<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Aburizal Bakrie&#039;s Blog &#187; Sosial Budaya dan Kesra</title>
	<atom:link href="http://aburizalbakrie.id/category/sosial-budaya-dan-kesra/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://aburizalbakrie.id</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Thu, 21 Mar 2019 06:13:40 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.6</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Pak Habibie, R80, dan Bangkitnya Industri Dirgantara Indonesia</title>
		<link>http://aburizalbakrie.id/2018/pak-habibie-r80-dan-bangkitnya-industri-dirgantara-indonesia/</link>
		<comments>http://aburizalbakrie.id/2018/pak-habibie-r80-dan-bangkitnya-industri-dirgantara-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Apr 2018 07:04:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dian</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pemikiran]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial Budaya dan Kesra]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aburizalbakrie.id/?p=893</guid>
		<description><![CDATA[Setiap pergi ke Jerman, salah satu tempat yang “wajib” saya tuju adalah rumah Pak BJ Habibie. Seperti kemarin, saya yang ditemani sahabat saya Fuad Hasan Masyhur, dan Lalu Mara, kembali bertamu ke rumah senior Partai Golkar dan Presiden Indonesia ke-3 ini.
Pak Habibie menyambut kami dengan Susana yang hangat dan ceria. Saya bersyukur, Alhamdulillah. Beliau sehat ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-medium wp-image-894" title="30726735_10155751632014332_7749005408764690432_n" src="http://aburizalbakrie.id/wp-content/uploads/2018/04/30726735_10155751632014332_7749005408764690432_n-300x300.jpg" alt="30726735_10155751632014332_7749005408764690432_n" width="300" height="300" />Setiap pergi ke Jerman, salah satu tempat yang “wajib” saya tuju adalah rumah Pak BJ Habibie. Seperti kemarin, saya yang ditemani sahabat saya Fuad Hasan Masyhur, dan Lalu Mara, kembali bertamu ke rumah senior Partai Golkar dan Presiden Indonesia ke-3 ini.</p>
<p>Pak Habibie menyambut kami dengan Susana yang hangat dan ceria. Saya bersyukur, Alhamdulillah. Beliau sehat dan segar bugar.Ini menjawab kerisauan saya akibat beberapa waktu belakangan banyak broadcast yang masuk ke ponsel saya mengabarkan bahwa beliau sakit. Maka pertemuan dengan beliau hari itu menggugurkan kekhawatiran saya.<span id="more-893"></span></p>
<p>Di rumahnya di Munchen, Pak Habibe, mengatakan dirinya sehat walafiat dan mengatakan dirinya serasa terlahir kembali. Pak Habibie lalu mengajak kami makan malam di Waldwirtschaft Mawi sambil ngobrol-ngobrol.</p>
<p><img class="alignright size-medium wp-image-895" title="30716096_10155749629709332_572817808287596544_n" src="http://aburizalbakrie.id/wp-content/uploads/2018/04/30716096_10155749629709332_572817808287596544_n-225x300.jpg" alt="30716096_10155749629709332_572817808287596544_n" width="225" height="300" /></p>
<div>
Obrolan kami bukan saja soal kesehatan beliau, tapi juga kelanjutan Pesawat R80, pesawat rancangan beliau yang pendanaannya melibatkan sumbangan rakyat Indonesia (crowdfunding). Menarik sekali soal Pesawat R80 ini. Karena itu seusai berbincang dengan Pak Habibie saya langsung memposting di media sosial saya ajakan untuk mendukung R80.</p>
<p>Mengapa kita harus mendukung Pesawat R80?</p>
<p>Untuk menjawab hal itu, kita perlu melihat sebuah perusahaan dirgantara nun jauh di Brazil sana yaitu Embraer. Perusahaan dirgantara Brazil yang didukung penuh pemerintahnya ini baru mulai dikembangkan sesudah PT Dirgantara Indonesia (DI) bisa membuat kapal terbang N235 dan N250. Tapi sekarang Embraer sudah maju pesat dan bahkan jadi saingan negara-negar maju dalam membuat pesawat, bukan saja pesawat komersial, tapi juga pesawat pribadi.</p>
<p>Siapa di balik berkembangnya Embraer?</p>
<p><img class="alignleft size-medium wp-image-896" title="30743517_10155749629784332_2540816821687156736_n" src="http://aburizalbakrie.id/wp-content/uploads/2018/04/30743517_10155749629784332_2540816821687156736_n-225x300.jpg" alt="30743517_10155749629784332_2540816821687156736_n" width="225" height="300" />Ternyata mereka adalah insinyur-insinyur Indonesia yang dulu bekerja di PT DI. Seperti diketahui ribuan insinyur Indonesia kehilangan pekerjaan setelah PT DI &#8220;dimatikan&#8221; tahun 1997. Tenaga ahli Indonesia ini kemudian ditampung oleh Embraer untuk mengembangkan pesawat buatannya.</p>
<p>Tak hanya Brazil, sekarang, Malaysia tetangga kita pun, sudah mencanangkan akan menjadi pembuat pesawat termaju dan termodern. Mereka ternyata juga menggunakan insinyur-insinyur Indonesia yang sebelumnya bekerja di Embraer. Sebab saat tenaga lokal Brazil sudah bisa alih kemampuan, maka insinyur Indonesia kemudian banyak dipulangkan.</p>
<p>Kita sudah punya modal, industrinya kita lebih dahulu dari Brazil dan Malaysia. SDMnya ada, dan terbukti dipakai di Brazil dan Malaysia. Tapi yang tidak ada di kita adalah dukungan konkrit pemerintah Indonesia terhadap aerospace industry! Padahal pemerintah cukup menaruh dana 20%, serta berbagai kemudahan lain, kita akan menjadi salah satu negara aerospace industry yang termaju di dunia.<img class="alignright size-medium wp-image-897" title="30716096_10155749629709332_572817808287596544_n" src="http://aburizalbakrie.id/wp-content/uploads/2018/04/30716096_10155749629709332_572817808287596544_n1-225x300.jpg" alt="30716096_10155749629709332_572817808287596544_n" width="225" height="300" /></p>
<p>Bayangkan saja subcontractor lokalnya jumlahnya bisa ribuan. Lebih dari itu, yang terpenting, kemampuan engineering akan membuat suatu negara lebih cepat tumbuh dan berkembang. Bukankan kita ingin Indonesia menjadi negara maju?</p>
<p>Maka kita harus dukung Pak Habibie dan Pesawat R80. Saatnya pesawat buatan anak bangsa terbang di angkasa nusantara dan dunia.</p></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aburizalbakrie.id/2018/pak-habibie-r80-dan-bangkitnya-industri-dirgantara-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>501</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Membela Dokter Terawan</title>
		<link>http://aburizalbakrie.id/2018/membela-dokter-terawan/</link>
		<comments>http://aburizalbakrie.id/2018/membela-dokter-terawan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Apr 2018 09:43:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dian</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sosial Budaya dan Kesra]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aburizalbakrie.id/?p=882</guid>
		<description><![CDATA[Kemarin, saya membuat “gerakan” di media sosial untuk membela Mayjen TNI dr Terawan Agus Putranto yang dipecat Ikatan Dokter Indonesia (IDI) karena dinilai melakukan pelanggaran etik berat. Saya memakai hastag #SaveDokterTerawan pada postingan saya di akun media sosial saya untuk membelanya.
