Aburizal Orang yang Berani dan Tegas

Jendral TNI (Purn.) Luhut B. Panjaitan

Pendiri dan Komandan Pertama Detasemen 81 Anti Teror Kopassus, Mantan Menteri Perindustrian dan Perdagangan.

13640150033_0c946a15fc_bSaya sudah lama mengenal Aburizal Bakrie, yang sekarang dikenal dengan panggilan ARB. Saya sudah mengenal dia sejak masih bertugas di Timor Timur. Saya seorang tentara dan dia seorang pengusaha.

Di mata saya, Aburizal adalah teman yang baik. Sebagai seorang teman, dia adalah pribadi yang sangat hangat dan setiakawan. Dia juga sosok yang pandai berbisnis dan memimpin organisasi.

Persahabatan saya dengan Aburizal yang sudah puluhan tahun berlanjut saat dia menawari saya untuk masuk ke Partai Golkar sebagai dewan pertimbangan (wantim). Saat itu Aburizal terpilih sebagai Ketua Umum Partai Golkar. Awalnya saya enggan, karena saya sedang sibuk meniti usaha saya waktu itu. Tapi Aburizal ini kawan baik saya, sehingga saya tidak bisa menolak permintaannya. Akhirnya saya membantu dia di Golkar.

Sampai akhirnya teman saya ini maju sebagai calon presiden. Saya mendukung penuh langkah dia. Saya ingin mengantarkan dia. Bukan hanya sebagai seorang sahabat lama, tapi juga karena saya tahu siapa Aburizal Bakrie. Saya tahu kapasitasnya. Dia memiliki kapasitas yang diperlukan untuk menjadi seorang pemimpin bangsa.

Aburizal punya pengalaman organisasi yang cukup lengkap, dia juga menguasai masalah ekonomi dan kebangsaan, dan yang tak kalah penting, dia juga punya ketegasan dan keberanian. Ketegasan dan keberanian ini penting untuk memimpin bangsa sebesar dan sekompleks ini.

Negeri ini butuh pemimpin yang tegas dan tidak ada keragu-raguan. Keragu-raguan itu saya jamin tidak ada pada dia. Kalau ada, tidak mungkin saya berteman lama sama dia. Saking beraninya Aburizal ini, dulu saya pernah berkata pada dia:

“Coba kita kenal dari dulu, sudah gue suruh masuk Kopassus lu”

Itu saya katakan karena teman saya ini memang seorang yang pemberani. Waktu di Kupang kemarin, di depan tokoh agama saya bilang Aburizal ini orang yang pemberani dan tidak pernah ragu-ragu, Aburizal yang ada di samping saya bilang begini:

“Kalo ragu ya bisnisnya ndak akan maju,” ujarnya sambil tersenyum.

Selain itu, saya juga melihat Aburizal ini orang yang mengerti kondisi masyarakat dan apa yang diinginkan masyarakat. Ketika menjadi Menko Kesra, banyak hal yang sudah dikerjakaannya, mulai dari mengatasi kelaparan di Yahukimo, yang kemudian membuat banyak pemberontak OPM menyerah karena merasa diperhatikan, program Kredit Usaha Rakyat (KUR), PMPM, dan lain sebagainya. Soal mensejahterakan rakyat, Aburizal sudah menunjukkan buktinya.

Kalau pun disebut kekurangannya yaitu soal Lumpur Sidoarjo, saya melihat ini adalah kekurangan yang dibuat-buat orang atau lawan politik. Saya juga pengusaha pengeboran, jadi tahu betul Lapindo tidak bersalah, dan keputusan pengadilan (MA) juga menyatakan tidak bersalah. Selain itu, saham Bakrie di Lapindo saat itu juga kecil.

Namun meski tidak bersalah dan dikuatkan secara hukum, Bakrie tetap membantu korban bahkan sampai keluar uang Rp9 triliun. Dia membayar tanah korban 20 kali NJOP atau 20 kali harga aslinya. Coba bayangkan, betapa baiknya kawan saya dan Keluarga Bakrie ini.

Soal Lapindo ini saya bicara fakta. Saya bukan membela dia karena teman saya. Saya utarakan fakta biar publik tahu apa yang sebenarnya. Saya tidak tega juga dia digitukan orang.

Dari itu semua, saya melihat Aburizal ini memang layak jadi presiden. Saya melihat semua capres, tidak ada capres yang tidak saya kenal. Dari semuanya saya membuat matriks. Saya lihat plus dan minus tiap tokoh, kemudian saya simpulkan.

Kesimpulannya, di antara capres yang lain Aburizal Bakrie adalah yang terbaik. Saya yakin di tangan Aburizal Indonesia ini akan menjadi negara yang maju dan sejahtera.

Padi Sudah Menguning, Ayo Rek Kita Panen Raya!

Pidato Kampanye Terbuka Pamungkas SURABAYA, 5 APRIL 2014

BkccnETCUAAAo6lAssalamu’alaikum Wr. Wb.

Salam sejahtera bagi kita semua,

Dulur-dulurku kabeh, Arek-arek Suroboyo,

Saudara-saudaraku sesama anak bangsa yang saya banggakan !

Perkenankan saya memulai pidato kampanye ini dengan mengajak kita semua untuk memanjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT, Tuhan yang Maha Esa, karena atas izin dan rahmatnya-Nya, kita semua dapat bersama-sama hadir dalam kampanye terbuka pamungkas Partai GOLKAR di Suroboyo ini, yang dikenal sebagai KOTA PAHLAWAN, kota terbesar kedua di Indonesia setelah Jakarta,

Untuk menghangatkan suasana, terlebih dahulu saya ingin menyapa dulur-dulurku kabeh Arek-arek Suroboyo, warga Jawa Timur yang ada di sini: YAK OPO KABARE REK? (Terimakasih).

Alhamdulillah, saya sangat bangga sekaligus bahagia berada di tengah-tengah arek-arek Suroboyo, warga Jawa Timur, yang semangat kepahlawanannya tak pernah padam, tetap berkobar hingga saat ini. Masih terngiang-ngiang dalam ingatan kita, ketika Bung Tomo, Pahlawan Nasional berpidato dengan berapi-api memekikkan Takbir Allahu Akbar, yang mampu membangkitkan semangat arek-arek Suroboyo dalam mengusir penjajah dan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia! Mari kita pekikkan bersama Takbir : Allahu Akbar… Allahu Akbar…. Allahu Aakbar…! Terima kasih.

