Sejarah dan Pelaku Sejarah

Pidato Perayaan HUT Partai Golkar ke-48. Jakarta, 31 Oktober 2012

Yang saya muliakan Bapak Profesor BJ. Habibie, Presiden RI ke-3

Yang saya banggakan Bapak HM. Jusuf Kalla, Wakil Presiden RI periode 2004-2009

Yang saya hormati pimpinan Lembaga-Lembaga Tinggi Negara

Yang saya hormati para menteri Kabinet Indonesia Bersatu ke-2

Yang saya muliakan pimpinan partai-partai politik

Yang saya muliakan perwakilan negara-negara sahabat

Yang saya hormati Bapak Akbar Tanjung, serta seluruh jajaran Dewan Pertimbangan DPP Partai Golkar

Yang saya cintai seluruh pimpinan dan pengurus DPP, Ormas pendiri dan sayap Partai Golkar

Yang selalu saya banggakan pimpinan, pengurus dan kader DPD Partai Golkar dari berbagai tingkat dan daerah

Hadirin dan pemirsa di mana pun berada

Assalamu alaikum Wr. Wb.

Salam sejahtera untuk kita semua

Perkenankanlah saya mengajak kita semua untuk memanjatkan puji dan syukur kepada Allah SWT. Hanya atas rahmatnya kita dapat hadir di tempat ini merayakan Hari Ulang Tahun Golkar yang ke-48.

Hari ini kita merayakan sebuah kebersamaan, sebuah tonggak peristiwa kelahiran dari partai yang kita cintai ini. Ke depan, kita akan terus memohon restu kepada Allah SWT, serta terus berupaya sejauh mungkin agar pohon beringin tumbuh lebih besar lagi, dengan akar yang semakin kokoh menancap di Bumi Nusantara, serta dengan daun yang semakin rimbun menaungi rakyat dan bangsa Indonesia.

Pada kesempatan ini, saya ingin mengucapkan terimakasih yang sedalam-dalamnya kepada hadirin semua, termasuk kepada sahabat-sahabat dari partai politik yang hadir malam ini. Kehadiran ini adalah sebuah uluran persahabatan yang kami sambut dengan tangan terbuka.

Selain itu, saya juga ingin mengungkapkan kebanggaan dan apresiasi saya kepada pimpinan, kader dan pengurus Partai Golkar dari berbagai daerah yang dengan setia hadir pada malam hari ini, walaupun harus menempuh perjalanan yang cukup jauh. Pimpinan, pengurus dan kader di daerah adalah ujung tombak Partai Golkar. Indonesia maju karena daerah maju: Pohon Beringin akan tumbuh menjulang karena akar dan cabang-cabangnya diberbagai daerah berkembang dengan sehat dan subur.

Secara khusus, saya ingin mengucapkan selamat kepada kader partai yang berhasil menang dalam pilkada, serta telah atau akan menjadi gubernur, bupati dan walikota. Jadikanlah kekuasaan sebagai amanah untuk bekerja dengan giat dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat di wilayah masing-masing.

Kepada mereka yang sekarang ini sedang berjuang dalam proses pilkada untuk merebut atau mempertahankan kembali posisi kepemimpinan di berbagai lapisan, saya ucapkan selamat berjuang. Tingkatkan semangat, ewako, don’t stop komandan, rawe-rawe rantas, malang-malang putung, rebutlah kemenangan dengan terhormat.

Selain itu, kepada kader-kader partai yang telah berusaha sekuat mungkin, namun sayangnya masih belum berhasil dalam pilkada, saya sampaikan simpati dan penghargaan yang sedalam-dalamnya. Jangan patah semangat. Coba lagi di lain waktu, atau salurkan energi positif ke bidang kehidupan lainnya. Dalam kegelapan, jangan kutuk kelamnya malam, tetapi nyalakan pelita untuk meneranginya.

Kader yang menang dan kader yang kalah: Semua adalah tokoh-tokoh terbaik Partai Golkar, putra dan putri Bangsa Indonesia yang telah berupaya dan berkeringat untuk memberikan dharma bakti bagi masyarakat di wilayah masing-masing.

Dalam dunia politik, seperti juga dalam berbagai kehidupan lainnya, ada dua jenis manusia. Ada tipe yang hanya senang menonton dan memberi komentar, menjadi pengamat dengan melontarkan kritik atau pujian. Jenis yang satunya lagi adalah tipe pelaku, manusia yang ingin menjadi aktor sejarah dalam lingkungannya, betapapun kecil dan terbatasnya.

Yang paling mudah dan gampang adalah menjadi penonton dan pengamat, sebab mereka tidak harus menempuh resiko apapun. Malahan, seperti dalam pertandingan sepak bola, kaum pengamat yang selalu dianggap atau merasa diri lebih pintar.

Namun sesungguhnya, kemajuan dalam masyarakat terjadi karena didorong oleh manusia-manusia tipe pelaku. Sejarah didorong oleh aktor-aktor sejarah.