Rupanya gara-gara “garakan” saya ini, isu dipecatnya dr Terawan oleh IDI ini kemudian menjadi perhatian ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left;"><img class="alignleft size-medium wp-image-883" title="599baa7ce841f-terawan-agus-putranto_665_374" src="http://aburizalbakrie.id/wp-content/uploads/2018/04/599baa7ce841f-terawan-agus-putranto_665_374-300x168.jpg" alt="599baa7ce841f-terawan-agus-putranto_665_374" width="300" height="168" />Kemarin, saya membuat “gerakan” di media sosial untuk membela Mayjen TNI dr Terawan Agus Putranto yang dipecat Ikatan Dokter Indonesia (IDI) karena dinilai melakukan pelanggaran etik berat. Saya memakai hastag #SaveDokterTerawan pada postingan saya di akun media sosial saya untuk membelanya.</p>
<p>Rupanya gara-gara “garakan” saya ini, isu dipecatnya dr Terawan oleh IDI ini kemudian menjadi perhatian luas. Tidak hanya di media sosial melainkan juga di media mainstream. Respon atas hal itu pun beragam, banyak yang bertanya pada saya mengapa saya membela dr Terawan? Ada apa?<span id="more-882"></span></p>
<p>Maka melalui tulisan di blog ini, saya akan menjelaskan hal tersebut.</p>
<p>Kalo berbicara tentang dr Terawan, ingatan saya langsung kembali ke tahun 2012 silam. Saat itu saya sedang makan siang dengan anak saya Anindya Bakrie. Saat akan menyuapkan makan ke mulut, tiba-tiba tangan saya tidak bisa mengarah pas ke mulut. Anin sempat membantu, tapi saat saya mau menyuap sendiri tidak bisa lagi. Lalu singkat cerita, keadaan memburuk, dan saya sampai tidak sadarkan diri. Keluarga saya pun melarikan saya ke salah satu rumah sakit di Jakarta.</p>
<p>Karena keadaan makin menghawatirkan, saat itu Prof dr Djoko Rahardjo, dokter kepresidenan, yang juga masih besan adik saya, menyarankan saya dipindahkan ke RSPAD Gatot Soebroto. Kepada istri, anak, dan adik-adik saya Prof Djoko meminta izin agar dilakukan tindakan DSA kepada saya. Lalu dilakukanlah terapi yang juga dikenal sebagai “cuci otak” itu.</p>
<p>Sekitar 30 menit terapi (menurut kesaksian istri saya, karena saya tidak sadar) saya langsung sadar dan kembali bugar. Pagi dilakukan tindakan, jam sore saya sudah dibolehkan pulang. Bayangkan dari tidak sadar dan kondisi menghawatirkan, sampai keluarga saya histeris, tidak lama setelah tindakan saya kembali sadar dan bugar.</p>
<p>Saya masih ingat ketika itu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sampai menelepon saya dan mengatakan; “Alhamdulillah Pak Ical sdh sembuh jangan sakit, masih banyak yang bisa diperbuat bagi bangsa dan negara ini”.</p>
<p>Itulah awal saya kenal dengan dr Terawan. Bisa dibilang saya hutang nyawa pada Allah melalui dr Terawan. Sejak saat itu jika ada keluhan yang diduga gejala stroke, saya juga minta bantuan dr Terawan. Seingat saya sudah 4 kali saya menjalani terapi DSA atau “cuci otak” dengan dia.</p>
<p>Kalau yang pertama tidak sadar, yang berikutnya saya sadar dan melihat metodenya memang unik. Karena ada lagu, atau nyanyi-nyanyinya, lalu komunikatif dengan pasien dan saya bisa melihat prosesnya. Proses kateter masuk dari paha sampai ke atas, rasa panas (seperti mint) di mulut saya saluran yang buntu “disemprot” dan lain sebagainya.</p>
<p><img class="alignright size-medium wp-image-884" title="dr terawan 3" src="http://aburizalbakrie.id/wp-content/uploads/2018/04/dr-terawan-3-300x168.jpg" alt="dr terawan 3" width="300" height="168" /></p>
<div>
<p>Saya tidak mengerti dunia medis, tapi dari pengalam saya tidak ada yang aneh dari apa yang dilakukan oleh dr Terawan. Bagi saya, dampak kesembuhan itu ada. Karena itu saya banyak kirim orang untuk berobat kepada dr Terawan. Banyak yang terbantu dan merasakan manfaatnya, kecuali yang kondisinya sudah terlambat. Bahkan ada teman main tenis saya yang sudah mencong mulutnya dan  tangan gak bisa gerak, setelah diterapi, sekarang sudah sembuh dan bisa main tenis lagi.</p>
<p>Tokoh nasional pun banyak yang terbantu oleh dr Terawan. Ada Pak SBY, Pak Tri Soetrisno, Pak AM Hendro Priyono, Pak Sutiyoso yang dalam bukunya juga menuliskan testimoninya mengenai dr Terawan, dan banyak tokoh lainnya. Maka kepada para wartawan saya persilahkan meminta testimony dari para tokoh dan siapa saja yang pernah tertolong oleh dr Terawan.</p>
<p>Sudah puluhan ribu orang yang tertolong oleh metode yang dikembangkan dr Terawan. Apa yang dilakukan juga telah ditulisnya dalam disertasinya saat mengambil S3. Penghargaan luar negeri juga banyak didapatnya. Pasiennya juga banyak dari luar negeri. Bahkan ada dokter dari Amerika dan Jerman yang belajar dan minta ilmunya di share ke sana.</p>
<p>Selain itu, dr Terawan yang sekarang menjabat sebagai Kepala RSPAD ini juga tidak bekerja sendiri tapi juga ada tim yang ada dokter syaraf dan dokter spesialis terkait lainnya. Dia juga mengajarkan ilmunya kepada dokter-dokter lainnya. Makanya metode ini tidak hanya dilakukan di RSPAD tapi juga di rumah sakit lainnya.</p>
<p>Banyak orang merasa terbantu. Bayangkan saja diterapi sebentar langsung terasa khasiatnya, bahkan tidak ada obat apa pun pasca terapi itu. Badan langsung bugar.</p>
<p>Memang banyak dokter masih mempertanyakan metode ini. Tapi saya percaya bahwa ilmu, termasuk ilmu kedokteran itu berkembang. Lihat saja perkembangan ilmu dan teknologi yang ada. Hal yang merupakan kemajuan seringkali awalnya dianggap tidak lazim dan dipertanyakan, tapi belakangan diterima dan umum dipakai.</p>
<p>Karena itulah, saya terkejut saat IDI memberikan sanksi pemberhentian pada dr Terawan. Saya tidak tahu mengapa, dan saya tidak mau suudzon juga bahwa ada pihak yang tidak suka dengan keberhasilan dr Terawan dan metodenya yang menolong banyak orang. Yang jelas saya percaya bahwa Allah memberikan kelebihan pada siapapun yang dikehendakinya. Jadi kita tidak boleh dengki.</p>
<p><img class="alignleft size-medium wp-image-885" title="dr Terawan1" src="http://aburizalbakrie.id/wp-content/uploads/2018/04/dr-Terawan1-300x168.jpg" alt="dr Terawan1" width="300" height="168" />Kepada IDI saya tidak mau bersuudzon dan menuduh apapun. Saya hanya berharap IDI meninjau lagi keputusannya dan memperbolehkan dr Terawan praktek lagi. Itulah alasan mengapa saya membela dr Terawan dan kemudian diikuti banyak orang.</p>
<p>Di sini saya tidak ada kepentingan politik atau bisnis. Ini murni kemanusiaan. Karena saya tahu sendiri banyak orang yang tertolong. Apalagi dr Terawan ini orangnya juga sangat baik. Dia santun, low profile, tidak sombong, dan hormat pada orang lain meskipun pangkatnya Mayjen.</p>
<p>Kemarin, saat saya menelpon dia, dr Terawan yang low profile ini malah sempat seolah putus asa dan mau menerima saja hal itu, tapi saya yang bilang jangan. Sebab dokter punya tugas untuk menolong lebih banyak lagi orang. Sekarang ini yang anti untuk menerima pengobatan dari dr Terawan sudah panjang. Kalau tiba-tiba tidak boleh lagi berpraktek dan tidak bisa menolong orang lalu bagaimana?</p>
<p>Maka saya sebagai satu dari ribuan orang yang pernah tertolong oleh dr Terawan, merasa memiliki kewajiban untuk membelanya. Saya berkewajiban menyampaikan ini ke masyarakat luas. Apa adanya. Seraya berdoa, semoga masalah ini bisa diselesaikan dengan baik dan dr Terawan bisa melanjutkan tugasnya menolong lebih banyak orang lagi.</p></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aburizalbakrie.id/2018/membela-dokter-terawan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2856</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Marco dan Labuan Bajo</title>
		<link>http://aburizalbakrie.id/2014/marco-dan-labuan-bajo/</link>
		<comments>http://aburizalbakrie.id/2014/marco-dan-labuan-bajo/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 Feb 2014 10:04:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ekonomi dan Kewirausahaan]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial Budaya dan Kesra]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aburizalbakrie.id/?p=451</guid>
		<description><![CDATA[Awal pekan lalu (senin, 3 Februari 2014), saya terbang ke Labuan Bajo, untuk bersafari atau roadshow ke sana. Labuan Bajo adalah ibukota Kabupaten Manggarai Barat, di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur.