Dengan semangat kepahlawanan itulah, kita songsong kebangkitan Indonesia melalui Partai GOLKAR! Kemenangan Partai GOLKAR merupakan kemenangan bangsa Indonesia, kemenangan kita semua. Dengan kemenangan Partai GOLKAR, kita songsong masa depan bangsa Indonesia yang bersatu, lebih maju, lebih mandiri, lebih adil dan sejahtera.

Apakah saudara-saudara sanggup memenangkan Partai GOLKAR? (Dijawab: sanggup!) Sekali lagi, apa sanggup ? Terimakasih.

Dulur-dulurku kabeh, Arek-arek Suroboyo dan saudara-saudaraku sesama anak bangsa yang saya banggakan !

Selama kampanye terbuka dilakukan, dan bahkan jauh sebelum itu, sebagai Ketua Umum DPP Partai GOLKAR, Saya telah melakukan perjalanan panjang, saya melakukan road show ke berbagai daerah di Indonesia. Saya blusukan dari desa ke desa di pelosok-pelosok Nusantara, saya menyapa dan berdialog dengan berbagai lapisan masyarakat, saya mendengar pikiran dan kata hati mereka.

Saya tahu para petani kita di desa-desa dihadapkan pada banyak kendala, pupuk yang langka, kredit pertanian yang sulit didapatkan, gagal panen, hingga anjloknya harga-harga hasil pertanian, bahkan adanya “lintah darat” yang mempermainkan mereka.

Saya juga tahu apa yang dirasakan para nelayan; para buruh dan pekerja; para pedagang di pasar-pasar tradisional; para guru di pelosok-pelosok tanah air, dan berbagai profesi sehari-hari masyarakat lainnya. Saya mencatat di mana-mana rakyat masih hidup dalam keterbatasan. Dan itu mereka rasakan bertahun-tahun, seolah nasib mereka tak bisa berubah, dan tidak punya masa depan!

AKU NGERTI SING DIRASAKNO PETANI, DIRASAKNO BURUH! PEKERJA! NELAYAN! GURU! SOPIR! TUKANG OJEK! PEDAGANG DI PASAR-PASAR TRADISIONAL! PEDAGANG KAKI LIMA! DAN BERBAGAI JENIS PEKERJAAN LAIN. AKU NGERTI KABEH!

Itulah yang menggugah Saya bersama Partai GOLKAR tampil berjuang melakukan perubahan untuk perbaikan nasib rakyat Indonesia. Partai GOLKAR punya konsep untuk itu! Partai GOLKAR juga punya SDM yang mumpuni! Kita punya tekad dan semangat untuk bersama-sama melakukan perbaikan dan peningkatan kesejahteraan rakyat untuk kemajuan kita bersama sebagai bangsa yang besar!

Saudara-saudara sekalian yang saya cintai,

Karena itulah, pemilu merupakan momentum kita semua untuk mengubah nasib bangsa; mengembalikan takdir kita sebagai negara sejahtera, maju, mandiri, kuat, adil dan makmur dalam lindungan Allah SWT, GEMAH RIPA LOH JINAWI! BALDATUN THAYIBATUN WARABBUN GHAFUR!. Maka, marilah arek-arek Suroboyo dan seluruh masyarakat Indonesia, kita manfaatkan hak pilih kita dengan sebaik-baiknya. OJO DADI GOLPUT REK, GOLKAR WAE ! Jangan Golput, GOLKAR SAJA! Suara kita adalah penentu masa depan Indonesia.

Melalui momentum Pemilu 2014 ini, saya mengajak untuk menetapkan pilihan yang tepat. Karena dengan menetapkan pilihan yang tepat, kita semua turut berpartisipasi dalam mewujudkan masa depan bangsa yang lebih baik. Kita lah yang akan menemukan hari depan yang gemilang, kalau mau berihtiar dengan sungguh-sungguh! Firman Allah dalam Al Qur’an, Surat Ar-Ra’d Ayat 11 : INNALLAHA LA YUGAYYIRU MABI-QAUMIN, HATTA YUGAYYIRU MA BI-ANFUSIHIM. Artinya: Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum, suatu bangsa, kecuali mereka berihtiar merubah nasibnya sendiri.

Apakah Arek-arek Suroboyo dan kita semua sebagai bangsa siap untuk mengubah nasib rakyat dan bangsa kita ? (Dijawab siap, terima kasih).

Saudara-saudara sekalian yang saya cintai,

Untuk itu, kita jangan salah pilih. Partai GOLKAR adalah pilihan yang tepat. Mengapa? Karena, kemenangan Partai GOLKAR dipersembahkan kepada seluruh bangsa Indonesia dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote. Partai GOLKAR lahir sebagai benteng Pancasila, pengawal NKRI, pelaksana UUD 1945, dan perekat Bhinneka Tunggal Ika.

Partai GOLKAR adalah motor pembangunan, sekaligus anak kandung semangat pembaruan Indonesia. Itulah karakter utama Partai GOLKAR sebagai partai karya kekaryaan, partai programatik, partai yang mengedepankan ide dan gagasan sebagai instrumen politiknya! Jika Partai GOLKAR kuat, Indonesia juga akan semakin kuat. Apabila Partai GOLKAR semakin besar, Insya Allah rakyat Indonesia akan semakin maju, damai, bersatu dan sejahtera.

Apakah Saudara yakin? (Dijawab: yakin, terimakasih). Sekali lagi, apakah saudara-saudara yakin? (Dijawab: yakin, terimakasih).

Dulur-dulurku kabeh, Arek-arek Suroboyo dan Saudara-saudaraku sesama anak bangsa yang saya banggakan !

Partai GOLKAR juga, memiliki sejarah yang sarat dengan prestasi pembangunan! Partai GOLKAR memiliki rekam jejak yang jelas dalam mengupayakan kesejahteraan rakyat. Itu semua tidak dapat dipungkiri! PANTES REK GOLKAR PILIHAN AWA’E DEWE KABEH! Betul? (Dijawab: betul! Terimakasih).

