-peran-golkar-strategis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sahabat ARB, Sahabat Rakyat</title>
		<link>http://aburizalbakrie.id/2014/sahabat-arb-sahabat-rakyat/</link>
		<comments>http://aburizalbakrie.id/2014/sahabat-arb-sahabat-rakyat/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Apr 2014 09:55:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Politik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aburizalbakrie.id/?p=442</guid>
		<description><![CDATA[Belakangan ini, selain sibuk menghadiri kampanye terbuka Partai Golkar sebagai juru kampanye nasional (jurkamnas), saya juga sibuk menghadiri acara Sahabat ARB. Acara Sahabat ARB ini biasanya digelar di sela-sela jadwal roadshow atau kampanye terbuka saya bersama Partai Golkar.
Acara yang dibuat Sahabat ARB umumnya informal dan kreatif. Misalnya mereka membuat deklarasi, dialog, dan lain sebagainya. Kadang ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-medium wp-image-2184" title="bendera" src="http://aburizalbakrie.id/wp-content/uploads/2014/04/bendera-300x225.jpg" alt="bendera" width="300" height="205" />Belakangan ini, selain sibuk menghadiri kampanye terbuka Partai Golkar sebagai juru kampanye nasional (jurkamnas), saya juga sibuk menghadiri acara Sahabat ARB. Acara Sahabat ARB ini biasanya digelar di sela-sela jadwal roadshow atau kampanye terbuka saya bersama Partai Golkar.</p>
<p>Acara yang dibuat Sahabat ARB umumnya informal dan kreatif. Misalnya mereka membuat deklarasi, dialog, dan lain sebagainya. Kadang mereka ikut mengiringi saya di jalan, menyambut kedatangan saya, atau mengantar kepergian saya di bandara. Mereka juga sering hadir di acara kampanye terbuka Partai Golkar.</p>
<p><span id="more-2183"> </span></p>
<p>Siapa Sahabat ARB ini?</p>
<p>Sahabat ARB adalah sebuah wadah bagi para relawan pendukung saya. Sahabat ARB bukan organisasi struktural Partai Golkar. Dia tidak terkait langsung dengan Partai Golkar, namun memiliki tujuan yang sama dengan Partai Golkar yaitu mendukung dan mensukseskan ARB sebagai presiden Indonesia mendatang.</p>
<p>Sahabat ARB adalah organisasi yang dibentuk oleh masyarakat sendiri. Secara mandiri dan swadaya. Mereka berasal dari individu atau komunitas yang kemudian bergabung menjadi Sahabat ARB.</p>
<p>Komunitas yang bergabung cukup beragam. Ada yang dari komunitas petani, nelayan, pengemudi taksi, dari pemuda, mahasiswa, dan lain sebagainya. Ada yang berasal dari orang Golkar ada pula yang bukan orang Golkar. Orang dari partai lain pun bisa jadi anggota jika punya tujuan yang sama.</p>
<p>Sahabat ARB ini seperti sebuah payung. Bermacam-macam komunitas dengan namanya sendiri ada di dalamnya. Meski berbeda-beda nama dan latar belakang, semua punya satu tujuan yaitu menjadi relawan yang mendukung dan memperjuangkan ARB menjadi presiden.</p>
<p>Mengapa relawan pendukung ARB ini namanya Sahabat ARB? Mengapa memakai nama sahabat, bukan pendukung, atau relawan, dan lain sebagainya?</p>
<p>Nama sahabat sengaja dipakai karena terasa lebih setara. Sahabat terasa lebih dekat dan akrab. Karena kedekatan dan keakraban itulah yang saya inginkan dari para Sahabat ARB.</p>
<p>Kita semua tahu arti seorang sahabat. Sahabat tidak sekedar teman. Sahabat rela berjuang bersama. Sahabat ada saat senang dan susah. Sahabat juga tidak hanya memberikan dukungan dan pujian, tapi ikut mengingatkan kalau kita salah.</p>
<p>Karena itu Sahabat ARB ini akan selalu mendampingi saya, membesarkan hati saya, dan membantu saya dalam menghadapi Pileg dan Pilpres 2014. Mereka akan bekerja dengan caranya masing-masing untuk memenangkan ARB. Bukan demi kuasa, tapi demi cita-cita bersama untuk mewujudkan Indonesia yang maju dan sejahtera.</p>
<p>Lebih dari itu, saya selalu berpesan agar Sahabat ARB bisa jadi pemecah masalah. Harus ikut berkontribusi memecahkan masalah bangsa. Sahabat ARB harus bisa memberikan solusi atas masalah yang dihadapi rakyat. Sahabat ARB harus jadi bagian dari solusi bukan bagian dari persoalan.</p>
<p>Tujuan saya maju sebagai capres adalah untuk menyelesaikan masalah bangsa. Karena itu Sahabat ARB yang ingin mensukseskan saya jadi presiden juga harus berbuat serupa, yaitu sebagai pemecah masalah.</p>
<p>Sahabat ARB tidak boleh ikut-ikutan orang-orang yang selama ini menjelek-jelekkan Indonesia terkait banyaknya masalah yang ada. Justru dengan banyaknya masalah, maka tugas kita adalah mencari penyelesaiannya. Seperti yang sering saya pesankan: Kalau tiba datangnya malam jangan mengeluh akan datangnya malam itu, tapi kita nyalakan pelita untuk meneranginya.</p>
<p>Sahabat ARB bersama saya harus menyibukkan diri bekerja untuk rakyat. Sahabat ARB yang berasal dari rakyat juga harus menjadi sahabat rakyat. Seperti slogan yang kerap diteriakkan: Sahabat ARB, Sahabat Rakyat.</p>
<p>Melalui tulisan ini, saya ingin mengucapkan terima kasih untuk semua relawan Sahabat ARB dari mana dan di mana pun anda berada. Terima kasih telah ikut bekerja bersama saya.</p>
<p>Jangan pernah lelah. Perjuangan masih panjang. Mari terus berjuang untuk cita-cita kita bersama: Indonesia yang maju dan sejahtera.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aburizalbakrie.id/2014/sahabat-arb-sahabat-rakyat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>“Boarding Pass” Pilpres</title>
		<link>http://aburizalbakrie.id/2014/%e2%80%9cboarding-pass%e2%80%9d-pilpres/</link>
		<comments>http://aburizalbakrie.id/2014/%e2%80%9cboarding-pass%e2%80%9d-pilpres/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 Mar 2014 09:58:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Politik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aburizalbakrie.id/?p=445</guid>
		<description><![CDATA[Tadi malam saya berkunjung ke kantor sahabat saya Chairul Tanjung di Menara Bank Mega. Saya datang bersama para pengurus Partai Golkar, antara lain Idrus Marham, Fuad Hasan Masyhur, Erwin Aksa, Tantowi Yahya, Rully Chairul Azwar, dan lain-lain. Di sana kami ngobrol dengan Chairul Tanjung dan Peter Gontha, di ruang kerja Chairul.