Labuan Bajo selama ini dikenal sebagai pintu gerbang Pulau Komodo. Karena di tempat inilah para wisatawan yang akan berkunjung ke Pulau Komodo datang dan menginap. ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignright size-medium wp-image-2152" title="12290305685_ff79969470_b" src="http://aburizalbakrie.id/wp-content/uploads/2014/02/12290305685_ff79969470_b-300x225.jpg" alt="12290305685_ff79969470_b" width="300" height="225" />Awal pekan lalu (senin, 3 Februari 2014), saya terbang ke Labuan Bajo, untuk bersafari atau roadshow ke sana. Labuan Bajo adalah ibukota Kabupaten Manggarai Barat, di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur.</p>
<p>Labuan Bajo selama ini dikenal sebagai pintu gerbang Pulau Komodo. Karena di tempat inilah para wisatawan yang akan berkunjung ke Pulau Komodo datang dan menginap. Dari Labuan Bajo ke Pulau Komodo, biasanya wisatawan akan berlayar tiga sampai empat jam dengan perahu tradisional, atau satu jam dengan <em>speed boat</em>.<span id="more-2150"> </span></p>
<p>Jika melihat Labuan Bajo sekarang, yang begitu dikenal sampai mancanegara, mungkin kita tidak akan menyangka bahwa daerah ini dulunya hanya desa nelayan kecil. Keindahan daerah ini, dan fungsinya sebagai pintu gerbang Pulo Komodo, yang kemudian menarik banyak pelancong dan mengubah daerah ini menjadi tujuan wisata.</p>
<p>Saya sendiri menilai Labuan Bajo sebagai salah satu tempat yang terindah di dunia. Potensi wisata di sana juga besar sekali. Bahakan saya berani mengatakan Labuan Bajo bisa berkembang dan maju seperti Bali. Dengan kata lain, Labuan Bajo bisa menjadi Bali kedua.</p>
<p>Tentu saja untuk menuju ke sana tidak semudah membalik telapak tangan. Perlu pembangunan infrastruktur agar Labuan Bajo bisa menjadi tujuan wisata yang baik. Perkembangan pariwisata sebuah daerah tidak bisa lepas dari pembangunan infrastruktur. Pulau Bali, meningkat pesat pariwisatanya juga setelah infrastruktur di daerah itu dibangun dengan baik.</p>
<p>Karena itu, saya selalu bilang: kuncinya; infrastruktur, infrastruktur, dan infrastruktur.</p>
<p>Maka saat berdialog dengan kader dan masyarakat Labuan Bajo, saya katakan bahwa saya dan kader saya baik di eksekutif maupun legislatif akan membantu berjuang untuk pembangunan infrastruktur itu. Kader saya, terutama yang mewakili daerah sana, terus berjuang untuk itu.</p>
<p>Sebab pembangunan di daerah seperti ini, sesuai dengan misi Partai Golkar untuk “Membangun Indonesia dari Desa”. Ini bukan sekedar slogan, namun sebuah tekad dan misi yang terus kami laksanakan. Karena kami yakin, jika daerah maju, maka Indonesia juga akan maju.</p>
<p>Seperti di Labuan Bajo, jika infrastruktur sudah baik dan pariwisata berkembang pesat, saya yakin masyarakat di sana juga akan mendapatkan kesejahteraan. Persoalan pengangguran juga bisa mendapat solusi, jika pariwisata berkembang. Lihat saja Bali, gubernurnya mengatakan pada saya bahwa pengangguran di daerahnya hanya 1,3 persen. Sektor pariwisata bisa banyak membuka lapangan kerja.</p>
<p>Tapi selain infrastruktur, masyarakat sendiri juga harus “dibangun”. Masyarakat di daerah pariwisata juga harus punya keahlian untuk memanfaatkan potensi yang ada di daerahnya. Di sini pendidikan kewirausahaan sangat diperlukan.</p>
<p>Untuk hal ini saya ada contoh dan cerita menarik.</p>
<p>Saat tiba di Labuan Bajo saya pergi ke restoran Italia namanya “Made in Italy (MII)”. Restoran ini dari luar tampak biasa saja, bangunannya sederhana, namun siapa sangka makanannya luar biasa enaknya. Menu yang istimewa di sana adalah pasta yang dibuat dengan campuran tinta cumi-cumi. Saya lupa namanya, tapi saya tidak lupa rasanya yang enak sekali.</p>
<p>Pemilik restoran ini adalah Marco Bertini, warga Negara Italia yang sudah lama jatuh cinta dengan Indonesia, khusunya Labuhan Bajo. Selain restoran rumah di Jl Sukarno Hatta itu, Marco juga punya restoran terapung, sebuah kapan kecil yang diubah menjadi restoran dengan nama “Made in Italy Boat”. Saya sebenarnya ingin mencoba naik, tapi sayang kemarin gelombang lagi kurang baik, jadi saya batal naik.</p>
<p>Restoran Marco ini terkenal sampai ke mancanegara. Banyak orang yang memuji konsep restoran dan rasa makanannya, dan berbondong-bondong datang ke sana. Usaha Marco pun sukses besar.</p>
<p>Marco ini bisa kita jadikan contoh, bagaimana seseorang dengan semangat kewirausahaan bisa memanfaatkan potensi Labuan Bajo dan membuka lapangan kerja bagi masyarakat. Dia awalnya ke Labuan Bajo untuk berlibur, namun menemukan peluang usaha saat melihat potensi daerah tersebut.</p>
<p>Saat berlibur bersama temannya, dia susah menemukan rumah makan yang baik dan berstandar internasional. Makanya ide membuka usaha restorannya muncul. Hasilnya seperti bisa dilihat saat ini, usaha Marco sukses dan restorannya terkenal.</p>
<p>Apa yang dilakukan Marco bisa dicontoh oleh masyarakat. Jika orang asing saja bisa sukses di daerah kita, kita yang tuan rumah, yang lebih mengenal daerah kita tentunya bisa lebih sukses lagi.</p>
<p>Karena itu selain infrastruktur harus dibangun, jiwa atau semangat entrepreneur atau wirausaha masyarakat harus juga dikembangkan. Makanya setiap roadshow keliling ke berbagai pelosok tanah air, saya selalu memberikan ceramah motivasi atau kuliah umum kewirausahaan kepada siswa atau mahasiswa.</p>
<p>Saya yakin, jika infrastruktur sudah baik, dan jiwa wirausaha masyarakat bagus, daerah seperti Labuan Bajo ini dan daerah-daerah lainnya akan maju. Jika daerah maju, maka bangsa Indonesia ini juga akan maju. Saya optimis, sebelum seabad bangsa ini, 2045 nanti, cita-cita kita bersama ini sudah kita capai.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aburizalbakrie.id/2014/marco-dan-labuan-bajo/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Islam yang Rahmatan Lil Alamin</title>
		<link>http://aburizalbakrie.id/2013/islam-yang-rahmatan-lil-alamin/</link>
		<comments>http://aburizalbakrie.id/2013/islam-yang-rahmatan-lil-alamin/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 18 Nov 2013 03:27:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sosial Budaya dan Kesra]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aburizalbakrie.id/?p=467</guid>
		<description><![CDATA[Umat Islam baru saja memperingati tahun baru Hijriyah atau tahun baru Islam yang jatuh pada hari Selasa, 5 November 2013 lalu. Saya sendiri berkesempatan memperingati malam tahun baru Hijriyah bersama umat Islam di Jambi. Peringatan ini digelar di Masjid Raya Jambi, pada Senin malam, 4 November 2013.
Acara yang bertajuk “Tabliq Akbar Peringatan Tahun Baru Islam ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignright size-medium wp-image-2054" title="ARB Hijriyah Jambi" src="http://aburizalbakrie.id/wp-content/uploads/2013/11/ARB-Hijriyah-Jambi-300x168.jpg" alt="ARB Hijriyah Jambi" width="300" height="168" />Umat Islam baru saja memperingati tahun baru Hijriyah atau tahun baru Islam yang jatuh pada hari Selasa, 5 November 2013 lalu. Saya sendiri berkesempatan memperingati malam tahun baru Hijriyah bersama umat Islam di Jambi. Peringatan ini digelar di Masjid Raya Jambi, pada Senin malam, 4 November 2013.</p>
<p>Acara yang bertajuk “Tabliq Akbar Peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharam” ini dihadiri banyak umat Islam Jambi, meski saat itu hujan turun membasahi kota Jambi. Acara malam itu, juga diisi oleh Ustad Cepot, da&#8217;i asal Banten yang sering muncul di televisi.<span id="more-2070"></span></p>
<p>Sebelum Ustad Cepot berceramah, saya diberi kesempatan untuk memberikan sambutan. Meskipun bukan da&#8217;i atau ulama, saya coba menyampaikan pandangan saya tentang Islam malam itu dihadapan umat Islam Jambi.</p>
<p>Dalam sambutan saya di acara itu, saya menyatakan bahwa umat Islam Indonesia adalah umat Islam yang istimewa. Hanya di Indonesia, Islam &#8211; Demokrasi &#8211; Modernitas bisa berjalan bersamaan atau berdampingan. Tidak ada satupun negara di dunia ini yang tiga hal tadi bisa berjalan berdampingan. Biasanya kalo demokratis dan modern, Islamnya tidak dapat ruang. Kalo Islamnya dapat ruang, demokrasi dan modernitasnya tidak dapat ruang, dan seterusnya. Hanya di Indonesia lah hal itu ada, bisa berjalan beriringan. Ini kelebihan Indonesia.</p>
<p>Saya juga menyampaikan bahwa saat ini banyak stigma negatif tentang Islam. Banyak aksi kekerasan dan terorisme yang diidentikkan dengan Islam. Padahal itu jauh dari ajaran Islam yang cinta damai. Islam sendiri berasal dari akar kata <em>salam</em> yang artinya damai. Setiap bertemu orang, umat Islam juga dianjurkan mengucapkan salam, ucapan damai untuk sesama manusia.</p>
<p>Karena itu dalam kesempatan itu, saya mengajak semua yang hadir malam itu, dan umat Islam Indonesia umumnya untuk mengenalkan Islam sebagai agama yang damai. Bukan agama yang pro kekerasan, apalagi terorisme. Kita harus menunjukkan wajah Islam yang sesungguhnya; yang sejuk dan damai.</p>
<p>Apalagi selama ini umat Islam di Indonesia ini juga dikenal relatif toleran dibanding negara lainnya. Ini harus diperkuat. Jangan sampai sesama umat Islam bisa berantem hanya karena hal-hal kecil yang sifatnya <em>kilafiyah</em>. Jangan pula mudah terpancing diadu domba dengan umat lain.</p>
<p>Saya juga mengingatkan bahwa Islam mengajarkan kebersihan. Karena itu saya menghimbau agar semua umat Islam membiasakan menjaga kebersihan. Kita mulai dari rumah tangga kita. Mulai dari WC WC kita, kita pelihara agar tetep bersih. Kita pelihara masjid agar tetap bersih. Kita selaku umat Islam  harus memberikan contoh.</p>
<p>Ini penting, karena masalah ini sering diabaikan oleh umat Islam Indonesia. Saya masih ingat dua tahun lalu, saat saya ke sebuah daerah saya mampir sholat ke mesjid agung di daerah itu. Saat tiba di sana, saya sengaja masuk dari belakang, bukan dari depan. Ketika saya masuk dari bagian belakang itu, astagfitrullah, tangganya sangat kotor, lampunya juga tidak ada, dan berbahaya bagi yang melintas.</p>
<p>Saat itu saya minta walikotanya untuk memerintahkan agar kebersihan dan penerangan masjid dijaga. Kalo dananya tidak ada, saya akan berikan. Akhirnya walikota menyanggupi dan akan dikerjakan.</p>