Dalam berbagai kesempatan, saya menangkap perasaan sebagian besar rakyat Indonesia yang menginginkan kesejahteraan yang lebih baik bagi mereka. Mereka menginginkan rasa aman dan damai, kebutuhan pokok tersedia dengan murah dan terjangkau harganya. Mereka juga menginginkan kembalinya posyandu, penyuluh pertanian dan swasembada pangan. Sebab itu, wajar, apabila belakangan ini muncul kalimat yang seolah disampaikan Pak Harto, “PIYE LE, ENAK JAMANKU THO?” Atau dalam dialek Jawa Timuran, “YOK OPO REK, ISEK ENAK JAMANKU TOH?”

Namun, secara jujur harus diakui bahwa masa lalu juga pasti ada kekurangan dan menjadi sorotan berbagai kalangan, terutama aspek pembangunan politik yang dinilai tidak demokratis. Namun, hal itu pun telah dikoreksi langsung oleh B.J. Habibie sebagai Ketua Harian Dewan Pembina GOLKAR, yang pada saat menjadi Presiden dengan mengambil kebijakan yang meletakkan dasar-dasar demokratisasi melalui percepatan pemilu, kebijakan pembentukan partai-partai politik, pembebasan para tahanan politik, dan membuka ruang kebebasan pers. Ini semua menunjukkan GOLKAR telah mengambil kepeloporan dalam meletakkan dasar-dasar demokrasi dan kebebasan pers di Indonesia, yang melengkapi prestasi pembangunan pada masa Orde Baru.

Lebih dari itu semua, komitemen Partai GOLKAR bagi terwujudnya masa depan kehidupan bangsa yang lebih baik. Partai GOLKAR sudah memiliki konsep pembangunan Indonesia ke depan yang dirumuskan dalam Visi Negara Kesejahteraan, yakni visi untuk mewujudkan negara kesejahteraan, yaitu Indonesia yang bersatu, bermartabat, maju, mandiri, adil dan sejahtera.

Saudara-saudara sekalian yang berbahagia,

Salah satu prinsip dasar dalam visi tersebut, Partai GOLKAR mengedepankan paradigma : MEMBANGUN INDONESIA DARI DESA sebagai sebuah strategi untuk percepatan dan pemerataan pembangunan bangsa.

Sejak tahun 2010, Partai GOLKAR secara jelas dan tegas mengambil kepeloporaan bagi terwujudnya Undang-undang tentang Desa, dan dana desa sebesar 1,2 miliar rupiah per desa.

MEMBANGUN INDONESIA DARI DESA dilakukan untuk membangun dan memperkuat sentra-sentra ekonomi rakyat di desa-desa. Partai GOLKAR mendorong setiap daerah memiliki produk unggulan yang dapat dibanggakan, disertai dengan pembentukan dan pembangunan Pusat Informasi dan Pemasaran Produk Unggulan Daerah. Pengembangan koperasi dan usaha mikro, kecil dan menengah (UKMK) harus didukung sepenuhnya untuk mendapatkan fasilitas yang dibutuhkan, sejalan dengan itu, ekonomi kreatif dan “home industry” tumbuh di desa-desa disertai lahirnya pengusaha-pengusaha di daerah secara merata dan mandiri.

Saudara-saudara sekalian yang berbahagia,

Partai GOLKAR mendorong terwujudnya reformasi birokrasi, sehingga keberadaan dan kiprah aparatur birokrasi dari tingkat pusat hingga ke desa-desa dapat melakukan pengabdiannya secara profesional, bersih, dan efektif dalam melayani masyarakat. Sehingga, tidak ada lagi hambatan birokrasi dalam berinvestasi maupun dalam pelayanan sosial masyarakat. Sejalan dengan itu, pemberantasan korupsi harus terus ditingkatkan secara sistematis, tanpa pandang bulu dan tidak tebang pilih, rakyat Indonesia, apapun status dan posisinya, memiliki kedudukan yang sama di depan hukum, sehingga harus diberikan perlakuan hukum secara adil.

Pendidikan menjadi perhatian utama Partai GOLKAR. Karena itulah, Partai GOLKAR mendorong peningkatan keterjangkauan masyarakat terhadap pendidikan yang berkualitas, mempepolori terwujudnya pendidikan gratis dua belas tahun, sehingga tidak ada lagi anak petani, anak nelayan, anak buruh dan pekerja, anak orang tidak mampu yang tidak dapat sekolah karena alasan biaya.

Partai GOLKAR juga mempelopori terwujudnya program kesehatan yang berkualitas, sekaligus dapat diakses oleh segenap lapisan masyarakat, termasuk memberikan pelayanan kesehatan secara gratis bagi warga tidak mampu. Sehingga, akses bagi kesehatan tidak lagi dimonopoli oleh mereka yang kaya, dan tidak ada lagi warga miskin yang ditolak di rumah sakit-rumah sakit. Bila masih ada rumah sakit yang menolak, harus diberikan tindakan yang tegas! Apa semua setuju ? (dijawab : Setuju). Sekali lagi, apa setuju ? Terima kasih.

Saudara-saudara sekalian yang berbahagia,

Partai GOLKAR mendorong pengembangan industri dalam kerangka membangun Indonesia dari Desa, guna menyerap lapangan kerja dan mendorong percepatan serta pemerataan pembangunan. Pengembangan industri manufaktur, industri pangan, industri transportasi, industri pertambangan, industri perikanan, industri perkebunan, dan industri-industri strategis lainnya diarahkan untuk memberi sumbangan terhadap pemenuhan kebutuhan dalam negeri, mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap produk luar negeri, yang pada gilirannya akan mendorong kemajuan ekonomi bangsa dan meningkatkan daya saing nasional.

Sebagai negara agraris, mayoritas penduduk Indonesia bekerja di sektor pertanian dan sekitar 65 persen dari penduduk miskin tinggal di desa-desa. Karena itu, Partai GOLKAR mempelopori terpenuhinya kebutuhan para petani, baik kebutuhan pupuk, bibit yang tepat waktu, kemudahan fasilitas kredit pertanian, pembangunan irigasi, maupun kebutuhan-kebutuhan penting lainnya, sehingga para petani dapat melakukan kegiatan pertaniannya dengan baik, dan tentu secara otomatis kesejahteraan petani meningkat. Partai GOLKAR mendorong terwujudnya swasembada dan ketahanan pangan, sehingga kita tidak lagi bergantung pada impor produk-produk pertanian, seperti yang terjadi selama ini.

Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia, lebih dari 70 persen wilayahnya terdiri dari laut, lebih dari 81.000 km garis pantai dengan semua sumberdaya hayati dan non-hayati yang terkandung dalam laut tropis. Karena itu, Partai GOLKAR mendorong “blue economy” yakni pembangunan kelautan dan perikanan. “Blue economy” ditandai oleh penguatan peran para pengusaha di sektor kelautan dan perikanan; memelihara kelestarian lingkungan, dan memerangi pencurian hasil laut secara ilegal atau “ilegal fishing”; dan yang terpenting adalah meningkatkan kemampuan dan kemandirian para nelayan yang ditunjang oleh fasilitas usaha dalam meningkatkan produktivitas, taraf hidup dan kesejahteraanya.

Saudara-saudara sekalian yang berbahagia,

Partai GOLKAR mempelopori pembangunan infrastruktur yang memperkuat konektivitas antar-desa, antar-kecamatan, antar-kabupaten/kota, antar-provinsi dan antar-pulau yang dinamis dan produktif. Karena itu, harus ada pembangunan jalan-jalan desa dan lintas daerah, pelabuhan-pelabuhan, bandara-bandara, terminal-terminal dan pusat-pusat penting antar-daerah harus terus dilakukan. Sehingga, semua itu menjamin distribusi barang dan jasa, antar-desa, antar-kota, antar-provinsi, antar-pulau, sehingga mendorong percepatan dan pemerataan pembangunan bagi kesejahteraan rakyat.

Dalam rangka untuk mengurangi kemiskinan dan meningkatkan taraf hidup sebagian besar rakyat di pedesaan, Partai GOLKAR mengambil kepeloporan melalui inovasi-inovasi kebijakan yang berpihak kepada rakyat, misalnya melalui PNPM dan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Maaf, secara jujur saya ingin sampaikan apa adanya, bahwa PNPM dan KUR adalah program yang saya cetuskan ketika masih menjabat sebagai Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat dan disetujui oleh Presiden. Ke depan Partai GOLKAR secara konsisten mengambil kepeloporan dalam menggulirkan program-program semacam itu, bahkan anggarannya harus semakin ditingkatkan. (Kalau anggarannya ditambah, apa setuju ? Sekali lagi, setuju ? Terima kasih).

Dalam rangka pemenuhan kepentingan nasional dan pemanfaatan sumberdaya alam untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat, maka Partai GOLKAR juga mengambil kepeloporan dalam menentukan kebijakan yang mengedepankan kepentingan nasional sebagai implementasi dari konsep nasionalisme di dalam era globalisasi, terutama dalam pengelolaan sumber daya alam. Izin-izin kontrak karya pihak asing yang akan berakhir harus tidak boleh diperpanjang lagi, melainkan dikelola oleh bangsa sendiri. Anak bangsa cukup banyak yang memiliki kemampuan untuk itu, sehingga alangkah naifnya kalau masih ada orang berpikiran bahwa anak bangsa kita ini belum memiliki kemampuan!

Kesemuanya itu merupakan program-program yang sangat mendesak untuk dilaksanakan dalam rangka percepatan dan pemerataan pembangunan, guna memastikan peningkatan kesejahteraan rakyat bagi kemajuan bangsa!.

Saudara-saudara sekalian yang saya banggakan,

Dalam kesempatan ini, saya kembali mengajak, mari kita menangkan Partai GOLKAR! Percayakan kepada Partai GOLKAR, Partai GOLKAR tidak akan membiarkan kesenjangan kaya dan miskin semakin melebar! Partai GOLKAR tidak akan membiarkan pengangguran dan kemiskinan tersebar di mana-mana!

Partai GOLKAR tidak akan membiarkan anak-anak petani, anak-anak nelayan, anak-anak buruh, anak-anak tukang ojek, anak-anak sopir angkot dan sebagainya tidak bersekolah karena terkendala biaya! Partai GOLKAR tidak akan membiarkan orang-orang yang tidak mampu ditolak di rumah sakit-rumah sakit, karena ketiadaan biaya!

Partai GOLKAR tidak akan membiarkan desa-desa dan daerah-daerah statis dan tidak berkembang karena ketiadaan pembangunan! Partai GOLKAR juga tidak akan membiarkan potensi kekayaan alam Indonesia diambil dan dikuasai pihak asing! Partai GOLKAR juga tidak akan membiarkan konflik sosial dan disintegrasi bangsa terjadi! Partai GOLKAR menang, semua itu dapat kita tangani dan selesaikan dengan pelaksanaan program yang jelas.

Sekali lagi, dengan semangat kepahlawanan arek-arek Suroboyo, semangat kebersamaan bangsa Indonesia, mari kita menangkan Partai GOLKAR! Karena padi sudah menguning, maka mari kita adakan panen raya sebagai simbol swasembada pangan bagi kesejahteraan rakyat pada: Hari Rabu, tanggal 9 April 2014 , dengan cara mencoblos PARTAI GOLKAR, Nomor 5 !

Apakah arek-arek suroboyo dan kita semuanya siap memenangkan Partai GOLKAR ? (Dijawab Siap ! ). Sekali lagi, apakah siap ? Terima kasih.

Alhamdulillan, seluruh rangkaian kampanye terbuka Partai GOLKAR sudah dilakukan dengan sukses. Atas nama Keluarga Besar Partai GOLKAR, saya menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada rekan-rekan Polisi dan Aparat Keamanan lainnya. Juga, Saya ingin menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh rakyat Indonesia, bila kampanye Partai GOLKAR selama ini menimbulkan kemacetan, akibat massa yang melimpah ruah.

Sebagai akhir, mari kita menyanyi bersama :

KITA SEMUA BERSODARA…

SATU NUSA… SATU BANGSA… SATU BAHASA…

INDONESIA MANISE…!

Terima kasih semuanya, mohon maaf atas segala kekurangan…!

MAJU GOLONGAN KARYA, MAJU BANGSA INDONESIA,

PARTAI GOLKAR MENANG, RAKYAT SEJAHTERA

Wallahul Muwaffiq Ila Aqwamit Thoriq

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Sahabat ARB, Sahabat Rakyat

benderaBelakangan ini, selain sibuk menghadiri kampanye terbuka Partai Golkar sebagai juru kampanye nasional (jurkamnas), saya juga sibuk menghadiri acara Sahabat ARB. Acara Sahabat ARB ini biasanya digelar di sela-sela jadwal roadshow atau kampanye terbuka saya bersama Partai Golkar.