Kemudian di sana saya juga ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignright size-medium wp-image-2170" title="12944044553_06dc65bbdb" src="http://aburizalbakrie.id/wp-content/uploads/2014/03/12944044553_06dc65bbdb-300x199.jpg" alt="12944044553_06dc65bbdb" width="300" height="199" />Tadi malam saya berkunjung ke kantor sahabat saya Chairul Tanjung di Menara Bank Mega. Saya datang bersama para pengurus Partai Golkar, antara lain Idrus Marham, Fuad Hasan Masyhur, Erwin Aksa, Tantowi Yahya, Rully Chairul Azwar, dan lain-lain. Di sana kami ngobrol dengan Chairul Tanjung dan Peter Gontha, di ruang kerja Chairul.</p>
<p>Kemudian di sana saya juga bertemu dan berdiskusi dengan para pimpinan media yang tergabung dalam Forum Pemred. Chairul Tanjung yang memfasilitasi pertemuan ini lalu meminta saya memaparkan visi dan program saya baik dalam memimpin Partai Golkar maupun sebagai calon presiden (capres). Lalu dilanjut dengan tanya jawab atau diskusi dengan Forum Pemred.</p>
<p>Diskusinya cukup seru. Dalam diskusi itu ada pertanyaan menarik dari Pemred Suara Pembaruan dan Investor Daily Primus Dorimulu. Dia bertanya apakah saya percaya pada survei? Saya jawab bahwa saya percaya survei, tapi yang dilakukan lembaga survei yang kredibel. Saya percaya lembaga survei yang benar. Lembaga survei yang sudah lama jadi lembaga survei, bukan lembaga survei jadi-jadian.</p>
<p>Saya juga mengatakan semua survei dari lembaga survei yang kredibel menempatkan Partai Golkar di urutan teratas atau urutan pertama. Karena itu, saya tidak ragu di Pemilu Legislatif nanti Partai Golkar bisa menang dan mendapatkan kursi 30 persen.</p>
<p>Lalu anggota Forum Pemred bertanya bagaimana dengan elektabilitas saya di survei yang belum teratas seperti Partai Golkar. Saya menjawab, memang benar saya belum teratas, namun di survei capres saya selalu ada di tiga besar. Dari tiga besar itu, hanya saya yang memiliki eligibilitas tertinggi.</p>
<p>Eligibilitas ini penting karena saat berbicara mengenai Pilpres, seorang capres tidak hanya dituntut memiliki popularitas atau elektabilitas tinggi, namun juga harus memenuhi syarat pencalonan agar eligible. Jika Pilpres itu ibarat perjalanan menggunakan pesawat, saya mengibaratkan eligibilitas ini sebagai <em>boarding pass</em>.</p>
<p>Saat ini, yang memiliki <em>boarding pass </em>itu baru saya dan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Ini dilihat dari hasil survei, yang mengatakan samapai saat ini, diprediksi hanya dua partai yang mampu memenuhi syarat dan mengusung capres sendiri yaitu Partai Golkar dan PDI Perjuangan. Karena itu setiap ditanya mengenai saingan terberat saya, saya selalu mengatakan Megawati, sebab selain saya hanya dia yang sudah punya <em>boarding pass</em>.</p>
<p>Lalu bagaimana dengan yang lain? Sesuai dengan aturan dan hasil survei, mereka belum memiliki <em>boarding pass</em>. Meski popularitas atau elektabilitasnya tinggi, tapi kalau tidak memiliki eligibilitas akan susah bersaing di Pilpres. Ibaratnya, mau naik pesawat, banyak yang mendukung dia naik pesawat, namun kalau tidak memiliki <em>boarding pass</em>, maka dia tidak akan diizinkan naik oleh petugas bandara atau petugas maskapai.</p>
<p>Sementara saya dan Megawati sudah punya <em>boarding pass</em>. Saya sudah pasti memakai <em>boarding pass</em> itu, karena partai sudah menugaskan saya menjadi calon presiden. Namun Megawati belum memutuskan apakah akan berangkat menggunakan <em>boarding pass</em>nya atau menyerahkannya pada orang lain.</p>
<p>Anggota Forum Pemred juga ada yang menanyakan bagaimana jika Megawati memberikan <em>boarding pass</em>nya pada orang lain? Saat itu saya jawab dengan sedikit bercanda bahwa agak sulit juga berharap terbang dengan <em>boarding pass</em> orang lain. Karena <em>boarding pass</em> ini berlaku jika namanya sama, jika namanya beda, belum tentu diizinkan petugas atau komputer bandara.</p>
<p>Kemudian ada anggota Forum Pemred yang bertanya apakah ada strategi khusus jika yang memakai <em>boarding pass</em> Megawati sendiri atau diberikan ke orang lain, misalnya Jokowi? Saya katakan bahwa strateginya sama saja. Dalam menghadapi pemilu baik Pileg dan Pilpres, siapapun rivalnya, strateginya sama saja. Yaitu mendekati rakyat, meyakinkan rakyat, dan membantu mengatasi problem yang mereka hadapi. Jika itu berhasil dilakukan pasti bisa menang karena mendapat kepercayaan dari rakyat.</p>
<p>Itulah sebagian cuplikan diskusi saya dengan Forum Pemred yang difasilitasi oleh Chairul Tanjung. Pernyataan saya soal <em>boarding pass</em> ini bukan bermaksud untuk merendahkan calon dan partai lain, seperti yang muncul di banyak pemberitaan merespon berita seputar diskusi saya dan Forum Pemred tersebut. Saya mengatakan saat ini, berdasarkan data dari berbagai survei. Data survei sampai saat ini mengatakan demikian. Kalau nanti ternyata boarding pass jadi banyak ya bisa saja. Misalnya dari koalisi partai-partai, ya bisa saja, mungkin-mungkin saja. Tapi sekali lagi, jika melihat data survei sampai saat ini, hanya saya dan Megawati yang punya.</p>
<p>Pernyataan saya mengenai <em>boarding pass</em> ini semata juga untuk mengungkapkan apa yang selama ini luput dari perbincangan kita mengenai capres atau pilpres. Selama ini, jika berbicara mengenai hal tersebut, kita hanya terjebak pada masalah popularitas atau elektabilitas. Sementara ada hal lain yang penting namun terlewat yaitu soal eligibilitas.</p>
<p>Alhamdulillah, sekarang jika melihat hasil survei, jika dipadukan antara popularitas, elektabilitas dan eligibilitas, calon Partai Golkar-lah yang tertinggi. Semoga terus bertahan sampai pilpres nanti. Amin.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aburizalbakrie.id/2014/%e2%80%9cboarding-pass%e2%80%9d-pilpres/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>“Saingan Terberat Saya Bu Mega”</title>
		<link>http://aburizalbakrie.id/2014/%e2%80%9csaingan-terberat-saya-bu-mega%e2%80%9d/</link>
		<comments>http://aburizalbakrie.id/2014/%e2%80%9csaingan-terberat-saya-bu-mega%e2%80%9d/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 Feb 2014 10:01:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Politik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aburizalbakrie.id/?p=449</guid>
		<description><![CDATA[Wawancara dengan VIVAnews
Kurang dua bulan lagi menjelang pemungutan suara Pemilu 2014, partai-partai sudah siap siaga melakukan upaya pemenangan. Sejumlah survei mengungkap, ada dua partai yang paling moncer untuk Pemilu kali ini yakni Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dan Partai Golongan Karya (Golkar). Survei satu temukan Golkar di peringkat pertama, survei lain temukan PDIP yang nomor satu.