<p>Soal kebersihan ini penting, agar orang melihat tempat ibadah kita, rumah Allah, tidak kotor, tidak gelap. Kita saja kalau mau ke kamar mandi, tapi kotor, kita enggan, apalagi kalau mau beribadah. Apalagi dalam Islam kebersiha itu sebagian dari iman. Islam juga mengajarkan berwudlu sebelum sholat. Ini jelas bahwa kebersihan penting dalam Islam.</p>
<p>Selain kebersihan, umat Islam juga perlu memperhatikan ekonomi. Alangkah baiknya jika kita ajarkan kepada anak-anak kita, bahwa tangan di atas lebih baik, dari tangan di bawah. Untuk itu umat Islam harus mandiri, harus kuat ekonominya, jangan jadi peminta-minta, tidak boleh miskin. Jangan sampai orang menilai kalo Islam itu miskin.</p>
<p>Satu lagi yang saya pesankan malam itu, bahwa umat Islam tidak boleh bodoh. Umat Islam harus menguasai ilmu dan pengetahuan. Apalagi dulu di masa jayanya peradaban Islam, umat Islam melahirkan ilmuwan-ilmuwan besar seperti Ibnu Sina, Ibnu Rusyd, Al Jabar, dan sebagainya. Bahkan bangsa Barat menimba ilmu dari mereka.</p>
<p>Namun untuk hal itu umat Islam jangan cuma melihat ke belakang. Jangan cuma mengenang masa-masa jaya saat Islam mengusai ilmu dan pengetahuan dan peradaban Islam pernah jadi peradaban tertinggi. Tapi kita lihat ke depan. Kita harus buktikan bahwa Islam bisa kembali jadi peradaban tertinggi dunia. Dengan kembali menguasai ilmu dan pengetahuan.</p>
<p>Umat Islam Indonesia saya yakin bisa mengarah ke sana. Umat Islam Indonesia bisa mulai memperhatikan hal-hal yang sepintas kecil atau sepele, namun sejatinya penting itu. Umat Islam Indonesia bisa menjadi contoh umat Islam dunia, atau umat lainnya.</p>
<p>Apa yang saya sampaikan di sini bukan bermaksud menggurui. Saya bukan mubalig, da&#8217;i, atau ulama. Saya bukan orang yang tahu betul dan dalam tentang Islam dan tidak banyak hafal ayat. Tapi sebagai umat Islam saya juga punya kewajiban mengingatkan saudara-saudara saya, kita semua. Sebagaimana pesan Al Quran dalam Surah Al Asr ayat 3, agar kita selalu saling mengingatkan dalam kebanaran, dan saling mengingatkan dalam kesabaran.</p>
<p>Karenanya saya tidak ada bosan-bosan untuk selalu mengingatkan agar umat Islam Indonesia menjadi teladan dengan menunjukkan wajah Islam yang baik. Islam yang tidak kotor, tidak miskin, tidak bodoh. Islam yang damai, Islam yang <em>rahmatan lil alamin</em>. Islam yang menjadi rahmat bukan hanya untuk umat Islam, namun juga untuk umat lain, dan alam semesta.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aburizalbakrie.id/2013/islam-yang-rahmatan-lil-alamin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cita-cita Saya: Pendidikan Gratis SD sampai SMA di Indonesia</title>
		<link>http://aburizalbakrie.id/2013/cita-cita-saya-pendidikan-gratis-sd-sampai-sma-di-indonesia/</link>
		<comments>http://aburizalbakrie.id/2013/cita-cita-saya-pendidikan-gratis-sd-sampai-sma-di-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Oct 2013 03:35:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sosial Budaya dan Kesra]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aburizalbakrie.id/?p=471</guid>
		<description><![CDATA[Suatu hari, ketika sedang keluar masuk perkampungan nelayan untuk melihat dari dekat kehidupan mereka. Saat sedang berdialog dengan warga, saya melihat dua orang anak usia sekolah ikut hadir di sana. Dua anak ini kemudian menjadi perhatian saya, karena saat itu adalah jam sekolah dan mereka ada di rumah.
Lalu saya panggil dua anak itu dan bertanya ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignright size-medium wp-image-2012" title="ARB siswa 1" src="http://aburizalbakrie.id/wp-content/uploads/2013/10/ARB-siswa-1-300x200.jpg" alt="ARB siswa 1" width="300" height="200" />Suatu hari, ketika sedang keluar masuk perkampungan nelayan untuk melihat dari dekat kehidupan mereka. Saat sedang berdialog dengan warga, saya melihat dua orang anak usia sekolah ikut hadir di sana. Dua anak ini kemudian menjadi perhatian saya, karena saat itu adalah jam sekolah dan mereka ada di rumah.</p>
<p>Lalu saya panggil dua anak itu dan bertanya pada mereka. Saya menanyakan mengapa mereka tidak sekolah? Mereka kemudian menjawab, mereka sebenarnya ingin bersekolah, dan sempat bersekolah. Namun mereka terpaksa harus putus sekolah karena masalah biaya. Orang tua mereka tidak memiliki biaya untuk menyekolahkan mereka. Saya sedih mendengarnya.</p>
<p>Hal seperti itu tidak hanya terjadi di kampung nelayan itu saja. Hal yang sama ada di berbagai pelosok Indonesia. Saya telah berkunjung ke hampir setiap pelosok negeri ini, dan sering sekali saya temui anak yang terpaksa tidak bersekolah karena masalah biaya.</p>
<p>Banyak masyarakat tidak mampu kesulitan menyekolahkan anaknya sampai sekolah menengah, bahkan hanya untuk sekolah dasar saja. Karena itu, saya bertekad, saya bercita-cita, bahwa ke depan, tidak boleh ada lagi anak Indonesia yang tidak bisa sekolah atau melanjutkan pendidikannya karena masalah biaya.</p>
<p>Saya kemudian memasukkan cita-cita saya membuat pendidikan gratis ini dalam visi saya sebagai calon presiden. Dalam <em>blue print</em> pembangunan Visi Indonesia 2045 yang disusun Partai Golkar, program pendidikan gratis 12 tahun dari SD sampai SMA untuk seluruh anak Indonesia, masuk di dalamnya.</p>
<p>Pendidikan gratis 12 tahun memang sudah ada di beberapa daerah. Namun itu hanya ada di daerah-daerah yang maju atau kaya saja. Pendidikan gratis ini belum merata untuk semua wilayah Indonesia. Cita-cita saya, jika saya diberi kepercayaan rakyat Indonesia memimpin bangsa ini, maka pendidikan gratis dari SD sampai SMA ini akan hadir untuk seluruh wilayah Indonesia, sehingga seluruh anak Indonesia bisa merasakannya. Kalau daerah saja bisa, mengapa negara tidak bisa? Pasti bisa.</p>
<p>Mengapa dari SD sampai SMA? Bagi saya, pendidikan gratis bagi anak Indonesia sejatinya harus ditempuh selama 12 tahun. Dengan kata lain, hingga seorang anak lulus SMA. Saat ini, kualifikasi pendidikan sudah lebih tinggi dari zaman dulu. Kini, lulus SMA itu sudah seperti lulus pendidikan dasar. Jika masuk kerja, lulusan SMA biasanya hanya mendapat posisi bawah. Karena itu, akan lebih sulit bagi anak yang pendidikannya tidak sampai SMA. Bahkan pendidikan dasar saja tidak lulus.</p>
<p>Mereka ini jumlahnya sangat banyak di Indonesia. Mereka tidak bersekolah bukan karena tidak cerdas, tapi terpaksa tidak sekolah karena masalah biaya. Ini adalah sebuah masalah besar yang harus diselesaikan ke depan.</p>
<p>Lalu bagaimana caranya bisa gratis sampai SMA? Saat menyampaikan bahwa saya punya cita-cita untuk menghadirkan pendidikan gratis ini, banyak orang yang menyambut gembira. Tapi tak sedikit pula yang tidak percaya. Bagaimana mungkin bisa hadir pendidikan gratis untuk semua anak Indonesia dari SD sampai SMA? Bagaimana caranya?</p>
<p>Begini caranya. Saya ini mantan Menteri Koordinator bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) dan mantan Menteri Koordinator bidang Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra), jadi saya tahu caranya. Dalam hitung-hitungan saya, tidak butuh dana yang besar untuk mewujudkan pendidikan murah. Negara ini punya banyak uang untuk merealisasikan itu.</p>
<p>Dananya dari mana? Dananya ada. Kita butuh Rp24 triliun, untuk merealisasikan pendidikan gratis dari SD sampai SMA. Dana Rp24 triliun itu ada dan tidak susah dicari. Dana ini relatif sedikit dibanding subsidi BBM yang mencapai lebih dari Rp250 triliun.</p>
<p>Apalagi, subsidi BBM itu 80 persen dinikmati orang kaya atau orang mampu. Subsidi yang besar itu, setiap hari terbakar menjadi asap kendaraan di jalan-jalan. Jika mau, kita bisa tinggal ubah subsidinya tidak pada BBM tapi pada orang miskin, untuk pendidikan misalnya, maka semua anak Indonesia bisa sekolah 12 tahun gratis. Jika disuruh memilih uang terbakar jadi asap knalpot atau untuk pendidikan gratis, pasti rakyat Indonesia memilih yang ke dua.</p>
<p>Selain itu, anggaran pendidikan kita juga sangat besar. Konstitusi mengamanatkan anggran pendidikan sekurangnya 20 persen dari APBN atau APBD. Tentunya jumlahnya akan sangat besar dan lebih dari cukup untuk merealisasikan pendidikan gratis 12 tahun.</p>
<p>Dulu, saat masih menjabat jadi menteri, saya  sudah mengusahakan meringankan pendidikan anak bangsa. Dulu kami membuat berbagai program seperti program Bantuan Operasional Sekolah (BOS), dan lain sebagainya. Namun saya sadar, BOS saja tidak cukup. Sebab yang dibutuhkan anak-anak Indonesia adalah pendidikan gratis 12 tahun, dari SD sampai SMA.</p>
<p>Pendidikan ini penting. Dia adalah modal utama untuk membangun bangsa. Modal awal agar Indonesia agar bisa bersaing dengan negara lain. Pendidikan adalah pembangunan manusia Indonesia. Pembangunan manusia Indonesia ini adalah tujuan sebenarnya pembangunan. Pembangunan ekonomi hanyalah sasaran antara pembangunan manusia Indonesia.</p>
<p>Jadi itulah cita-cita saya: mewujudkan pendidikan gratis dari SD sampai SMA. Saya yakin rakyat Indonesia setuju dengan saya. Saya yakin mereka akan bergabung untuk mewujudkan cita-cita bersama ini.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aburizalbakrie.id/2013/cita-cita-saya-pendidikan-gratis-sd-sampai-sma-di-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>67</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Visi 2045 untuk Kemajuan Indonesia</title>
		<link>http://aburizalbakrie.id/2013/visi-2045-untuk-kemajuan-indonesia/</link>
		<comments>http://aburizalbakrie.id/2013/visi-2045-untuk-kemajuan-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Apr 2013 04:14:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial Budaya dan Kesra]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aburizalbakrie.id/?p=490</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu persoalan yang menghambat kemajuan bangsa ini adalah  tidak adanya grand design atau blue print perencanaan jangka panjang atas pembangunan yang bersifat strategis dan visioner. Akibatnya, pembangunan nasional berjalan tanpa roh dan panduan yang jelas, serta cenderung pragmatis dan berorientasi jangka pendek.