Acara yang dibuat Sahabat ARB umumnya informal dan kreatif. Misalnya mereka membuat deklarasi, dialog, dan lain sebagainya. Kadang mereka ikut mengiringi saya di jalan, menyambut kedatangan saya, atau mengantar kepergian saya di bandara. Mereka juga sering hadir di acara kampanye terbuka Partai Golkar.

Siapa Sahabat ARB ini?

Sahabat ARB adalah sebuah wadah bagi para relawan pendukung saya. Sahabat ARB bukan organisasi struktural Partai Golkar. Dia tidak terkait langsung dengan Partai Golkar, namun memiliki tujuan yang sama dengan Partai Golkar yaitu mendukung dan mensukseskan ARB sebagai presiden Indonesia mendatang.

Sahabat ARB adalah organisasi yang dibentuk oleh masyarakat sendiri. Secara mandiri dan swadaya. Mereka berasal dari individu atau komunitas yang kemudian bergabung menjadi Sahabat ARB.

Komunitas yang bergabung cukup beragam. Ada yang dari komunitas petani, nelayan, pengemudi taksi, dari pemuda, mahasiswa, dan lain sebagainya. Ada yang berasal dari orang Golkar ada pula yang bukan orang Golkar. Orang dari partai lain pun bisa jadi anggota jika punya tujuan yang sama.

Sahabat ARB ini seperti sebuah payung. Bermacam-macam komunitas dengan namanya sendiri ada di dalamnya. Meski berbeda-beda nama dan latar belakang, semua punya satu tujuan yaitu menjadi relawan yang mendukung dan memperjuangkan ARB menjadi presiden.

Mengapa relawan pendukung ARB ini namanya Sahabat ARB? Mengapa memakai nama sahabat, bukan pendukung, atau relawan, dan lain sebagainya?

Nama sahabat sengaja dipakai karena terasa lebih setara. Sahabat terasa lebih dekat dan akrab. Karena kedekatan dan keakraban itulah yang saya inginkan dari para Sahabat ARB.

Kita semua tahu arti seorang sahabat. Sahabat tidak sekedar teman. Sahabat rela berjuang bersama. Sahabat ada saat senang dan susah. Sahabat juga tidak hanya memberikan dukungan dan pujian, tapi ikut mengingatkan kalau kita salah.

Karena itu Sahabat ARB ini akan selalu mendampingi saya, membesarkan hati saya, dan membantu saya dalam menghadapi Pileg dan Pilpres 2014. Mereka akan bekerja dengan caranya masing-masing untuk memenangkan ARB. Bukan demi kuasa, tapi demi cita-cita bersama untuk mewujudkan Indonesia yang maju dan sejahtera.

Lebih dari itu, saya selalu berpesan agar Sahabat ARB bisa jadi pemecah masalah. Harus ikut berkontribusi memecahkan masalah bangsa. Sahabat ARB harus bisa memberikan solusi atas masalah yang dihadapi rakyat. Sahabat ARB harus jadi bagian dari solusi bukan bagian dari persoalan.

Tujuan saya maju sebagai capres adalah untuk menyelesaikan masalah bangsa. Karena itu Sahabat ARB yang ingin mensukseskan saya jadi presiden juga harus berbuat serupa, yaitu sebagai pemecah masalah.

Sahabat ARB tidak boleh ikut-ikutan orang-orang yang selama ini menjelek-jelekkan Indonesia terkait banyaknya masalah yang ada. Justru dengan banyaknya masalah, maka tugas kita adalah mencari penyelesaiannya. Seperti yang sering saya pesankan: Kalau tiba datangnya malam jangan mengeluh akan datangnya malam itu, tapi kita nyalakan pelita untuk meneranginya.

Sahabat ARB bersama saya harus menyibukkan diri bekerja untuk rakyat. Sahabat ARB yang berasal dari rakyat juga harus menjadi sahabat rakyat. Seperti slogan yang kerap diteriakkan: Sahabat ARB, Sahabat Rakyat.

Melalui tulisan ini, saya ingin mengucapkan terima kasih untuk semua relawan Sahabat ARB dari mana dan di mana pun anda berada. Terima kasih telah ikut bekerja bersama saya.

Jangan pernah lelah. Perjuangan masih panjang. Mari terus berjuang untuk cita-cita kita bersama: Indonesia yang maju dan sejahtera.

“Boarding Pass” Pilpres

12944044553_06dc65bbdbTadi malam saya berkunjung ke kantor sahabat saya Chairul Tanjung di Menara Bank Mega. Saya datang bersama para pengurus Partai Golkar, antara lain Idrus Marham, Fuad Hasan Masyhur, Erwin Aksa, Tantowi Yahya, Rully Chairul Azwar, dan lain-lain. Di sana kami ngobrol dengan Chairul Tanjung dan Peter Gontha, di ruang kerja Chairul.

Kemudian di sana saya juga bertemu dan berdiskusi dengan para pimpinan media yang tergabung dalam Forum Pemred. Chairul Tanjung yang memfasilitasi pertemuan ini lalu meminta saya memaparkan visi dan program saya baik dalam memimpin Partai Golkar maupun sebagai calon presiden (capres). Lalu dilanjut dengan tanya jawab atau diskusi dengan Forum Pemred.

Diskusinya cukup seru. Dalam diskusi itu ada pertanyaan menarik dari Pemred Suara Pembaruan dan Investor Daily Primus Dorimulu. Dia bertanya apakah saya percaya pada survei? Saya jawab bahwa saya percaya survei, tapi yang dilakukan lembaga survei yang kredibel. Saya percaya lembaga survei yang benar. Lembaga survei yang sudah lama jadi lembaga survei, bukan lembaga survei jadi-jadian.

Saya juga mengatakan semua survei dari lembaga survei yang kredibel menempatkan Partai Golkar di urutan teratas atau urutan pertama. Karena itu, saya tidak ragu di Pemilu Legislatif nanti Partai Golkar bisa menang dan mendapatkan kursi 30 persen.

Lalu anggota Forum Pemred bertanya bagaimana dengan elektabilitas saya di survei yang belum teratas seperti Partai Golkar. Saya menjawab, memang benar saya belum teratas, namun di survei capres saya selalu ada di tiga besar. Dari tiga besar itu, hanya saya yang memiliki eligibilitas tertinggi.