Ketua ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Wawancara dengan VIVAnews</strong></p>
<p><img class="alignleft size-medium wp-image-2164" title="149753_aburizal-bakrie-bertemu-38-ketua-dpd-ii-partai-golkar-se-jawa-timur_663_382" src="http://aburizalbakrie.id/wp-content/uploads/2014/02/149753_aburizal-bakrie-bertemu-38-ketua-dpd-ii-partai-golkar-se-jawa-timur_663_382-300x172.jpg" alt="149753_aburizal-bakrie-bertemu-38-ketua-dpd-ii-partai-golkar-se-jawa-timur_663_382" width="300" height="172" />Kurang dua bulan lagi menjelang pemungutan suara Pemilu 2014, partai-partai sudah siap siaga melakukan upaya pemenangan. Sejumlah survei mengungkap, ada dua partai yang paling moncer untuk Pemilu kali ini yakni Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dan Partai Golongan Karya (Golkar). Survei satu temukan Golkar di peringkat pertama, survei lain temukan PDIP yang nomor satu.</p>
<p>Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie menyatakan, survei-survei ini mengindikasikan Catur Sukses yang digebernya sejak memimpin haluan partai ini menampakkan hasil. Konsolidasi berjalan kuat, kaderisasi bergulir, ide-ide Golkar mendominasi dan keempat, kader-kader Golkar mengisi jabatan legislatif dan eksekutif di seluruh penjuru negeri.<span id="more-2163"></span></p>
<p>Sekarang tinggal satu &#8220;pekerjaan rumah&#8221; Golkar, bagaimana mengerek elektabilitas atau keterpilihan Aburizal Bakrie sebagai calon presiden yang diusung. Kepada VIVAnews, Aburizal Bakrie menyebutkan, soal elektabilitas memang belum menjadi pemuncak, namun soal eligibilitas atau pemenuhan syarat sebagai calon presiden, dia yang teratas.</p>
<p>Aburizal yang kini mempopulerkan akronim ARB untuk namanya itu, menceritakan elektabilitasnya juga terus meningkat. Strateginya yang rajin blusukan ke daerah-daerah menampakkan hasil yang lumayan.</p>
<p>Lalu apa yang hendak dicapai ARB jika jadi Presiden? Kepada Dian Widiyanarko dan Arief Hidayat, Januari 2014 lalu, Aburizal menceritakan sekelumit gagasannya. Berikut wawancara lengkapnya:</p>
<p><strong> Apa yang sudah Anda lakukan saat memimpin partai menghadapi Pemilu 2014 ini?<br />
</strong><br />
Yang sudah saya lakukan tentu banyak. Di Golkar, kami memiliki Catur Sukses, yaitu empat program utama sebagai ikhtiar menuju keberhasilan dan kesuksesan Partai Golkar. Disebut Catur Sukses, karena jika empat hal ini dilakukan secara konsisten dan berhasil, akan membawa Partai Golkar meraih kesuksesan.</p>
<p>Catur Sukses yang pertama adalah konsolidasi. Di sini partai terus-menerus melakukan konsolidasi organisasi mulai tingkat pusat hingga daerah. Konsolidasi dilakukan pada hubungan vertikal maupun horisontal. Golkar memiliki 10 organisasi yang bernaung di bawah payung partai. Mereka bisa diandalkan untuk memunculkan kader-kader baru di daerah.</p>
<p>Kedua, adalah kaderisasi. Partai Golkar diarahkan untuk membuat rekrutmen anggota lebih terbuka. Sistem kaderisasi yang ada saat ini diperbaiki dan disesuaikan dengan perubahan yang ada di masyarakat. Termasuk merangkul para pemilih pemula yang merupakan kalangan muda. Kaderisasi juga harus diarahkan pada peningkatan kualitas.</p>
<p>Catur Sukses ketiga adalah menciptakan kreativitas dan ketajaman ide serta pemikiran baru. Golkar harus jadi “The Party of Ideas”. Golkar menawarkan adu ide dan gagasan membangun bangsa, bukan politik yang penuh intrik dan fitnah semata. Golkar juga selalu membuat sikap politik yang jelas serta tidak sembunyi terhadap isu-isu yang berkembang di masyarakat.</p>
<p>Terakhir, Catur Sukses keempat adalah sukses Golkar dalam pemilihan umum, baik pemilu kepala daerah, pemilu legislatif, dan pemilu presiden. Partai nantinya diarahkan untuk memenangkan pemilukada sejumlah daerah dengan dukungan dari Dewan Pimpinan Pusat. Untuk hal yang terakhir ini, saya merasa gembira karena Golkar telah memenangkan lebih dari 50 persen pemilihan umum kepala daerah di seluruh Indonesia. Saya gembira karena semula Golkar menargetkan kemenangan sedikitnya 40 persen. Ternyata, target tersebut berhasil dilampaui, bahkan lebih besar.</p>
<p>Keberhasilan itu merupakan modal besar dan akan membuat Partai Golkar lebih bersemangat merebut kembali kemenangan di Pemilu 2014 nanti. Pemilukada bisa menjadi persiapan dan batu loncatan untuk memenangkan Pemilu 2014.</p>
<p>Selain itu, kami juga telah merumuskan dan mengesahkan blue print pembangunan nasional itu yang diberi nama Visi 2045: Negara Kesejahteraan. Ini adalah visi pembangunan jangka panjang yang ditawarkan Partai Golkar dengan tujuan pada tahun 2045, bertepatan dengan 100 tahun kemerdekaan Indonesia, negeri ini menjadi Negara Kesejahteraan, yang bersatu, maju, mandiri, adil, dan sejahtera.</p>
<p>Dalam Visi 2045 ini juga ada catur sukses, yaitu catur sukses pembangunan nasional yang meliputi: pertumbuhan, pemerataan, stabilitas, dan nasionalisme baru.</p>
<p>Catur Sukses Partai Golkar itu juga meliputi persiapan-persiapan, yang telah kami lakukan sejak empat tahun lalu, untuk menyambut Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden.</p>