Kita semua tahu, di Era Reformasi sistem politik ketatanegaraan kita berubah secara ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Salah satu persoalan yang menghambat kemajuan bangsa ini adalah  tidak adanya grand design atau blue print perencanaan jangka panjang atas pembangunan yang bersifat strategis dan visioner. Akibatnya, pembangunan nasional berjalan tanpa roh dan panduan yang jelas, serta cenderung pragmatis dan berorientasi jangka pendek.</p>
<p>Kita semua tahu, di Era Reformasi sistem politik ketatanegaraan kita berubah secara mendasar. Salah satunya dihapusnya kewenangan MPR untuk  menetapkan Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN). Dengan tidak adanya GBHN ini maka pelaksanaan pembangunan nasional hanya didasarkan pada visi dan misi Presiden terpilih. Ini yang kemudian dijadikan dasar bagi penyusunan Rencana Kerja Pembangunan (RKP), Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM), dan Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) dalam suatu undang-undang.</p>
<p>Tentu saja itu semua daya ikat dan kekuatan hukumnya tidak  sama dengan dasar hukum penetapan GBHN. Konsekuensinya, berganti pemimpin berganti pula kebijakannya, sehingga aspek kontinuitas pembangunan terabaikan. Lebih dari itu, pembangunan nasional kehilangan sisi visionernya, bahkan cenderung direduksi sekadar sebagai alat untuk melegitimasi kepentingan politik jangka pendek.</p>
<p>Pembangunan nasional juga seakan hanya menjadi urusan dan tanggung jawab pemerintah dan elite kekuasaan dan dunia bisnis semata. Rakyat dan berbagai potensi masyarakat hanya sebagai objek atau sebagai penonton, jauh dari berpartisipasi apalagi menjadi subjek dan pelaku  pembangunan nasional.</p>
<p>Karena itu tanpa bermaksud mengglorifikasikan masa lalu, dan tidak juga untuk kembali ke sistem pembangunan Orde Baru yang telah kita perbaharui dan koreksi, saat ini kita memerlukan Blue Print Pembangunan Nasional seperti GBHN yang memuat dasar, strategi, tujuan dan pelaksanaan  pembangunan nasional secara menyeluruh, terpadu, sistematis, bertahap, berkesinambungan, serta menjadi pedoman dan panduan bagi seluruh  penyelenggara negara dalam mewujudkan cita-cita dan tujuan nasional.</p>
<p>Merespon hal tersebut, Partai Golkar kemudian menyusun Blue Print Pembangunan Nasional itu yang diberi nama: “Visi 2045: Negara Kesejahteraan”. Ini adalah visi pembangunan jangka panjang yang ditawarkan Partai Golkar dengan tujuan pada tahun 2045, bertepatan dengan 100 tahun kemerdekaan Indonesia, negeri ini menjadi Negara Kesejahteraan, yang  Bersatu, Maju,  Mandiri, Adil, dan Sejahtera.</p>
<p>Secara umum, Visi 2045 menekankan prioritas pembangunan  pada  sektor: Reformasi Birokrasi, Pendidikan, Kesehatan, Industri, Pertanian, Kelautan, Infrastruktur, UMKM dan Koperasi. Keseluruhan prioritas ini dilaksanakan secara simultan dan terintegrasi melalui Catur Sukses Pembangunan Nasional, yakni :  Pertumbuhan, Pemerataan,  Stabilitas dan  Nasionalisme Baru.</p>
<p>Pertumbuhan yang berkualitas bukanlah pertumbuhan yang dihasilkan oleh strategi yang growth oriented dan berbasis paham market fundamentalism. Sebab, selain akan mengabaikan prinsip dan dimensi pemerataan, juga akan berpihak kepada sekelompok kecil pelaku yang kuat. Karenanya, ia akan cenderung melakukan akumulasi modal untuk mengejar keuntungan ekonomis setinggi-tingginya.</p>
<p>Pemerataan adalah perspektif yang diorientasikan untuk mengatasi segala bentuk kesenjangan. Karenanya, pembangunan harus mengembangkan mekanisme dan strategi yang menjamin pemerataan antarwilayah, antardaerah, antarsektor, antarkota dan desa, maupun antarpusat dan daerah. Aktivitas ekonomi dan sumber daya pembangunan harus disebar merata di wilayah Jawa dan luar Jawa, di kawasan timur dan barat Indonesia, di daerah yang kaya maupun miskin sumber daya, di sektor produktif maupun tidak, di desa dari Sabang sampai Merauke, dari Talaud hingga Rote.</p>
<p>Stabilitas adalah perspektif pembangunan nasional yang berorientasi pada terciptanya sistem politik nasional yang efektif, demokratis, stabil, berlandaskan hukum dan penghormatan terhadap hak asasi manusia. Sukses stabilitas juga berarti kokohnya persatuan dan kesatuan bangsa, tegaknya kedaulatan negara dan integrasi nasional, terwujudnya pertahanan dan keamanan nasional sebagai landasan yang kokoh bagi peningkatan kesanggupan negara dalam melindungi segenap bangsa.</p>
<p>Sementara nasionalisme baru, dapat diterjemahkan secara sederhana sebagai perspektif pembangunan nasional yang berorientasi pada reinterpretasi dan reaktualisasi nilai-nilai nasionalisme Indonesia. Tujuannya untuk menjawab dinamika tantangan dan perubahan geopolitik, geoekonomi dan geostrategis baik secara nasional maupun internasional. Nasionalisme baru merupakan energi baru bangsa Indonesia untuk mengukir kembali peradaban-peradaban yang agung yang seakan terabaikan oleh keniscayaan globalisasi dan kecenderungan primordialisme sempit dan politik identitas. Dengan semangat nasionalisme baru, kita tidak perlu takut, menghindari atau memusuhi globalisasi, melainkan memampukan kita untuk mengatasi tantangan dan memanfaatkan peluang globalisasi bagi pemenuhan kepentingan nasional di segenap aspek.</p>
<p>Sedangkan pokok-pokok strategi yang dikembangkan dalam Visi 2045 antara lain: (1) membangun Indonesia dari desa; (2) Penguatan peranan Negara; (3) pertumbuhan ekonomi yang berkualitas; (4) pemerataan pendapatan di antara masyarakat; (5) pemerataan pembangunan antar daerah, antar wilayah; (6) pendidikan dan kesehatan yang berkualitas; (7) penguatan komunitas dalam kerangka program pemberdayaan; (8) pembangunan berkelanjutan yang berbasis blue-economy dan green- ecocomy; (9) penegakkan hukum dan HAM; (10) pengembangan industri berbasis Iptek dan Inovasi berdaya saing tinggi; (11) revitalisasi pertanian pangan dan niaga.</p>
<p>Pembangunan menurut Visi 2045, ada tahapannya yang dirancang sebagai berikut: Dasawarsa Pertama, 2015-2025 : Menetapkan Fondasi Menuju Negara Maju. Dasawarsa Kedua, 2025-2035: Mempercepat Pembangunan di Segala Bidang Memasuki Negara Maju. Dasawarsa Ketiga, 2035-2045: Memantapkan Indonesia sebagai Negara Maju. Setiap dasawarsa memiliki skenario program dan target masing-masing, namun tetap merupakan suatu kesinambungan dari tahapan pertama hingga tahapan-tahapan selanjutnya.</p>
<p>Dasawarsa pertama sangat menentukan bagi arah dan tahapan pembangunan selanjutnya dengan penekanan pada pertumbuhan ekonomi yang tinggi, pengurangan pengangguran dan kemiskinan secara signifikan, pembangunan infrastruktur, penguatan kelembagaan, peningkatan efisiensi, produktivitas, dan keterampilan tenaga kerja, revitalisasi industri dan pertanian, serta optimalisasi pembangunan daerah. Skenario pembangunan nasional pada dasawarsa ini untuk membangun fondasi yang kokoh bagi proses transisi Indonesia menjadi negara maju dengan uraian sebagai berikut:</p>
<p>Pertama, pertumbuhan ekonomi yang tinggi, pemerataan pembangunan dan pendapatan, serta pengurangan pengangguran dan kemiskinan. Targetnya, antara lain: (1) Pertumbuhan ekonomi rata-rata 8-9 persen, (2) Pendapatan per kapita sekitar US$10.000-12.000, (3) Terciptanya lapangan kerja yang luas sehingga pengangguran sebesar 6 persen pada tahun 2020 dan menjadi 4 persen pada tahun 2025, (4) Pekerja di sektor informal ditargetkan 45 persen pada tahun 2020 dan 65 persen pada tahun 2025, dan (5) Tingkat kemiskinan absolut 8 persen pada tahun 2020 dan turun menjadi 5 persen pada tahun 2025.</p>
<p>Kedua, kebijakan fiskal yang akomodatif. Dirumuskan skenario dan target, di antaranya: (1) Defisit APBN terhadap PDB di bawah 2,8 persen, (2) Penerimaan pajak ditingkatkan melalui kebijakan ekstensifikasi dan intensifikasi perpajakan, (3) Rasio pajak terhadap PDB ditargetkan 15 persen pada tahun 2020 dan menjadi 20 persen pada tahun 2025, (4) Tarif pajak Badan ditargetkan 20 persen pada tahun 2020 dan turun menjadi 18 persen pada tahun 2025, (5) Belanja modal diperbesar dan diprioritaskan bagi pembangunan infrastruktur dan revitalisasi sektor industri, (6) Rasio belanja modal terhadap APBN ditargetkan 20 persen pada tahun 2020 dan 25 persen pada tahun 2025, (7) Belanja subsidi diperjuangkan agar tidak lebih 10 persen dari keseluruhan pengeluaran, (8) Subsidi diberikan langsung pada kelompok sasaran, terutama golongan miskin.</p>