Eligibilitas ini penting karena saat berbicara mengenai Pilpres, seorang capres tidak hanya dituntut memiliki popularitas atau elektabilitas tinggi, namun juga harus memenuhi syarat pencalonan agar eligible. Jika Pilpres itu ibarat perjalanan menggunakan pesawat, saya mengibaratkan eligibilitas ini sebagai boarding pass.

Saat ini, yang memiliki boarding pass itu baru saya dan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Ini dilihat dari hasil survei, yang mengatakan samapai saat ini, diprediksi hanya dua partai yang mampu memenuhi syarat dan mengusung capres sendiri yaitu Partai Golkar dan PDI Perjuangan. Karena itu setiap ditanya mengenai saingan terberat saya, saya selalu mengatakan Megawati, sebab selain saya hanya dia yang sudah punya boarding pass.

Lalu bagaimana dengan yang lain? Sesuai dengan aturan dan hasil survei, mereka belum memiliki boarding pass. Meski popularitas atau elektabilitasnya tinggi, tapi kalau tidak memiliki eligibilitas akan susah bersaing di Pilpres. Ibaratnya, mau naik pesawat, banyak yang mendukung dia naik pesawat, namun kalau tidak memiliki boarding pass, maka dia tidak akan diizinkan naik oleh petugas bandara atau petugas maskapai.

Sementara saya dan Megawati sudah punya boarding pass. Saya sudah pasti memakai boarding pass itu, karena partai sudah menugaskan saya menjadi calon presiden. Namun Megawati belum memutuskan apakah akan berangkat menggunakan boarding passnya atau menyerahkannya pada orang lain.

Anggota Forum Pemred juga ada yang menanyakan bagaimana jika Megawati memberikan boarding passnya pada orang lain? Saat itu saya jawab dengan sedikit bercanda bahwa agak sulit juga berharap terbang dengan boarding pass orang lain. Karena boarding pass ini berlaku jika namanya sama, jika namanya beda, belum tentu diizinkan petugas atau komputer bandara.

Kemudian ada anggota Forum Pemred yang bertanya apakah ada strategi khusus jika yang memakai boarding pass Megawati sendiri atau diberikan ke orang lain, misalnya Jokowi? Saya katakan bahwa strateginya sama saja. Dalam menghadapi pemilu baik Pileg dan Pilpres, siapapun rivalnya, strateginya sama saja. Yaitu mendekati rakyat, meyakinkan rakyat, dan membantu mengatasi problem yang mereka hadapi. Jika itu berhasil dilakukan pasti bisa menang karena mendapat kepercayaan dari rakyat.

Itulah sebagian cuplikan diskusi saya dengan Forum Pemred yang difasilitasi oleh Chairul Tanjung. Pernyataan saya soal boarding pass ini bukan bermaksud untuk merendahkan calon dan partai lain, seperti yang muncul di banyak pemberitaan merespon berita seputar diskusi saya dan Forum Pemred tersebut. Saya mengatakan saat ini, berdasarkan data dari berbagai survei. Data survei sampai saat ini mengatakan demikian. Kalau nanti ternyata boarding pass jadi banyak ya bisa saja. Misalnya dari koalisi partai-partai, ya bisa saja, mungkin-mungkin saja. Tapi sekali lagi, jika melihat data survei sampai saat ini, hanya saya dan Megawati yang punya.

Pernyataan saya mengenai boarding pass ini semata juga untuk mengungkapkan apa yang selama ini luput dari perbincangan kita mengenai capres atau pilpres. Selama ini, jika berbicara mengenai hal tersebut, kita hanya terjebak pada masalah popularitas atau elektabilitas. Sementara ada hal lain yang penting namun terlewat yaitu soal eligibilitas.

Alhamdulillah, sekarang jika melihat hasil survei, jika dipadukan antara popularitas, elektabilitas dan eligibilitas, calon Partai Golkar-lah yang tertinggi. Semoga terus bertahan sampai pilpres nanti. Amin.

“Saingan Terberat Saya Bu Mega”

Wawancara dengan VIVAnews

149753_aburizal-bakrie-bertemu-38-ketua-dpd-ii-partai-golkar-se-jawa-timur_663_382Kurang dua bulan lagi menjelang pemungutan suara Pemilu 2014, partai-partai sudah siap siaga melakukan upaya pemenangan. Sejumlah survei mengungkap, ada dua partai yang paling moncer untuk Pemilu kali ini yakni Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dan Partai Golongan Karya (Golkar). Survei satu temukan Golkar di peringkat pertama, survei lain temukan PDIP yang nomor satu.

Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie menyatakan, survei-survei ini mengindikasikan Catur Sukses yang digebernya sejak memimpin haluan partai ini menampakkan hasil. Konsolidasi berjalan kuat, kaderisasi bergulir, ide-ide Golkar mendominasi dan keempat, kader-kader Golkar mengisi jabatan legislatif dan eksekutif di seluruh penjuru negeri.

Sekarang tinggal satu “pekerjaan rumah” Golkar, bagaimana mengerek elektabilitas atau keterpilihan Aburizal Bakrie sebagai calon presiden yang diusung. Kepada VIVAnews, Aburizal Bakrie menyebutkan, soal elektabilitas memang belum menjadi pemuncak, namun soal eligibilitas atau pemenuhan syarat sebagai calon presiden, dia yang teratas.

Aburizal yang kini mempopulerkan akronim ARB untuk namanya itu, menceritakan elektabilitasnya juga terus meningkat. Strateginya yang rajin blusukan ke daerah-daerah menampakkan hasil yang lumayan.

Lalu apa yang hendak dicapai ARB jika jadi Presiden? Kepada Dian Widiyanarko dan Arief Hidayat, Januari 2014 lalu, Aburizal menceritakan sekelumit gagasannya. Berikut wawancara lengkapnya:

Apa yang sudah Anda lakukan saat memimpin partai menghadapi Pemilu 2014 ini?

Yang sudah saya lakukan tentu banyak. Di Golkar, kami memiliki Catur Sukses, yaitu empat program utama sebagai ikhtiar menuju keberhasilan dan kesuksesan Partai Golkar. Disebut Catur Sukses, karena jika empat hal ini dilakukan secara konsisten dan berhasil, akan membawa Partai Golkar meraih kesuksesan.

Catur Sukses yang pertama adalah konsolidasi. Di sini partai terus-menerus melakukan konsolidasi organisasi mulai tingkat pusat hingga daerah. Konsolidasi dilakukan pada hubungan vertikal maupun horisontal. Golkar memiliki 10 organisasi yang bernaung di bawah payung partai. Mereka bisa diandalkan untuk memunculkan kader-kader baru di daerah.