<p>Kami juga melakukan sosialisasi terus-menerus sepanjang tahun yang kami sebut “one united campaign”, yaitu integrasi kampanye untuk Pemilu Legislatif sekaligus untuk Pemilu Presiden. Jadi, strategi sosialisasi atau kampanye Partai Golkar tidak dilakukan terpisah atau sendiri-sendiri antara Pemilu Legislatif dengan Pemilu Presiden.</p>
<p>Dalam setiap kegiatan atau momentum partai, kami menyosialisasikan Partai Golkar, para caleg, sekaligus mensosialisasikan calon presiden yang sudah ditetapkan. Itu semua akan terus dilakukan sampai Pemilu nanti. Jadi, sosialisasi atau kampanye kami tidak menunggu nanti menjelang Pemilu, tetapi sudah dilakukan jauh-jauh hari. Agar masyarakat lebih mengenal dan mengetahui program-program baik Partai Golkar maupun calon presidennya.</p>
<p><strong> Berapa target perolehan suara Golkar di Pemilu 2014?</strong></p>
<p>Golkar menargetkan meraih 30 persen suara secara nasional, atau kalau dikonversikan ke dalam jumlah kursi, yaitu 170 kursi DPR RI.</p>
<p><strong> Bagaimana mengukurnya?</strong></p>
<p>Kami punya pertimbangan rasional saat menetapkan target tersebut. Dengan 170 kursi di DPR, Golkar akan menjadi partai yang mayoritas di Parlemen. Salah satu tujuannya adalah untuk memperkuat sistem presidensial, yaitu kekuatan mayoritas Golkar di Parlemen harus menjadi penyokong utama kebijakan-kebijakan Presiden. Tentu tanpa mengabaikan fungsi pengawasan legislatif terhadap eksekutif.</p>
<p>Jadi, kalau Golkar memenangkan Pemilu Legislatif dengan perolehan sekurang-kurangnya 170 kursi DPR RI, dan capres dari Partai Golkar dipercaya rakyat, Presiden akan didukung penuh oleh mayoritas Parlemen.</p>
<p>Data terbaru dari berbagai survei tetap menunjukkan sebuah tren yang jelas,  Partai Golkar adalah partai papan atas dengan kemungkinan terbesar untuk keluar sebagai pemenang dalam Pemilu Legislatif 2014.</p>
<p>Berbagai survei tersebut juga menunjukkan bahwa pesaing terdekat kita saat ini adalah PDIP yang dipimpin oleh Ibu Megawati Soekarnoputri. Tentu saja, tren yang ada tidak bersifat linear dalam garis yang lurus. Dalam dunia politik, pasti ada pasang dan surut, serta ada pula tikungan-tikungan yang tak terduga.</p>
<p>Namun kalau diilustrasikan, Pemilu Legislatif nanti adalah bagaikan sebuah lomba lari. Data menunjukkan bahwa sekarang, dari 12 peserta lomba, hanya dua partai yang melesat cukup jauh di depan peserta lainnya dalam mendekati garis finish. Kuning dan Merah berada di depan dalam jarak yang cukup aman, disusul oleh warna-warni lainnya dalam posisi yang silih berganti.</p>
<p>Hasil akhirnya tentu masih menjadi rahasia Allah. Tapi saya yakin, padi sudah semakin menguning sampai ke pelosok-pelosok desa, dan akan panen di 2014.</p>
<p><strong> Apa pendapat Anda mengenai kinerja Komisi Pemilihan Umum dan Badan Pengawas Pemilu untuk 2014?</strong></p>
<p>Saya kira bagus, dan KPU serta Bawaslu harus terus bekerja secara independen dan adil sesuai amanat peraturan perundang-undangan. Ibarat pertandingan bola, mereka adalah wasitnya. Wasit yang baik harus menjaga agar pertandingan berlangsung, lancar dan seru.</p>
<p><strong> Apa kendala yang Anda dan partai Anda hadapi di Pemilu 2014 ini?</strong></p>
<p>Secara general sih tidak ada. Alhamdulillah, Partai Golkar siap menghadapi pemilu 2014 dan siap kembali merebut kejayaan.</p>
<p><strong> Kampanye terbuka sangat dibatasi di Pemilu 2014 ini, bagaimana Anda menyikapinya?</strong></p>
<p>Kampanye tidak harus dilakukan di tempat terbuka. Kampanye dengan pengerahan massa sudah bukan zamannya lagi. Sekarang ini ada media seperti televisi yang jangkauanya bisa lebih luas, juga ada internet dan media sosial. Ini saya sebut dengan istilah serangan udara.</p>
<p>Acara yang dihadiri sedikit orang kalau diliput dan disiarkan di media seperti televisi dan dikabarkan di media sosial maka jangkauannya bisa jadi lebih luas. Ini namanya serangan darat dibantu serangan udara.</p>
<p><strong> Menurut Anda, bagaimana peran Internet atau media online di Pemilu 2014 ini?</strong></p>
<p>Perannya tentu saja penting. Meski jangkauannya belum merata, dan relatif lebih kecil dibanding cakupan media konvensional seperti televisi, tapi jumlah penggunanya tidak bisa dibilang sedikit. Tahun 2014 diperkirakan ada sekitar 100 juta pengguna internet di Indonesia.</p>
<p>Internet dan media online, juga media sosial ini juga penting untuk mendekati segmen anak muda atau pemilih pemula. Pemilih pemula ini jumlahnya sekitar 50 juta. Untuk berkomunikasi dengan anak muda ya dengan cara mereka, yaitu melalui internet dan media sosial.</p>
<p>Selain juga dengan cara offline seperti memberikan kuliah umum dan ceramah motivasi kewirausahaan yang ternyata juga menarik minat mereka.</p>
<p><strong> Apakah Anda punya akun Twitter dan Facebook sendiri? Apakah mengoperasikan sendiri?</strong></p>
<p>Saya adalah politisi atau pimpinan parpol yang termasuk pertama kali main social media. Bahkan dulu sebelum yang lain aktif, saya sudah aktif baik di Twitter maupun Facebook. Saya mengoperasikan bersama tim. Jika ada waktu luang saya sempatkan membaca dan membalas mention atau pesan yang masuk.</p>