<p>Ketiga, pembangunan infrastruktur yang andal. Pembangunan infrastruktur harus dipercepat untuk memfasiltasi pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Pembangunan jalan sangat mendesak untuk memfasilitasi transportasi barang dari tempat produksi ke pasar. Targetnya, antara lain: (1) Pembiayaan pembangunan infrastruktur mencapai 8 persen dari PDB, (2) Pembangunan jalan tol pantai utara Jawa sudah harus selesai pada tahun 2020 dan pembangunan trans Sumatera harus tuntas dan sudah berfungsi sebelum tahun 2020, (3) Peningkatan Trans Sumatera Railway, pembangunan Trans Kalimantan Railway, pembangunan Trans Sulawesi Railway, serta revitalisasi jalur Jawa, pembangunan kereta api berkecepatan tinggi, pembangunan MRT di kota-kota besar perlu dipercepat dan diwujudkan serta jalurs interkoneksi antarpulau Jawa dengan pulau-pulau lainnya.</p>
<p>Keempat, revitalisasi industri manufaktur dengan target, di antaranya, pengembangan kebijakan yang terfokus dan sistematis dalam meningkatkan industri logam dasar dan industri kimia, pengembangan industri makanan dan minuman secara terintegrasi, menjadikan Indonesia sebagai pusat industri otomotif di Asia Tenggar, revitalisasi dan pengembangan industri kayi, produk kayu dan rotan, serta pertumbuhan industri manufaktur ditargetkan 9-11 persen per tahun.</p>
<p>Kelima, revitalisasi industri pertanian, kehutanan dan perikanan. Target pencapaiannya, di antaranya, mewujudkan ketahanan pangan dengan swasembada pangan pada tahun 2020, terutama untuk pemenuhan bahan pangan pokok. Pemberdayaan petani, termasuk menuntaskan reformasi agraria dengan upaya mendorong pertanian komersial berskala besar, terutama di luar Jawa. Pada tahun 2020, target luas lahan garapan petani mencapai 1,3 hektare per kepala keluarga dan meningkat menjadi 2 hektare per kepala keluarga. Pengembangan perikanan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri dan kepentingan ekspor, dengan terus mengefektifkan pencegahan illegal fishing, sertra perikanan tangkap dikembangkan melalui pengembangan teknologi dan dukungan terhadap penyediaan sarana dan prasarana penangkapan.</p>
<p>Keenam, mineral, sumber daya alam, dan energi. Sumberdaya alam merupakan bagian strategis dari perekonomian. Di antaranya adalah minyak dan gas bumi yang merupakan sumber penerimaan penting negara dan perlu mendapat prioritas perhatian. Sebab, belakangan kebutuhan domestik meningkat sangat tajam. Menurunnya produksi minyak bumi dan tidak optimalnya produksi gas alam berakibat besar terhadap perekonomian. Kebutuhan migas dalam negeri yang terus meningkat tidak dapat dipenuhi, sementara pendapatan ekspor pun jauh dari optimal.</p>
<p>Ketujuh, perdagangan yang kompetitif di dalam dan luar negeri. Perdagangan mempunyai sumbangan cukup besar terhadap PDB dan penciptaan kesempatan kerja meski tidak sebesar industri manufaktur dan pertanian. Sektor perdagangan, termasuk hotel dan restoran, juga mempunyai keterkaitan yang besar dengan sektor-sektor lainnya. Target dari sektor ini, di antaranya, meningkatkan porsi perdagangan luar negeri terhadap PDB dengan target sumbangan ekspor sebesar 35 persen terhadap PDB pada tahun 2020 dan 40 persen pada tahun 2025. Komposisi produk ekspor diarahkan pada produk-produk manufaktur, termasuk produk olahan pertanian dan pertambangan dengan nilai tambah yang lebih tinggi.</p>
<p>Kedelapan, sektor keuangan yang mendukung sektor riil. Perbankan yang mendominasi sektor keuangan perlu dioptimalkan pengembangannya untuk mendukung perkembangan sektor riil melalui kebijakan bunga pinjaman dan NIM (net interest margin) yang kompetitif serta peningkatan rasio kredit terhadap PDB. Perlu upaya untuk mendorong peningkatan lembaga keuangan mikro agar memberikan akses lebih besar kepada golongan miskin dan golongan tertinggal lainnya dalam rangka mendukung pertumbuhan dan pemerataan pendapatan. Target rasio kredit terhadap PDB pada tahun 2020 sebesar 50 persen dan 65 persen pada tahun 2025. Sedangkan target akses orang dewas untuk memiliki rekening bannk sebesar 50 persen pada 2020 dan 65 persen pada 2025.</p>
<p>Kesembilan, meningkatkan kemampuan iptek (ilmu pengetahuan dan teknologi) dan inovasi. Target pertumbuhan TFP (total factor productivity) pada periode 2015-2020 adalah 3 persen dan pada 2020-2025 rata-rata 4 persen per tahun. Pada tahun 2025, kontribusi TFP pada pertumbuhan ekonomi ditargetkan mencapai 40 persen.</p>
<p>Dasawarsa kedua, yaitu 2025-2035, tahapan pembangunannya disebut “Mempercepat Pembangunan di Segala Bidang Memasuki Negara Maju”. Dasawarsa ini , Indonesia sudah siap menjadi negara maju. Skenario dan target-target yang ingin dicapai pada periode ini, di antaranya: (1) pertumbuhan ekonomi ditargetkan rata-rata 10-11 persen per tahun, (2) pendapatan per kapita pada tahun 2035 ditargetkan sebesar US$21.000-23.000, (3) investasi penelitian dan pengembangan ditingkatkan menjadi 2 persen dari PDB, (4) angka indeks pembangunan manusia (IPM) ditargetkan 0,86, (5) defisit anggaran pemerintah tidak melebihi 2 persen dari PDB, tingkat inflasi 2-3 persen, utang pemerintah terhadap PDB pada kisaran 18 persen, (5) bahan mentah pertanian dan pertambangan telah dapat dikelola dalam negeri. Rata-rata penguasaan lahan garapan pertanian ditargetkan mencapai 3 hektare per kepala keluarga, (6) jaminan sosial yang bertumpu pada sistem kerja sama pemerintah, swasta dan keluarga sudah harus mampu memberikan jaminan yang memadai pada mereka yang tidak bekerja dan masa pensiun pada kondisi usia harapan hidup rata-rata mencapai 78 tahun.</p>
<p>Terakhir adalah dasawarsa 2035-2045 yang disebut “Memantapkan Indonesia sebagai Negara Maju. Pada masa ini, Indonesia sebagai negara maju melalukan konsolidasi untuk mempertahankan statusnya. Skenario dan targetnya, di antaranya: (1) pertumbuhan ekonomi melambat pada tingkat 6-7 persen, (2) target PDB per kapita pada tahun 2045 adalah US$41.000, (3) perekonomian semakin ditopang oleh inovasi dan produktivitas yang tinggi, dengan sumbangan TFP dalam pertumbuhan mencapai 70 persen, (3) investasi untuk penelitian dan pengembangan ditingkatkan menjadi 3 persen dari PDB, (4) angka indeks pembangunan manusia ditargetkan 0,91, (5) kesejahteraan masyarakat menjadi sangat tinggi dengan tingkat ketimpangan pendapatan yang rendah, (6) rata-rata penguasaan lahan garapan mencapai 5 hektare per kepala keluarga, (7) pendaftaran pada pendidikan tinggi telah mencapai 45 persen. Rasio antara mahasiswa sains dan teknik dengan sosial adalah 65 berbanding 35. Jumlah saintis dan ahli teknik memadai bagi perkembangan inovasi yang menjadi andalan bagi perkembangan ekonomi, dan lain-lain.</p>
<p>Itulah secara garis besar gambaran atas Visi 2045. Ini baru rancangan dan belum final karena masih akan disempurnakan melalui diskusi dan masukan dari para akademisi dan ahli dari berbagai kalangan untuk penyempurnaannya. Visi 2045 bukan hanya milik Partai Golkar namun untuk negeri ini. Karena itu dalam penyusunannya tidak hanya disusun oleh Partai Golkar saja, tapi juga dirumuskan bersama para pakar atau ahli dari berbagai bidang. Pengujian terhadap Visi 2045 yang sementara telah dirangkum menjadi sebuah buku setebal 132 halaman ini terus dilakukan, termasuk melibatkan kalangan kampus.</p>
<p>Kampus yang pertama menguji adalah Universitas Indonesia (UI). Pada 20 Februari 2013 lalu, di Gedung Terapung Perpustakaan UI, di fasilitasi Center for Election and Political Party, FISIP UI, kita diskusikan dengan visi ini. Banyak sekali masukan dari para dosen atau pakar di sana, mulai dari aspek ekonomi, sosial, budaya, dan sebagainya, yang kita tamping untuk perbaikan. Hal yang sama juga kita lakukan di Universitas Sumatera Utara (USU) Medan pada 27 Maret 2013 lalu. Dalam waktu dekat, rencananya 5 April 2013, kami akan kembali menguji konsep Visi 2045 ini di Universita Brawijaya, Malang, Jawa Timur. Menyusul setelahnya kampus-kampus lain se-Indonesia.</p>
<p>Tak hanya dengan kalangan kampus atau akademisi. Diskusi serupa juga kita lakukan dengan pihak lainnya, misalnya pada 18 Februari lalu kita mendiskusikan mengenai pendidikan dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan bersama jajarannya di Fraksi Partai Golkar DPR. Kita bahas ide Pendidikan Gratis 12 Tahun dan Kurikulum 2013. Setelah itu kita juga membahas mengenai konsep pembangunan dari desa dan RUU Desa di DPP Partai Golkar bersama para kepala desa dan pihak terkait.</p>