Kedua, adalah kaderisasi. Partai Golkar diarahkan untuk membuat rekrutmen anggota lebih terbuka. Sistem kaderisasi yang ada saat ini diperbaiki dan disesuaikan dengan perubahan yang ada di masyarakat. Termasuk merangkul para pemilih pemula yang merupakan kalangan muda. Kaderisasi juga harus diarahkan pada peningkatan kualitas.

Catur Sukses ketiga adalah menciptakan kreativitas dan ketajaman ide serta pemikiran baru. Golkar harus jadi “The Party of Ideas”. Golkar menawarkan adu ide dan gagasan membangun bangsa, bukan politik yang penuh intrik dan fitnah semata. Golkar juga selalu membuat sikap politik yang jelas serta tidak sembunyi terhadap isu-isu yang berkembang di masyarakat.

Terakhir, Catur Sukses keempat adalah sukses Golkar dalam pemilihan umum, baik pemilu kepala daerah, pemilu legislatif, dan pemilu presiden. Partai nantinya diarahkan untuk memenangkan pemilukada sejumlah daerah dengan dukungan dari Dewan Pimpinan Pusat. Untuk hal yang terakhir ini, saya merasa gembira karena Golkar telah memenangkan lebih dari 50 persen pemilihan umum kepala daerah di seluruh Indonesia. Saya gembira karena semula Golkar menargetkan kemenangan sedikitnya 40 persen. Ternyata, target tersebut berhasil dilampaui, bahkan lebih besar.

Keberhasilan itu merupakan modal besar dan akan membuat Partai Golkar lebih bersemangat merebut kembali kemenangan di Pemilu 2014 nanti. Pemilukada bisa menjadi persiapan dan batu loncatan untuk memenangkan Pemilu 2014.

Selain itu, kami juga telah merumuskan dan mengesahkan blue print pembangunan nasional itu yang diberi nama Visi 2045: Negara Kesejahteraan. Ini adalah visi pembangunan jangka panjang yang ditawarkan Partai Golkar dengan tujuan pada tahun 2045, bertepatan dengan 100 tahun kemerdekaan Indonesia, negeri ini menjadi Negara Kesejahteraan, yang bersatu, maju, mandiri, adil, dan sejahtera.

Dalam Visi 2045 ini juga ada catur sukses, yaitu catur sukses pembangunan nasional yang meliputi: pertumbuhan, pemerataan, stabilitas, dan nasionalisme baru.

Catur Sukses Partai Golkar itu juga meliputi persiapan-persiapan, yang telah kami lakukan sejak empat tahun lalu, untuk menyambut Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden.

Kami juga melakukan sosialisasi terus-menerus sepanjang tahun yang kami sebut “one united campaign”, yaitu integrasi kampanye untuk Pemilu Legislatif sekaligus untuk Pemilu Presiden. Jadi, strategi sosialisasi atau kampanye Partai Golkar tidak dilakukan terpisah atau sendiri-sendiri antara Pemilu Legislatif dengan Pemilu Presiden.

Dalam setiap kegiatan atau momentum partai, kami menyosialisasikan Partai Golkar, para caleg, sekaligus mensosialisasikan calon presiden yang sudah ditetapkan. Itu semua akan terus dilakukan sampai Pemilu nanti. Jadi, sosialisasi atau kampanye kami tidak menunggu nanti menjelang Pemilu, tetapi sudah dilakukan jauh-jauh hari. Agar masyarakat lebih mengenal dan mengetahui program-program baik Partai Golkar maupun calon presidennya.

Berapa target perolehan suara Golkar di Pemilu 2014?

Golkar menargetkan meraih 30 persen suara secara nasional, atau kalau dikonversikan ke dalam jumlah kursi, yaitu 170 kursi DPR RI.

Bagaimana mengukurnya?

Kami punya pertimbangan rasional saat menetapkan target tersebut. Dengan 170 kursi di DPR, Golkar akan menjadi partai yang mayoritas di Parlemen. Salah satu tujuannya adalah untuk memperkuat sistem presidensial, yaitu kekuatan mayoritas Golkar di Parlemen harus menjadi penyokong utama kebijakan-kebijakan Presiden. Tentu tanpa mengabaikan fungsi pengawasan legislatif terhadap eksekutif.

Jadi, kalau Golkar memenangkan Pemilu Legislatif dengan perolehan sekurang-kurangnya 170 kursi DPR RI, dan capres dari Partai Golkar dipercaya rakyat, Presiden akan didukung penuh oleh mayoritas Parlemen.

Data terbaru dari berbagai survei tetap menunjukkan sebuah tren yang jelas, Partai Golkar adalah partai papan atas dengan kemungkinan terbesar untuk keluar sebagai pemenang dalam Pemilu Legislatif 2014.

Berbagai survei tersebut juga menunjukkan bahwa pesaing terdekat kita saat ini adalah PDIP yang dipimpin oleh Ibu Megawati Soekarnoputri. Tentu saja, tren yang ada tidak bersifat linear dalam garis yang lurus. Dalam dunia politik, pasti ada pasang dan surut, serta ada pula tikungan-tikungan yang tak terduga.

Namun kalau diilustrasikan, Pemilu Legislatif nanti adalah bagaikan sebuah lomba lari. Data menunjukkan bahwa sekarang, dari 12 peserta lomba, hanya dua partai yang melesat cukup jauh di depan peserta lainnya dalam mendekati garis finish. Kuning dan Merah berada di depan dalam jarak yang cukup aman, disusul oleh warna-warni lainnya dalam posisi yang silih berganti.

Hasil akhirnya tentu masih menjadi rahasia Allah. Tapi saya yakin, padi sudah semakin menguning sampai ke pelosok-pelosok desa, dan akan panen di 2014.

Apa pendapat Anda mengenai kinerja Komisi Pemilihan Umum dan Badan Pengawas Pemilu untuk 2014?

Saya kira bagus, dan KPU serta Bawaslu harus terus bekerja secara independen dan adil sesuai amanat peraturan perundang-undangan. Ibarat pertandingan bola, mereka adalah wasitnya. Wasit yang baik harus menjaga agar pertandingan berlangsung, lancar dan seru.