<p>Akun Twitter saya @aburizalbakrie dan akun Facebook page saya: facebook.com/aburizalbakriepage. Dalam berbagai survei online, social media saya termasuk yang paling populer dan sering diperbincangkan.</p>
<p>Saya juga punya blog pribadi www.blog.aburizalbakrie.id yang berisi pengalaman saya. Tampaknya belum ada tokoh parpol lainnya yang punya blog seperti punya saya. Dari sana, saya berbagi pengalaman dan menerima masukan dari masyarakat.</p>
<p>Bulan lalu, saya juga baru saja soft launching website www.ARB2014.com yang berisi semua kegiatan saya, termasuk roadshow saya ke berbagai daerah di Indonesia.</p>
<p><strong> Apa Anda siap jadi calon presiden di Pemilihan Presiden 2014?</strong></p>
<p>Tentu saja saya siap jadi calon presiden, dan sudah ditugaskan partai untuk itu. Memang jika melihat perjalanan Partai Golkar cenderung mulus menuju Pemilu 2014, perjalanan kandidat capres Partai Golkar kelihatannya lebih mengandung dinamika dan mengundang percakapan publik yang menarik, yang tentu saja saya sambut dengan jiwa yang terbuka, serta saya maknakan sebagai tantangan untuk bekerja lebih keras lagi.</p>
<p>Seperti di pidato deklarasi saya yang judulnya “Mendaki Gunung Semeru”, saya siap terus menempuh seterjal dan sesulit apapun jalannya. Sekali kukembangkan layarku, pantang surut kembali.</p>
<p>Alhamdulillah, kalau kita melihat survei, meski belum teratas, elektabilitas saya trennya naik.</p>
<p><strong> Apa persiapan Anda?</strong></p>
<p>Saya terus bekerja keras, turun ke bawah, berkeliling ke seluruh pelosok wilayah Indonesia, dari Aceh sampai Papua. Sudah lebih dari 250 kabupaten/ kota yang sudah saya singgahi dalam road show saya. Iklan saya di televisi, semua dibuat dari rekaman kegiatan road show saya, tidak ada yang dibuat di studio.</p>
<p>Saya memotivasi anak-anak muda, berdialog dengan rakyat dari berbagai kalangan. Saya juga menyiapkan visi untuk bangsa Indonesia sampai usianya ke-100 tahun yaitu Visi 2045 yang sudah saya singgung sebelumnya. Visi ini yang kita susun bersama berbagai pakar dan diuji di universitas terkemuka se-Indonesia.</p>
<p>Dengan kerja keras, saya optimistis bisa mencapai taget saya. Pemilu Presiden masih lebih 7 bulan di depan. Dalam jangka waktu ini, masih banyak hal yang bisa terjadi, apalagi dalam masyarakat Indonesia yang semakin cair secara politik. Momentum bisa datang dan pergi begitu saja, dan publik bergonta-ganti pilihan secara cepat seperti mencoba baju di pasar kaget.</p>
<p>Karena itu, sikap terbaik bagi setiap kandidat Capres adalah sikap yang positif: terus bekerja keras meraih simpati rakyat serta mendengarkan suara hati mereka.</p>
<p><strong> Semua survei menyebutkan, hanya ada maksimum dua partai yang kemungkinan bisa ajukan calon presiden sendiri, apakah partai Anda siap berkoalisi untuk ikut Pemilihan Presiden 2014?</strong></p>
<p>Memang jika kita melihat semua survei hanya ada dua partai yang diprediksi bisa mengajukan calon sendiri yaitu Partai Golkar dan PDI Perjuangan. Karena itu jika ditanya siapa saingan terberat saya, saya selalu mengatakan saingan terberat saya Bu Mega.</p>
<p>Di sinilah pentingnya kita bicara eligibilitas (pemenuhan syarat pencalonan) capres, bukan hanya soal elektabilitas saja. Elektabilitasnya tinggi tapi kalau tidak punya kendaraan ya tidak akan bisa maju atau dipilih. Kalau soal elektabilitas, mungkin saya belum nomor satu, masih tiga besar, tapi kalau elektabilitas digabung dengan eligibilitas, saya nomor satu. Ini bisa dilihat dari survei partai dan capres.</p>
<p>Soal koalisi, saya inginnya Partai Golkar bisa memenuhi syarat untuk bisa mengajukan calon sendiri. Seperti Partai Demokrat di 2009, di mana Pak SBY bebas memilih wakilnya. Namun jika tidak bisa, ya kita berkoalisi.</p>
<p><strong>Apa syarat koalisinya?</strong></p>
<p>Dalam koalisi yang penting ada persamaan visi dalam membangun bangsa ke depan.</p>
<p>Bagi saya pribadi, Pemilu Presiden bukanlah soal data dan survei. Bahkan barangkali bukan pula soal kalah dan menang. Tentu saja, sebagai kandidat Capres Partai Golkar, saya akan berupaya sekuat mungkin untuk menang.</p>
<p>Tetapi yang lebih penting dari semua itu adalah dedikasi dan pengabdian pada sebuah tujuan besar, yaitu perbaikan nasib serta peningkatan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia. (umi)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aburizalbakrie.id/2014/%e2%80%9csaingan-terberat-saya-bu-mega%e2%80%9d/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ketika Layar Sudah Terkembang</title>
		<link>http://aburizalbakrie.id/2013/ketika-layar-sudah-terkembang/</link>
		<comments>http://aburizalbakrie.id/2013/ketika-layar-sudah-terkembang/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 22 Nov 2013 03:24:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pidato]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aburizalbakrie.id/?p=463</guid>
		<description><![CDATA[Pidato Pembukaan Rapimnas ke-5 Partai Golkar. Jakarta, 22 November 2013
Assalamualaikum Wr. Wb.