<p>Selain untuk merancang kemajuang bangsa dengan pembangunan yang terarah, terukur, dan berkesinambungan, dalam penyusunan Visi 2045 ini, Partai Golkar juga ingin mengenalkan tradisi baru. Tradisi baru yang ditawarkan Partai Golkar ini adalah: partai politik tidak hanya menawarkan calon presiden saja, tapi juga menyiapkan blueprint pembangunan nasional, yang nantinya dapat digunakan sebagai  acuan dan pedoman dalam penyelenggaraan negara dan pelaksanaan pembangunan nasional.</p>
<p>Ini merupakan salah satu bukti dari dari komitmen Partai Golkar yang menyatakan diri sebagai The Party of Ideas, sebuah partai yang meletakkan ide dan gagasan menjadi instrumen politik, bukan intrik atau fitnah politik. Karena itu, di tengah dinamika kehidupan nasional yang diwarnai oleh intrik-intrik, bahkan fitnah-fitnah politik, Partai Golkar tidak ikut larut ke sana, dan tetap konsisten sebagai The Party of Ideas untuk memberikan sumbangsih secara konseptual bagi terselenggaranya pembangunan nasional di segenap bidang kehidupan.</p>
<p>Hal ini penting tegaskan, sebab saya melihat bahwa salah satu faktor yang menyebabkan bangsa ini kurang maju, karena tradisi intelektual di kalangan elit bangsa kurang mengakar, bahkan sebaliknya sangat diwarnai oleh hal-hal yang bersifat pragmatis. Hal ini sangat berbeda dengan apa yang pernah diteladankan oleh para pendiri negara, yang secara konsisten menjadikan ideologi dan intelektualitas sebagai landasan dan orientasi perjuangannya.</p>
<p>Akhir kata, meski Visi 2045 belum sempurna dan akan terus diuji dan disempurnakan, namun hal ini telah menjadi bukti komitmen kami bahwa berpolitik bukan untuk kepentingan jangka pendek semata, tetapi untuk kepentingan jangka panjang demi terciptanya bangsa Indonesia yang maju dan sejahtera.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aburizalbakrie.id/2013/visi-2045-untuk-kemajuan-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Film Pak Habibie dan Teladan Suami-Istri</title>
		<link>http://aburizalbakrie.id/2012/film-pak-habibie-dan-teladan-suami-istri/</link>
		<comments>http://aburizalbakrie.id/2012/film-pak-habibie-dan-teladan-suami-istri/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Dec 2012 04:33:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sosial Budaya dan Kesra]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aburizalbakrie.id/?p=503</guid>
		<description><![CDATA[Senin sore, 17 Desember 2012 lalu, saya pergi ke bioskop bersama istri saya. Kali ini, saya ke bioskop bukan untuk menonton film action, film kegemaran saya. Tapi saya ke sana untuk menyaksikan sebuah film istimewa, yang hari itu diputar perdana.
Film ini memang istimewa, karena menceritakan kehidupan tokoh penting bangsa ini, Presiden Republik Indonesia ke 3 ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Senin sore, 17 Desember 2012 lalu, saya pergi ke bioskop bersama istri saya. Kali ini, saya ke bioskop bukan untuk menonton film action, film kegemaran saya. Tapi saya ke sana untuk menyaksikan sebuah film istimewa, yang hari itu diputar perdana.</p>
<p>Film ini memang istimewa, karena menceritakan kehidupan tokoh penting bangsa ini, Presiden Republik Indonesia ke 3 BJ Habibie. Maka dalam pemutaran perdana film berjudul “Habibie &amp; Ainun” ini para tokoh di negeri ini pun berbondong-bondong hadir. Ada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono beserta Ibu Ani Yudhoyono dan Wapres Boediono berserta istri, para menteri, pejabat, serta tokoh dan artis tanah air.</p>
<p>Saya sendiri datang lebih awal, selain karena lokasi bioskopnya di samping kantor saya, di Kawasan Epicentrum, saya juga tidak mau keduluan Pak Habibie sampai di lokasi. Saya memang terbiasa on time datang ke sebuah acara, apalagi jika acaranya istimewa seperti film Pak Habibie ini. Pak Habibie pun selama ini, jika saya undang ke acara saya, beliau selalu datang on time atau tepat waktu.</p>
<p>Saya pertama kali mendengar ada film “Habibie &amp; Ainun”, yang diangkat dari buku Pak Habibie dengan judul yang sama ini, dari Pak Habibie langsung. Waktu itu, saya bertemu dengan beliau di kediaman Pak Habibie di Jerman.</p>
<p>Pada pertemuan tanggal 8 Oktober 2012, di sebuah restoran dekat kediaman Pak Habibie itulah, beliau bercerita mengenai film itu. Awalnya, saat selesai makan, beliau bercerita mengenai buku “Habibie&amp;Ainun”. Buku yang tidak hanya laris atau <em>best seller</em> di Indonesia saja, melainkan juga di Jerman. Bahkan buku ini juga telah diterbitkan dalam Bahasa Arab, Inggris, dan menyusul dalam Bahasa Jepang.</p>
<p>Lalu beliau memberitahu saya bahwa buku tersebut akan difilmkan dengan judul yang sama. Pak Habibie menyampaikan bahwa beliau juga akan pulang ke tanah air dan hadir saat film tersebut diputar di bulan Desember. Beliau juga mengatakan akan mengundang saya.</p>
<p>Setelah melihat film “Habibie &amp; Ainun” ini, kesan saya sama dengan para hadirin dan orang-orang lain yang menonton film ini, yaitu: film ini bagus dan wajib ditonton. Aktor Reza Rahadian dan Bunga Citra Lestari yang berperan sebagai Pak Habibie dan Bu Ainun cukup baik membawakannya. Reza bahkan bisa menirukan mimik dan gerak-gerik khas Pak Habibie. Bahkan Pak Habibie mengakui Reza bisa memerankan beliau.</p>
<p>Dari segi penonton pun film ini cukup luar biasa. Saya dapat kabar, sepekan setelah tayang perdana untuk umum, film ini telah ditonton sejuta lebih penonton bioskop tanah air. Ini tentu sebuah angka yang tidak kecil, mengingat film ini akan terus diputar dan ditonton beberapa waktu ke depan. Ini juga menunjukkan film ini mendapat antusiasme yang tinggi dari masyarakat.</p>
<p>Film ini menceritakan bagaimana Pak Habibie bertemu Bu Ainun, sejak sekolah, kuliah, sampai menikah, lalu tinggal di Jerman. Juga bagaimana Bu Ainun mendampingi Pak Habibie sejak masih kuliah, bekerja di Jerman, kembali ke Indonesia menjadi menteri, wapres, sampai presiden.</p>
<p>Lika-liku kehidupan Pak Habibie dan Bu Ainun tergambar di sana. Tentang perjuangan mengarungi kehidupan, tentang cita-cita, cinta, dan kesetiaan tiada akhir, semua tergambar dengan baik. Di sini peran Bu Ainun sebagai pendamping yang baik bagi Pak Habibie begitu tergambar.</p>
<p>Bu Ainun yang menjadi inspirasi dan motivasi Pak Habibie. Misalnya karena janjinya pada Bu Ainun, Pak Habibie lalu bertekad dan bekerja keras sampai akhirnya berhasil mewujudkan industri pesawat dalam negeri.</p>
<p>Di sini lain, Bu Ainun juga menjadi “pengawas” yang baik bagi Pak Habibie, yang mengingatkan Pak Habibie soal kesehatan, dan sebagainya. Selalu mendampingi di situasi apapun, baik senang maupun sedih. Sampai ajal yang kemudian memisahkan keduanya.</p>
<p>Film “Habibie &amp; Ainun” ini mengajarkan kepada kita semua tentang kehidupan bersama pasangan yang baik. Ini adalah sebuah teladan yang baik bagi suami-istri atau pasangan yang akan mengarungi biduk rumah tangga.</p>
<p>Dari film ini kita bisa lihat bahwa kehidupan Pak Habibie dan Bu Ainun kembali membuktikan sebuah ungkapan terkenal bahwa di balik pria (suami) yang hebat, ada wanita (istri) yang hebat. Sebuah film yang wajib ditonton dan diteladani kisahnya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aburizalbakrie.id/2012/film-pak-habibie-dan-teladan-suami-istri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kesejahteraan Rakyat Kunci Majukan Bangsa</title>
		<link>http://aburizalbakrie.id/2012/kesejahteraan-rakyat-kunci-majukan-bangsa/</link>
		<comments>http://aburizalbakrie.id/2012/kesejahteraan-rakyat-kunci-majukan-bangsa/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 21 Dec 2012 04:34:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial Budaya dan Kesra]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aburizalbakrie.id/?p=505</guid>
		<description><![CDATA[&#60;p&#62;&#60;img title=&#8221;IMG_20121219_101731&#8243; src=&#8221;http://aburizalbakrie.id/wp-content/uploads/2012/12/IMG_20121219_101731-300&#215;225.jpg&#8221; alt=&#8221;IMG_20121219_101731&#8243; width=&#8221;300&#8243; height=&#8221;225&#8243; /&#62;Pada Rabu, 19 Desember 2012 lalu, saya diundang oleh para purnawirawan TNI dan Polri untuk menghadiri dan menjadi pembicara dalam acara “Dialog Perjuangan: Memperkokoh NKRI dan Meningkatkan Kesejahteraan Rakyat”. Dialog ini digelar dalam rangka peringatan Hari Bela Negara.&#60;/p&#62;