Dalam kehidupan selalu ada kalah dan menang, naik dan turun. Namun bagi manusia tipe pelaku, yang penting adalah tekad untuk berbuat, keberanian untuk mengambil risiko, terkadang dengan mempertaruhkan banyak hal, demi sebuah cita-cita, demi mewujudkan kehendak untuk memberi arti bagi lingkungan sekelilingnya.

Mereka merasakan betapa getirnya kekalahan, atau betapa manisnya buah kemenangan yang berhasil diraih. Keringat, kecemasan dan kegetiran di satu pihak, dan di pihak lain harapan, antusiasme dan kegairahan: Semua itu adalah elemen yang menggerakkan kehidupan, serta menjadi inspirasi bagi kita untuk ikut serta dalam proyek besar demokratisasi dan peningkatan kemajuan bersama.

Karena itulah, dari hati yang dalam, saya sampaikan salut dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada kader-kader Partai Golkar di seluruh penjuru Tanah Air yang telah mencoba menempuh jalan yang tak mudah itu.

Dalam menuju Pemilu 2014, saya juga menghimbau kepada seluruh kader dan fungsionaris partai yang akan maju sebagai caleg di berbagai tingkat, baik DPR maupun DPRD, untuk menjadikan semua itu sebagai sumber inspirasi, untuk menjadi manusia-manusia pelaku, aktor-aktor sejarah yang mengedepankan perbuatan, mengambil risiko, berkeringat, baik dalam meraih cita-cita pribadi, maupun dalam memberi sumbangsih kepada partai dan kepada bangsa yang kita cintai ini.

Barangkali, semua itu juga perlu saya katakan kepada diri saya sendiri. Sejujurnya, dalam saat-saat yang meletihkan saat berkeliling ke begitu banyak daerah sebagai kandidat presiden dari Partai Golkar, di hati kecil saya selalu terbersit pertanyaan. Apakah saya perlu melakukan semua itu? Tidakkah saya meminta pengorbanan yang terlalu besar dari istri dan keluarga saya? Kenapa saya tidak melewati hari-hari yang santai saja, liburan yang menyenangkan, tanpa beban politik dan kewajiban yang terus menggunung?

Untungnya, setiap kali pertanyaan demikian muncul, setiap kali pula saya mengatakan kepada diri saya bahwa pemilu dan posisi sebagai kandidat presiden bukanlah tentang nasib satu atau dua orang, termasuk nasib saya dan keluarga saya. Pemilu adalah sebuah proses politik yang mempertaruhkan nasib jutaan anak Indonesia. Begitu banyak anak-anak kita yang berharap akan kehidupan yang lebih baik. Begitu banyak rakyat Indonesia yang merindukan perbaikan nasib.

Seperti banyak kader Partai Golkar dan kader partai lainnya, saya tidak mungkin hanya menjadi penonton dan pengamat. Saya wajib mengambil peran. Saya harus memberi contoh dan berdiri di garis terdepan, dengan pengorbanan seberat apapun, untuk menawarkan harapan kepada mereka.

Apalagi, saya telah diberi berkah dan kesempatan untuk menempuh banyak pengalaman, di dunia usaha swasta maupun di kabinet pemerintahan. Dengan rahmat dan pengalaman ini, saya tidak boleh hanya menjadi penonton, tapi wajib menawarkan serta menyumbangkannya, betapapun mungkin kecil artinya, bagi kepentingan orang banyak.

Kalah dan menang adalah rahasia Allah SWT. Yang penting, saya, dan kita semua terus berusaha memberikan yang terbaik. Selebihnya adalah urusan sejarah dan perjalanan kehidupan.

Saudara-saudara yang saya muliakan

Hadirin yang saya hormati

Tahun ini Golkar telah berusia 48 tahun, suatu usia yang hampir mencapai setengah abad. Golkar adalah partai yang tertua di Indonesia, dengan segudang pengalaman dan akumulasi kearifan masa lalu. Walaupun relatif tua dalam umur, namun saya yakin, dalam soal semangat dan gairah untuk berbakti pada Ibu Pertiwi, Partai Golkar adalah partai yang paling muda dan penuh tenaga.

Dalam perjalanan partai kita, ada pasang dan surut, ada suka dan duka. Sejarah kita jadikan pelajaran, tapi bukan tujuan perjalanan. Kita petik hikmah dari masa lalu, namun tatapan mata Partai Golkar lurus ke depan.

Pemilu 2014 semakin dekat, mesin partai sudah mulai dipanaskan, barisan sudah mulai dirapatkan, dan tekad kita sudah semakin bulat.

Dengan restu Allah SWT, lewat kerja dan upaya kita bersama, Golkar akan kembali meraih kejayaan. Kita sudah menetapkan tujuan besar, Dwi Karsa Nusa Bhakti, yaitu menang dalam Pemilu Legislatif, serta menang dalam Pemilu Presiden.

Sekarang saya ingin bertanya kepada semua kader dan pengurus yang ada di ruangan ini: Apakah saudara-saudara siap untuk menang?… Apakah saudara-saudara siap untuk bekerja keras?… Apakah Golkar siap untuk terus maju pantang mundur?…. (Terimakasih. Terimakasih).