 Salam sejahtera buat kita semua
Perkenankanlah saya mengajak kita semua untuk memanjatkan puji dan syukur kepada Allah SWT, karena hanya atas rahmatnya kita dapat bertemu pada hari yang berbahagia ini.
Saya juga ingin mengajak kita semua untuk bersyukur bahwa seluruh lapisan Partai Golkar di berbagai ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pidato Pembukaan Rapimnas ke-5 Partai Golkar. Jakarta, 22 November 2013</strong></p>
<p><strong><strong><img class="alignright size-medium wp-image-2094" title="photo (1)" src="http://aburizalbakrie.id/wp-content/uploads/2013/11/photo-1-300x225.jpg" alt="photo (1)" width="300" height="225" /></strong>Assalamualaikum Wr. Wb.</strong></p>
<p><strong> </strong>Salam sejahtera buat kita semua</p>
<p>Perkenankanlah saya mengajak kita semua untuk memanjatkan puji dan syukur kepada Allah SWT, karena hanya atas rahmatnya kita dapat bertemu pada hari yang berbahagia ini.</p>
<p>Saya juga ingin mengajak kita semua untuk bersyukur bahwa seluruh lapisan Partai Golkar di berbagai daerah terus menunjukkan tekad yang kuat dalam menyambut datangnya momen penting Pemilu 2014. Semoga ke depan partai kita akan terus tumbuh berkembang, bagaikan pohon beringin yang semakin rindang daunnya serta semakin dalam akarnya tertancap di Bumi Pertiwi yang kita cintai ini.<span id="more-2093"></span></p>
<p>Kepada seluruh pimpinan DPD Tingkat 1 dari berbagai provinsi yang mengikuti Rapimnas ke-5 ini, serta kepada rekan-rekan pimpinan dan pengurus DPP, ormas dan sayap yang tergabung dalam keluarga besar Partai Golkar, serta kepada panitia penyelenggara,  saya menghaturkan beribu terimakasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya.</p>
<p>Tak lupa pula, kepada sahabat-sahabat kita, pimpinan atau pengurus dari partai dan kekuatan politik lainnya yang hadir bersama kita pada pagi hari yang berbahagia ini, saya mengucapkan terimakasih dan apresiasi yang sebesar-besarnya.</p>
<p><strong>Saudara-saudara yang saya hormati</strong></p>
<p><strong>Hadirin yang saya muliakan</strong></p>
<p>Rapimnas ke-5 Partai Golkar tahun ini sifatnya agak berbeda. Dalam satu hal, Rapimnas ini adalah kelanjutan dari empat Rapimnas yang telah kita adakan setiap tahun dalam masa kepemimpinan saya. Namun di pihak lain, Rapimnas ke-5 ini adalah juga sebuah pertemuan yang merupakan <em>a kind of its own</em>, pertemuan yang sangat strategis. Bahkan boleh dikatakan ia adalah sebuah pertemuan yang merupakan puncak dari empat Rapimnas sebelumnya, sebab dengan pemikiran dan rekomendasi yang kita hasilkan dalam dua hari ini, kita akan mengantarkan Partai Golkar untuk kembali merebut kejayaan pada Pemilu 2014 yang sudah berada di depan mata.</p>
<p>Padi sudah semakin menguning.  Warnanya sudah makin matang, siap untuk dipanen empat bulan lagi. Karena itu, manfaatkanlah Rapimnas ke-5 ini sebagai sebuah momentum untuk semakin merapatkan barisan, untuk menyatukan langkah dalam irama yang semakin harmonis, serta untuk membicarakan kepentingan bersama dalam mencapai tujuan besar Partai Golkar.</p>
<p>Karena itu pula, sebelum melanjutkan pidato pembukaan ini, saya ingin bertanya langsung kepada semua kader dan pimpinan Partai Golkar yang ada dalam ruangan ini: Siapkah saudara-saudara untuk bekerjasama demi kemenangan partai kita? Siapkah saudara-saudara untuk merapatkan barisan dan merebut kembali kejayaan Partai Golkar? Siapkah saudara-saudara untuk bekerja keras? (Terimakasih)</p>
<p>Tanpa mengurangi penghargaan kita pada sahabat-sahabat dari partai lainnya,  perlu saya laporkan kepada para peserta Rapimnas bahwa data-data terbaru dari berbagai survei tetap menunjukkan sebuah <em>trend</em> yang jelas, yaitu bahwa Partai Golkar adalah partai papan atas dengan kemungkinan terbesar untuk keluar sebagai pemenang dalam Pemilu Legislatif 2014.</p>
<p>Berbagai survei tersebut juga menunjukkan bahwa pesaing terdekat kita saat ini adalah PDIP yang dipimpin oleh Ibu Megawati Soekarnoputri. Tentu saja, <em>trend</em> yang ada tidak bersifat linear dalam garis yang lurus. Dalam dunia politik, pasti ada pasang dan surut, serta ada pula tikungan-tikungan yang tak terduga.</p>
<p>Namun kalau diilustrasikan, Pemilu Legislatif nanti adalah bagaikan sebuah lomba lari. Data menunjukkan bahwa sekarang ini, dari 12 peserta lomba, hanya dua partai yang melesat cukup jauh di depan peserta lainnya dalam mendekati garis <em>finish</em>. Kuning dan Merah berada di depan dalam jarak yang cukup aman, disusul oleh warna-warni lainnya dalam posisi yang silih berganti.</p>
<p>Hasil akhirnya tentu masih menjadi rahasia Allah SWT. Sambil berdoa, marilah kita berusaha lebih giat lagi, menambah gas untuk berlari lebih kencang. Kita tunjukkan bahwa bagi Partai Golkar, kemenangan terindah adalah kemenangan yang diperoleh lewat keringat dan kerja keras.</p>
<p>Kepada PDIP yang sementara ini menjadi pesaing terdekat Partai Golkar, marilah kita tawarkan uluran tangan persaudaraan selebar mungkin. Demikian pula, kepada semua partai peserta pemilu, kita sampaikan pesan bahwa kita berlomba, tetapi kita tetap akrab dan bersahabat. Kuning, merah, atau warna lainnya: Pihak yang menang pada akhirnya haruslah seluruh rakyat Indonesia.</p>
