Bertukar Gagasan di blog.aburizalbakrie.id

foto-ical-update2-300x300

Usia saya sekarang 63 tahun dan baru sekarang ini saya menulis blog. Kata anak muda sekarang, saya ini termasuk generasi ‘gaptek.’ Tapi, tidak pernah ada kata terlambat, bukan?

Saya, terus terang saja, memang belum lama menggunakan twitter dan BlackBerry. Saya tertarik mengikuti perkembangan teknologi informasi dan media jejaring sosial ini karena melihat dampaknya yang begitu besar terhadap kehidupan kita saat ini. Jarak dan waktu seperti tak ada batasnya lagi. Dalam sekejap, saya bisa bercakap-cakap dengan orang dari segala lapisan, tua maupun muda. Melalui twitter saya (@aburizalbakrie) banyak orang yang tidak saya kenal sebelumnya, tiba-tiba muncul menyapa saya. Senang rasanya bisa bercakap-cakap seperti ini, meski di dunia maya.

Hanya saja, percakapan di twitter terasa amat terbatas, cuma bisa 140 karakter sekali tweet. Karena itu, supaya bisa mengobrol lebih intensif dan panjang, pada hari ini saya meluncurkan blog ini—yang atas saran dan bantuan sejumlah kawan lalu dipadukan dengan twitter, facebook, flickr, dan youtube. Semua hal di sini bisa kita diskusikan secara terbuka, termasuk untuk dikritik dan didebat.
*** Selengkapnya…

Cerita Tak Terlupakan Saat Bang Ical Memimpin Kadin

Oleh: Dewi Motik Pramono

Pengusaha ternama. Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani). None Jakarta, Ratu Luwes Ikatan Mahasiswa Djakarta (Imada) dan Ratu Jakarta Fair pada 1968. Pendiri Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (Iwapi).

Pertemanan yang cukup lama membuat hubungan saya dan Bang Ical tumbuh seperti saudara. Kami bisa berbicara tentang banyak hal, mulai dari masalah bisnis hingga keluarga. Kami juga bisa saling melempar kritik dan bercanda. Bahkan ketika banyak orang tidak berani menyampaikan kritik kepadanya, saya bisa.

Saya mengenal Bang Ical sejak massa kanak-kanak. Kebetulan kami bertetangga di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Orang tua kami juga berteman baik. Meski selisih usia sekitar tiga tahun, tapi kami sering bermain bersama, karena kebetulan saya juga berteman dengan adik Bang Ical yaitu Roosmania Odi Bakrie. Selengkapnya…

Saat Terong Balado Bertemu Lidah

Berbicara tentang makanan memang tiada habisnya. Apalagi kalau kita berbicara tentang makanan favorit. Seru dan menarik, karena bagi sebagian orang, makanan merupakan media untuk menikmati hidup.

Salah satu makanan favorit saya: terong balado. Makanan ini berupa masakan tumis dari irisan sayur terong yang dipadu dengan ulekan sambal. Selain nikmat, masakan tradisional ini ternyata memiliki sejumlah keuntungan bagi penggemarnya.

Paling tidak saat memasukkan kata kunci ‘manfaat terong’ dalam mesin pencari di internet muncul ribuan artikel yang seolah berlomba menunjukkan keunggulan terong. Banyak yang menyebut sayur ungu itu berkhasiat untuk menurunkan kolesterol. Ada juga yang mengatakan terong dapat menghambat pembentukan plak-plak lemak.

terong-balado4-300x225Salah satu penelitian memaparkan bahwa terong juga bekerja sebagai antioksidan yang menghalangi pembentukan radikal bebas, sehingga membantu melindungi kerusakan sel membran dan menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh. Terong merupakan sumber asam folat dam kalium.

Masakan lain yang juga menjadi favorit saya adalah telur balado, semur, dan tempe orek. Sama halnya terong balado, telur balado juga memadukan telur sebagai bahan utama dengan ulekan sambal. Sedangkan tempe orek adalah irisan tempe kering dengan rasa pedas manis. Selengkapnya…

Loyalitas Pak Ical pada Tenis Luar Biasa

Yustejo-11-300x225Oleh: Yustedjo Tarik

Petenis terbaik Indonesia. Peraih medali perak tenis junior se-Asia di Jepang, pada 1972. Medali emas SEA Games di Jakarta, 1979. Meraih emas Asian Games New Delhi, India, 1982.

Kecintaan pada dunia tenis membingkai hubungan persahabatan kami. Saya kebetulan atlet tenis nasional yang berjaya di era 1980-an dan kini menjadi pelatih tenis. Sedangkan Pak Ical adalah pengusaha yang memiliki kecintaan luar biasa pada cabang olahraga tenis.