&#60;p&#62;Sejumlah purnawirawan hadir sebagai pembicara, yaituLetjen TNI (Purn) Sayidiman Soeryohadiprodjo, Jenderal Pol ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&lt;p&gt;&lt;img title=&#8221;IMG_20121219_101731&#8243; src=&#8221;http://aburizalbakrie.id/wp-content/uploads/2012/12/IMG_20121219_101731-300&#215;225.jpg&#8221; alt=&#8221;IMG_20121219_101731&#8243; width=&#8221;300&#8243; height=&#8221;225&#8243; /&gt;Pada Rabu, 19 Desember 2012 lalu, saya diundang oleh para purnawirawan TNI dan Polri untuk menghadiri dan menjadi pembicara dalam acara “Dialog Perjuangan: Memperkokoh NKRI dan Meningkatkan Kesejahteraan Rakyat”. Dialog ini digelar dalam rangka peringatan Hari Bela Negara.&lt;/p&gt;<br />
&lt;p&gt;Sejumlah purnawirawan hadir sebagai pembicara, yaituLetjen TNI (Purn) Sayidiman Soeryohadiprodjo, Jenderal Pol (Purn) DR. Awaludin Jamin, Jenderal TNI (Purn) Luhut Pandjaitan, dan Letjen TNI (Purn) Kiki Syahnakri. Hadir juga para purnawirawan lainnya, pimpinan PP Polri, PPAD, PPAU, PPAL dan kader Partai Golkar. &lt;span id=&#8221;more-1875&#8243;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;<br />
&lt;p&gt;Dalam kesempatan itu, saya sedikit membahas mengenai peristiwa perjuangan yang membuat 19 Desember diperingati sebagai Hari Bela Negara. Bagaimana upaya pihak TNI untuk tetap mengangkat senjata, bergerilya melawan militer Belanda. Yang pada akhirnya menunjukkan bahwa Indonesia masih eksis, Indonesia masih ada, dan karenanya segera memperoleh respons internasional yang sangat luar biasa.&lt;/p&gt;<br />
&lt;p&gt;&lt;img title=&#8221;IMG_20121219_103001&#8243; src=&#8221;http://aburizalbakrie.id/wp-content/uploads/2012/12/IMG_20121219_103001-300&#215;225.jpg&#8221; alt=&#8221;IMG_20121219_103001&#8243; width=&#8221;300&#8243; height=&#8221;225&#8243; /&gt;Apabila kita catat kembali hakikat peristiwa-peristiwa yang menandai 19 Desember tersebut, maka yang mengemuka adalah, adanya pesan utama agar karakter dan semangat perjuangan yang ada terus kita jaga, untuk terus mempertahankan empat pilar kebangsaan, yaitu: Pancasila, UUD Negara RI 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika. Karakter dan semangat perjuangan ini merupakan roh dan jiwa kita sebagai bangsa.&lt;/p&gt;<br />
&lt;p&gt;Dari sana kita bisa melihat, dulu di awal era kemerdekaan perjuangan bangsa dititik-beratkan untuk mempertahankan kedaulatan bangsa dan negara dari kolonialisme dan imperialisme. Sekarang, kita sebagai penerus perjuangan mereka memiliki perjuangan dengan cara yang berbeda dengan mereka, karena pada masa kini, orientasi perjuangan kita sebagai bangsa, dilakukan dengan memperkokoh empat pilar kebangsaan tersebut dan peningkatan kesejahteraan rakyat.&lt;/p&gt;<br />
&lt;p&gt;Peningkatan kesejahteraan rakyat merupakan “kata kunci” yang terus kita upayakan perwujudannya. Inilah yang menjadi concern Partai Golkar, dan tentu saja juga concern kita semua. Kesejahteraan rakyat merupakan bagian intergral dari cita-cita proklamasi kemerdekaan dan tujuan naaya sional sebagaimana termaktub dalam Pembukaan UUD 1945, yakni “Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia; memajukan kesejahteraan umum; mencerdaskan kehidupan bangsa; dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial”.&lt;/p&gt;<br />
&lt;p&gt;Tantangan yang kita hadapi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara  dewasa ini, tidak kalah kompleksnya dengan yang dihadapi para pejuang bangsa di masa revolusi fisik. Kita patut bersyukur, bahwa berbagai perubahan yang terjadi dalam empat belas tahun terakhir reformasi mengarah pada pemajuan dan pemantapan berbagai bidang kehidupan.&lt;/p&gt;<br />
&lt;p&gt;Demokrasi menjadi pilihan kita untuk mencapai kesejahteraan dan kemakmuran jasmani dan rohani. Kedaulatan dan kebebasan rakyat sebagai prasyarat utama demokrasi telah terpenuhi dengan baik. Namun kita juga tidak ingin, reformasi dan demokratisasi terjadi hanya di level superfisial saja, sedangkan political engagement dan kultur politik rakyat masih rendah. Kita tidak ingin, demokrasi justeru melahirkan anomali-anomali. Kita berharap pilihan demokrasi dapat memungkasi kegaduhan dan ketidak-teraturan yang disebabkan rendahnya kultur demokrasi di negeri ini. Hal ini penting saya tekankan, mengingat realitas politik yang ada dewasa ini lebih diwarnai oleh kegaduhan politik, di mana yang menonjol adalah intrik-intrik politik, politicking, bahkan fitnah politik, dan sangat sedikit kita jumpai adanya perdebatan konseptual di kalangan elite bangsa ini. Pada hal, sejatinya justeru perdebatan konseptual itulah yang harus dikedepankan, bila kita ingin menjadikan demokrasi sebagai jembatan menuju kesejahteraan rakyat dan kemajuan bangsa.&lt;/p&gt;<br />
&lt;p&gt;Selanjutnya, dalam kehidupan ekonomi Indonesia cukup memiliki daya tahan dan pertumbuhan yang solid. Ekonomi Indonesia mengalami pertumbuhan 2-3% di awal-awal Reformasi. Lalu, sejak tahun 2008, secara makro ekonomi nasional tumbuh sebesar 6,1%. Meski pernah turun pada tahun 2009, yakni hanya sebesar 4.5 %, laju perekonomian Indonesia terus bertumbuh dan berkembang 6,4%. Kini kita menikmati APBN 2013 sebesar 1.658 trilyun. Sebuah angka fantastis untuk membangun dan menggerakkan perekonomian bangsa.&lt;/p&gt;<br />
&lt;p&gt;Dari berkah pertumbuhan ekonomi tersebut, yang terpenting adalah bagaimana pertumbuhan tersebut dapat didistribusikan dan dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia secara adil dan merata, melainkan juga pemerataan pelaku pertumbuhannya itu sendiri. Sebab visi ekonomi Indonesia berbasis pada penguatan ekonomi kecil dan menengah. Rakyat perlu dilibatkan dalam cabang produksi dan pengelolaan sumber-sumber ekonomi, sebab UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Pasal 33 memandatkan kepada kita semua untuk menempatkan rakyat sebagai subyek atau pelaku pertumbuhan ekonomi dan pembangunan nasional.&lt;/p&gt;<br />
&lt;p&gt;&lt;img title=&#8221;IMG_20121219_103129&#8243; src=&#8221;http://aburizalbakrie.id/wp-content/uploads/2012/12/IMG_20121219_103129-300&#215;225.jpg&#8221; alt=&#8221;IMG_20121219_103129&#8243; width=&#8221;300&#8243; height=&#8221;225&#8243; /&gt;&lt;/p&gt;<br />
&lt;p&gt;Dalam konteks inilah, Hari Bela Negara menemukan maknanya yang hakiki bahwa, kita harus terus memperkokoh karakter dan jatidiri bangsa, melakukan yang terbaik bagi bangsa dan negara, tidak cepat menyerah, serta saling bersinergi satu sama lain dalam memperkokoh NKRI dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.&lt;/p&gt;<br />
&lt;p&gt;Saya selalu percaya bahwa kesejahteraan rakyat adalah kunci memajukan bangsa ini. Pengalaman saya selama ini sebagai Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat membuat saya semakin yakin bahwa kesejahteraan rakyat adalah kunci. Saya juga menjadi banyak tahu bagaimana cara memperjuangkan kesejahteraan rakyat.&lt;/p&gt;<br />
&lt;p&gt;Pengalaman saya di Papua, waktu mengatasi bencana kelaparan di Yahukimo juga menunjukkan pada saya bahwa kesejahteraan bisa menjadi solusi. Banyak saudara-saudara kita di sana yang selama ini mencoba memisahkan diri dari NKRI akhirnya bersedia meletakkan senjata dan kembali ke pangkuan NKRI, tatkala kesejahteraan mereka kita penuhi. (Baca kisah saya di Papua di &lt;a href=&#8221;http://aburizalbakrie.id/?p=582&#8243;&gt;tulisan ini&lt;/a&gt; dan &lt;a href=&#8221;http://aburizalbakrie.id/?p=1499&#8243;&gt;di sini&lt;/a&gt;)&lt;/p&gt;<br />
&lt;p&gt;Salah satu tekad saya untuk maju sebagai capres juga untuk mewujudkan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia. Karena itu, cita-cita yang saya bawa adalah: Indonesia yang mandiri dan sejahtera. Karena saya yakin sekali bahwa jika rakyat sejahtera maka bangsa akan maju.&lt;/p&gt;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aburizalbakrie.id/2012/kesejahteraan-rakyat-kunci-majukan-bangsa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
<!-- WP Super Cache is installed but broken. The path to wp-cache-phase1.php in wp-content/advanced-cache.php must be fixed! -->