<p>Itulah tanda pengabdian Partai Golkar kepada Tanah Air dan bangsa yang kita cintai ini. Kompetisi yang ketat, tetapi dalam suasana yang damai dan harmonis. Jika kelak Allah SWT ternyata menghendaki Partai Golkar keluar sebagai pemenang Pemilu, maka pohon beringin harus menaungi seluruh anak bangsa, menjadi tempat berteduh yang sejuk  bagi semua, tanpa memandang asal-usul partai dan golongan mereka.</p>
<p><strong>Saudara-saudara yang saya muliakan</strong></p>
<p><strong>Hadirin yang saya hormati</strong></p>
<p>Adapun mengenai Pemilu Presiden, dengan besar hati juga saya kabarkan bahwa walaupun belum sepenuhnya sempurna, namun kandidat capres Partai Golkar terus menatap ke depan dengan penuh semangat dan gairah. Dalam saat-saat seperti ini, saya selalu teringat akan sebuah ungkapan dari Sulawesi Selatan: Sudah kukembangkan layarku, pantang bagiku untuk surut kembali.</p>
<p>Jika perjalanan Partai Golkar cenderung mulus menuju Pemilu 2014, perjalanan kandidat capres Partai Golkar kelihatannya lebih mengandung dinamika dan mengundang percakapan publik yang menarik, yang tentu saja saya sambut dengan jiwa yang terbuka, serta saya maknakan sebagai tantangan untuk bekerja lebih keras lagi.</p>
<p>Sejauh ini, data dari berbagai survei memang berbeda-beda, dan agak sedikit membingungkan bagi umumnya kaum awam. Hal ini seolah membuktikan sebuah ungkapan lama, <em>the truth depends upon the eyes of the beholder</em>, kebenaran tergantung dari survei mana yang kita lihat.</p>
<p>Saya ingin mengingatkan kita semua bahwa Pemilu Presiden masih lebih 7 bulan di depan. Dalam jangka waktu ini, masih banyak hal yang bisa terjadi, apalagi dalam masyarakat Indonesia yang semakin cair secara politik. Momentum bisa datang dan pergi begitu saja, dan publik bergonta ganti pilihan secara cepat seperti mencoba baju di pasar kaget.</p>
<p>Karena itu, sikap terbaik bagi setiap kandidat Capres adalah sikap yang positif: terus bekerja keras meraih simpati rakyat serta mendengarkan suara hati mereka.</p>
<p>Bagi saya pribadi, Pemilu Presiden bukanlah soal data dan survei. Bahkan barangkali bukan pula soal kalah dan menang. Tentu saja, sebagai kandidat Capres Partai Golkar, saya akan berupaya sekuat mungkin untuk menang. Tetapi yang lebih penting dari semua itu adalah dedikasi dan pengabdian pada sebuah tujuan besar, yaitu perbaikan nasib serta peningkatan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia.</p>
<p>Saya yakin, semua kandidat Capres dari berbagai partai lainnya adalah tokoh-tokoh terhormat yang juga mencintai Indonesia. Megawati Soekarnoputri, Prabowo Subianto, Joko Widodo, Wiranto, Dahlan Iskan,  Pramono Edhi Wibowo, Mahfud MD,  dan banyak lagi lainnya. Mereka semua bukan hanya pesaing-pesaing yang tangguh, tetapi yang lebih penting lagi, mereka juga menginginkan hal yang sama, yaitu kemajuan bangsa Indonesia yang lebih membanggakan lagi.</p>
<p>Pasti akan muncul seorang pemenang dalam Pemilu Presiden. Dan siapapun pemenangnya, saya atau tokoh yang lainnya – kepada Sang Pemenang semua pihak harus mengucapkan selamat dan sukses. Kepada mereka yang kalah kita berikan simpati serta kita ucapkan bahwa, kalau nafas masih panjang, silakan mencoba lagi pada pemilu 5 tahun berikutnya.</p>
<p>Di atas segala-galanya, Pemilu Presiden bukanlah pertarungan tokoh dan aktor politik. Ia bukan pula pergesekan ego-ego besar untuk merebut kekuasaan. Bagi saya pribadi, pemilu adalah pertaruhan jutaan nasib anak-anak Indonesia, pertaruhan nasib generasi muda Indonesia untuk memperoleh pendidikan yang lebih maju, serta pertaruhan harapan 240 juta rakyat kita akan kehidupan yang lebih baik lagi di masa-masa mendatang.</p>
<p>Itulah yang paling penting. Dan itu pula yang memicu semangat saya untuk terus mengembangkan layar, berupaya siang dan malam, berkeliling ke seluruh wilayah Indonesia, mendengar dan menawarkan harapan kepada begitu banyak kalangan yang saya temui.</p>
<p>Saya tahu bahwa semua itu memang tidak mudah. Indonesia adalah bangsa besar, dengan penduduk yang begitu majemuk, dengan wilayah yang sangat luas.</p>
<p>Namun saya yakin, dengan bantuan dan dukungan saudara-saudara, upaya yang saya lakukan sejauh ini akan berujung pada manfaat dan kemenangan bagi kita semua.</p>
<p>Karena itu, sekali lagi saya akan bertanya langsung kepada saudara-saudara yang berada di ruangan ini: Siapkah saudara-saudara untuk memperjuangkan kandidat Capres Partai Golkar? Siapkah saudara-saudara untuk bekerja keras? Sanggupkah saudara-saudara untuk memperjuangkan kemajuan Indonesia? (Terimakasih).</p>
<p><strong>Saudara-saudara yang saya hormati</strong></p>
<p><strong>Hadirin yang saya muliakan</strong></p>
<p>Adalah sebuah kebanggaan bagi saya sebagai Ketua Umum Partai Golkar bahwa dalam Rapimnas ke-5 ini kita akhirnya akan meluncurkan Visi Indonesia 2045, yang berisi ide dan program kongret dalam membawa Indonesia menjadi bangsa yang maju sebelum bangsa kita berusia seratus tahun.</p>