Sebagai Ketua Umum, saya tidak akan pernah bosan untuk berkata bahwa pengabdian pada partai adalah sebentuk pengabdian pada Tanah Air. Kita berjuang merebut kemenangan dalam Pemilu 2014 bukan demi kekuasan dan kursi semata. Kekuasaan akan kita manfaatkan untuk mewujudkan sebuah negeri yang lebih maju lagi, untuk sungguh-sungguh meningkatkan kesejahteraan rakyat, serta untuk menegakkan pemerintahan yang kuat, adil, dan bertanggung jawab.

Kita akan memajukan semua golongan, termasuk mereka yang memilih atau yang menjadi pendukung partai politik lainnya. Walaupun warna berbeda-beda, kita mencintai dan menjadi bagian dari bangsa yang sama, yaitu bangsa Indonesia.

Karena itu pula, pada kesempatan ini saya ingin menghimbau saudara-saudara kita yang menjadi pimpinan dan pengurus partai-partai politik lainnya: Marilah kita mempererat tali silaturahmi. Menjelang Pemilu 2014, marilah kita berlomba dalam kebaikan, bersaing secara terhormat untuk merebut kepercayaan rakyat.

Dalam kampanye, semua spektrum warna politik akan bercahaya, memoles diri, memberi puisi dan janji-janji – namun semua ini perlu dilandasi dengan sebuah kesadaran bahwa manakala kepentingan bangsa yang menjadi pertaruhannya, maka semua spektrum warna tersebut harus melebur dan merapatkan barisan di bawah satu bendera, yaitu Merah Putih yang gagah dan berkibar.

Di samping semua itu, kita tidak pernah boleh lupa bahwa politik harus mengandung sebuah substansi, sebuah rumusan untuk menunjukkan arah bagi kemajuan bersama. Oleh karena itulah, kepada seluruh bangsa Indonesia, Golkar menawarkan sebuah formula, yaitu Catur Sukses Pembangunan Nasional, yang merupakan kombinasi dari kearifan lama dan cakrawala baru peningkatan kemajuan Indonesia.

Formula ini berisi empat elemen: yaitu pertumbuhan ekonomi yang tinggi; pemerataan yang adil dan memberdayakan rakyat; stabilitas politik di alam demokrasi; serta nasionalisme baru untuk meneguhkan jatidiri bangsa di zaman globalisasi.

Semua elemen ini sangat relevan, di masa kini atau di masa mendatang. Misalnya dalam soal stabilitas, justru akhir-akhir isunya menjadi sangat mendesak, dengan merebaknya lagi konflik-konflik berdarah yang menyedihkan, baik di Lampung maupun di Poso. Kita harus segera merumuskan cara agar prinsip mulia Bhineka Tunggal Ika tetap menjadi payung kita bersama, dalam suasana yang damai dan harmonis.

Formula Catur Sukses Pembangunan Nasional akan diwujudkan dalam berbagai kebijakan pemerintahan. Sekarang semua itu sedang dimatangkan oleh Tim Blueprint Partai Golkar, untuk kemudian dibingkai dalam sebuah konsepsi besar, yaitu Visi Indonesia 2045.

Insya Allah, dengan dukungan seluruh rakyat, dengan kekuasaan yang akan kita raih, serta dengan formula kebijakan yang sudah matang, Partai Golkar akan meletakkan fondasi yang lebih kokoh bagi transisi besar bangsa Indonesia untuk naik kelas, dari negara berkembang menjadi negara maju.

Semua itu mampu dan harus kita capai sebelum Indonesia berusia seabad, yaitu sebelum Perayaan Proklamasi Tahun 2045.

Jika prestasi besar itu berhasil kita raih, maka Partai Golkar patut merasa bangga, karena kerja keras kita berujung pada hasil yang kongret dan bermanfaat bagi generasi-generasi bangsa selanjutnya.

Itulah makna sesungguhnya dari perjuangan politik kita di masa kini. Kita memilih menjadi manusia-manusia pelaku, menjadi aktor-aktor sejarah yang berkeringat dan menempuh segala resiko, untuk pada akhirnya mempersembahkan semua itu pada kemajuan Tanah Air, serta kepada perbaikan nasib rakyat serta anak-anak mereka.

Golkar adalah partai yang tidak meminta, tetapi selalu memberi. Golkar tidak pernah berharap, tetapi selalu membuka harapan bagi kemajuan semua golongan.

Akhirnya, sebagai penutup, saya ingin menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah ikut menyukseskan terselenggaranya Rapimnas ke-4 dan Perayaan HUT Golkar yang ke-48.

Sebagai hadiah buat panitia, dan sebagai bagian dari tradisi retorika Partai Golkar, perkenankanlah saya menutup pidato ini dengan sebuah pantun:

Duduk bersila di tepi pantai

Jangan lupa bakar ikannya

Merebut kembali kejayaan partai

Kader Beringin bersatu tekadnya

Selendang kuning gadis rupawan

Di tiup angin melayang-layang

Padi menguning di bawah awan

Membawa kabar Golkar menang

Wabillahi taufiq walhidayah

Wassalamualaikum Wr. Wb.

  1. No comments yet.

  1. No trackbacks yet.