Kami pertama kali bertemu sekitar tahun 1986. Kala itu, Pak Ical hadir menyaksikan pertandingan tenis pada acara Asian Games di Seoul, Korea Selatan. Pak Ical memang sangat antusias menyaksikan atlet tenis nasional berlaga di kejuaraan tingkat dunia.

Sejak saat itu kami sering bertemu dalam sejumlah kejuaraan tenis. Kebetulan, Pak Ical sering menjadi sponsor dalam sejumlah kegiatan yang berhubungan tenis. Dan, beliau juga sering mengajak kami para atlet bermain tenis bersama.

Hingga akhirnya, secara tidak disengaja terbentuk satu tim pecinta tenis yang terdiri dari delapan orang, termasuk saya dan Pak Ical. Empat di antaranya adalah atlet tenis profesional. Dan, saat ini, kami memiliki jadwal rutin bermain tenis seminggu dua kali di Klub Rasuna, Kuningan, Jakarta Selatan, milik Pak Ical. Selengkapnya…

Geng Kami Bernama ARIA

Lingga-Karim31-300x218Oleh: Lingga Karim, Sahabat Lama

Lebih 55 tahun kami berteman baik. Bermula dari sebuah sekolah taman kanak-kanak (TK) bernama Perwari di kawasan Pegangsaan, Menteng, Jakarta, persahabatan kami berlanjut.

Selepas TK, kami kembali dipersatukan dalam SD dan SMP yang sama. Masih di kompleks sekolah Perwari. Kami berpisah saat menginjak SMA. Saya di SMAN 1 Jakarta. Sedangkan Pak Aburizal memilih SMAN 3 Jakarta. Meski berbeda sekolah kami tetap dipersatukan dalam sebuah geng bernama: A-R-I-A.

Geng A-R-I-A terbentuk sejak kami masih duduk di bangku SD. A-R-I-A merupakan akronim dari nama-nama anggota geng yaitu dokter Imral yang akrab disapa Al (A), almarhum Rizal Irwan (R), saya sendiri Lingga yang biasa dipaggil Ingga (I), dan Pak Aburizal (A).

Bersama geng A-R-I-A, kami sering menghabiskan waktu bermain bersama. Kebetulan orangtua kami juga saling mengenal sehingga hubungan berlanjut bak keluarga. Kedekatan antaranggota geng A-R-I-A terjalin hingga masa kuliah. Kala itu, Rizal dan Pak Aburizal kuliah di ITB, sedangkan saya dan Al kuliah di Jakarta. Namun, meski terpisah kota, kami tetap berkumpul saat waktu luang atau libur.
Ada peristiwa yang tak terlupakan semasa kami kuliah. Kala itu, bersama geng A-R-I-A dan sejumlah teman lainnya perempuan dan laki-laki, kami berlibur ke Kepulauan Seribu. Saat itu kami semua masih single, belum ada yang menikah. Selengkapnya…

Perjalanan Hidup

[media id=13 width=460 height=380]

Perjalanan Karir

[media id=14 width=460 height=380]

Golkar Harus Menjadi The Party of Ideas

ical-menang-300x225Disampaikan dalam Pidato HUT Partai Golkar, Jakarta, 20 Oktober 2009

Pertama-tama saya ingin mengucapkan terimakasih dan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada hadirin semua yang telah menyempatkan diri untuk hadir pada malam yang berbahagia ini. Kepada seluruh kader, simpatisan, dan masyarakat umumnya di seluruh Tanah Air, saya ingin menyampaikan salam hangat saya serta apresiasi terhadap simpati dan dedikasi yang telah diberikan kepada Partai Golkar selama ini.

Secara khusus saya ingin mengucapkan selamat dan penghargaan setinggi-tingginya kepada tokoh-tokoh yang menerima penghargaan khusus malam ini. Bapak Almarhum Jendral Purnawirawan Soeharto adalah penerima Anugrah Abdi Luhur, yang menandakan pengabdian yang luar biasa kepada bangsa dan Tanah Air, khususnya kepada peletakan dasar-dasar Partai Golkar di masa lalu. Selain itu, Bapak Muhamad Jusuf Kalla dan Ibu Sulaskin Murpratomo adalah penerima Anugrah Bhakti Utama.Kepada ketiga tokoh bangsa ini, bukan hanya saya dan kader Golkar, tetapi seluruh bangsa Indonesa patut menghaturkan penghargaan dan ungkapan terima kasih yang sedalam-dalamnya.

Penghargaan kita sampaikan bukan karena kita ingin tenggelam di masa lalu. Tetapi justru untuk menghadapi masa depan dengan lebih baik. Sejarah adalah guru terbaik. Bangsa besar adalah bangsa yang tidak pernah melupakan pahlawannya, dan pada saat yang sama mampu menatap ke depan, menghapi tantangan seberat apapun, dengan kepala tegak dan tekad yang bulat. Selengkapnya…