<p>Saya bangga, sebab dengan itu semua Partai Golkar membuktikan diri sebagai <em>the party of ideas</em>, sebuah partai yang menawarkan ide dan gagasan bagi bangsa kita. Partai Golkar bukanlah sebuah partai yang mengejar kekuasaan, atau memperjuangkan kepentingan  orang per orang semata. Dalam menyambut datangnya Pemilu 2014, kita mempersembahkan konsep-konsep dan program yang nyata.</p>
<p>Itulah sebuah partai yang modern. Dengan itu semua, Partai Golkar memberikan kontribusi yang sehat dalam proses pematangan demokrasi Indonesia. Dan karena itu pula, kepada semua kader dan pimpinan partai yang telah menyelesaikan penyusunan Visi Indonesia 2045 tersebut, saya menghaturkan penghargaan dan apresiasi yang setinggi-tingginya.</p>
<p>Sebelum menutup sambutan pembukaan ini, perkenankanlah saya menegaskan  sikap Partai Golkar dalam menanggapi sebuah isu penting yang berkembang hangat akhir-akhir ini, yaitu mengenai nasionalisme Indonesia dan tindakan penyadapan dari sebuah negara tetangga, yaitu Australia. Yang disadap tidak main-main, dari Presiden RI hingga tokoh-tokoh pemerintahan kita lainnya.</p>
<p>Terhadap semua itu, pertama-tama yang harus ditegaskan adalah sebuah prinsip, yaitu bahwa Indonesia adalah sebuah negara berdaulat yang bersahabat terhadap siapa pun, apalagi terhadap negara tetangga seperti Australia.</p>
<p>Karena itu, dalam menyikapi isu ini, Indonesia harus tegas. Kalau tetap mau menjadi sahabat yang baik, Australia harus meminta maaf dan menyadari kesalahannya. Jika itu dilakukan, sebagai bangsa yang besar dan beradab, Indonesia akan membuka pinta maaf yang lebar, dan mengajak negara Kanguru tersebut untuk membangun hubungan yang lebih baik lagi, baik dalam dimensi bilateral, maupun dalam urusan multilateral.</p>
<p>Itulah esensi nasionalisme baru yang sering saya jelaskan di berbagai kesempatan. Kita bersahabat, tetapi kita sanggup bersikap tegas dengan prinsip-prinsip yang terhormat. Kita membuka diri pada dunia luar, tetapi kita harus memanfaatkan kesempatan yang ada untuk membela dan memperjuangkan kemajuan rakyat Indonesia.</p>
<p>Bung Karno pernah berkata bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang memiliki otot kawat dan tulang besi. Diterjemahkan dalam konteks abad ke-21 ini, hal itu berarti bahwa Indonesia harus kuat tetapi lentur; tegas tapi arif; ulet serta pandai melihat kemungkinan yang dapat dimanfaatkan bagi kepentingan rakyat kita.</p>
<p>Selain itu, perlu juga saya ingatkan sekali lagi bahwa ciri khas perjuangan Partai Golkar adalah perjuangan untuk menegakkan pemerintahan yang kuat namun terbuka dan bertanggung jawab, serta pemerintahan yang bersih tapi efektif dan berwibawa. Kita mendukung langkah pemerantasan korupsi yang agresif, tapi kita tidak boleh lupa bahwa yang lebih penting lagi adalah langkah pencegahan korupsi melalui pembaharuan sistem, yaitu reformasi birokrasi serta peningkatan kesejahteraan pegawai.</p>
<p>Namun di atas segalanya, Partai Golkar harus terus menyerukan, bahwa pada saat langkah-langkah semacam itu dilakukan, pemerintah harus membangun sistem perekonomian yang semakin tumbuh cepat dengan pemerataan yang betul-betul adil bagi rakyat kita.</p>
<p>Dalam hubungannya dengan semua itu, mengingat gejolak perekonomian dunia beberapa tahun terakhir, Partai Golkar mendesak pemerintah untuk segera mengambil langkah kongkret dalam pemulihan kondisi ekonomi nasional. Partai Golkar harus terus menyuarakan tuntutan demikian, sebab kondisi itulah yang betul-betul mempengaruhi nasib dan kesejahteraan rakyat Indonesia. Semboyan kita adalah “suara Golkar suara rakyat.” Kita harus betul-betul memperjuangkan nasib mereka dalam kondisi apapun.</p>
<p>Insya Allah, jika semua itu dapat menjadi pegangan kita, kemajuan Indonesia akan betul-betul terwujud di masa-masa mendatang.</p>
<p>Akhirnya, sebagai penutup, seperti yang telah menjadi tradisi menarik di Partai Golkar, saya akan mempersembahkan tiga bait pantun:</p>
<p><em>Putri Jogja jalan berjingkat</em></p>
<p><em>Matanya berkedip hatiku terbang</em></p>
<p><em>Bulat tekadku pemilu mendekat</em></p>
<p><em>Partaiku jaya partaiku menang</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>Di Kuningan kita berjumpa</em></p>
<p><em>Bendera kuning berkibar perkasa</em></p>
<p><em>Mari kawan mari saudara</em></p>
<p><em>Perjuangkan partai perjuangkan bangsa</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>Orang daerah mampir Jakarta</em></p>
<p><em>Lihat Monas amboi indahnya</em></p>
<p><em>Kalau kita sudah sekata</em></p>
<p><em>Dukung ARB tidak ada matinya</em></p>
<p>Demikianlah sambutan ini. Sekali lagi, kepada semua pihak yang telah membantu terselenggaranya Rapimnas ke-5 ini, saya menghaturkan penghargaan dan terimakasih yang sebesar-besarnya.</p>
<p>Wabillahitaufiq walhidayah</p>
<p>Wassalamualaikum Wr. Wb.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aburizalbakrie.id/2013/ketika-layar-sudah-terkembang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
<!-- WP Super Cache is installed but broken. The path to wp-cache-phase1.php in wp-content/advanced-cache.php must be fixed! -->