Apa kendala yang Anda dan partai Anda hadapi di Pemilu 2014 ini?

Secara general sih tidak ada. Alhamdulillah, Partai Golkar siap menghadapi pemilu 2014 dan siap kembali merebut kejayaan.

Kampanye terbuka sangat dibatasi di Pemilu 2014 ini, bagaimana Anda menyikapinya?

Kampanye tidak harus dilakukan di tempat terbuka. Kampanye dengan pengerahan massa sudah bukan zamannya lagi. Sekarang ini ada media seperti televisi yang jangkauanya bisa lebih luas, juga ada internet dan media sosial. Ini saya sebut dengan istilah serangan udara.

Acara yang dihadiri sedikit orang kalau diliput dan disiarkan di media seperti televisi dan dikabarkan di media sosial maka jangkauannya bisa jadi lebih luas. Ini namanya serangan darat dibantu serangan udara.

Menurut Anda, bagaimana peran Internet atau media online di Pemilu 2014 ini?

Perannya tentu saja penting. Meski jangkauannya belum merata, dan relatif lebih kecil dibanding cakupan media konvensional seperti televisi, tapi jumlah penggunanya tidak bisa dibilang sedikit. Tahun 2014 diperkirakan ada sekitar 100 juta pengguna internet di Indonesia.

Internet dan media online, juga media sosial ini juga penting untuk mendekati segmen anak muda atau pemilih pemula. Pemilih pemula ini jumlahnya sekitar 50 juta. Untuk berkomunikasi dengan anak muda ya dengan cara mereka, yaitu melalui internet dan media sosial.

Selain juga dengan cara offline seperti memberikan kuliah umum dan ceramah motivasi kewirausahaan yang ternyata juga menarik minat mereka.

Apakah Anda punya akun Twitter dan Facebook sendiri? Apakah mengoperasikan sendiri?

Saya adalah politisi atau pimpinan parpol yang termasuk pertama kali main social media. Bahkan dulu sebelum yang lain aktif, saya sudah aktif baik di Twitter maupun Facebook. Saya mengoperasikan bersama tim. Jika ada waktu luang saya sempatkan membaca dan membalas mention atau pesan yang masuk.

Akun Twitter saya @aburizalbakrie dan akun Facebook page saya: facebook.com/aburizalbakriepage. Dalam berbagai survei online, social media saya termasuk yang paling populer dan sering diperbincangkan.

Saya juga punya blog pribadi www.blog.aburizalbakrie.id yang berisi pengalaman saya. Tampaknya belum ada tokoh parpol lainnya yang punya blog seperti punya saya. Dari sana, saya berbagi pengalaman dan menerima masukan dari masyarakat.

Bulan lalu, saya juga baru saja soft launching website www.ARB2014.com yang berisi semua kegiatan saya, termasuk roadshow saya ke berbagai daerah di Indonesia.

Apa Anda siap jadi calon presiden di Pemilihan Presiden 2014?

Tentu saja saya siap jadi calon presiden, dan sudah ditugaskan partai untuk itu. Memang jika melihat perjalanan Partai Golkar cenderung mulus menuju Pemilu 2014, perjalanan kandidat capres Partai Golkar kelihatannya lebih mengandung dinamika dan mengundang percakapan publik yang menarik, yang tentu saja saya sambut dengan jiwa yang terbuka, serta saya maknakan sebagai tantangan untuk bekerja lebih keras lagi.

Seperti di pidato deklarasi saya yang judulnya “Mendaki Gunung Semeru”, saya siap terus menempuh seterjal dan sesulit apapun jalannya. Sekali kukembangkan layarku, pantang surut kembali.

Alhamdulillah, kalau kita melihat survei, meski belum teratas, elektabilitas saya trennya naik.

Apa persiapan Anda?

Saya terus bekerja keras, turun ke bawah, berkeliling ke seluruh pelosok wilayah Indonesia, dari Aceh sampai Papua. Sudah lebih dari 250 kabupaten/ kota yang sudah saya singgahi dalam road show saya. Iklan saya di televisi, semua dibuat dari rekaman kegiatan road show saya, tidak ada yang dibuat di studio.

Saya memotivasi anak-anak muda, berdialog dengan rakyat dari berbagai kalangan. Saya juga menyiapkan visi untuk bangsa Indonesia sampai usianya ke-100 tahun yaitu Visi 2045 yang sudah saya singgung sebelumnya. Visi ini yang kita susun bersama berbagai pakar dan diuji di universitas terkemuka se-Indonesia.

Dengan kerja keras, saya optimistis bisa mencapai taget saya. Pemilu Presiden masih lebih 7 bulan di depan. Dalam jangka waktu ini, masih banyak hal yang bisa terjadi, apalagi dalam masyarakat Indonesia yang semakin cair secara politik. Momentum bisa datang dan pergi begitu saja, dan publik bergonta-ganti pilihan secara cepat seperti mencoba baju di pasar kaget.

Karena itu, sikap terbaik bagi setiap kandidat Capres adalah sikap yang positif: terus bekerja keras meraih simpati rakyat serta mendengarkan suara hati mereka.

Semua survei menyebutkan, hanya ada maksimum dua partai yang kemungkinan bisa ajukan calon presiden sendiri, apakah partai Anda siap berkoalisi untuk ikut Pemilihan Presiden 2014?

Memang jika kita melihat semua survei hanya ada dua partai yang diprediksi bisa mengajukan calon sendiri yaitu Partai Golkar dan PDI Perjuangan. Karena itu jika ditanya siapa saingan terberat saya, saya selalu mengatakan saingan terberat saya Bu Mega.

Di sinilah pentingnya kita bicara eligibilitas (pemenuhan syarat pencalonan) capres, bukan hanya soal elektabilitas saja. Elektabilitasnya tinggi tapi kalau tidak punya kendaraan ya tidak akan bisa maju atau dipilih. Kalau soal elektabilitas, mungkin saya belum nomor satu, masih tiga besar, tapi kalau elektabilitas digabung dengan eligibilitas, saya nomor satu. Ini bisa dilihat dari survei partai dan capres.

Soal koalisi, saya inginnya Partai Golkar bisa memenuhi syarat untuk bisa mengajukan calon sendiri. Seperti Partai Demokrat di 2009, di mana Pak SBY bebas memilih wakilnya. Namun jika tidak bisa, ya kita berkoalisi.

Apa syarat koalisinya?

Dalam koalisi yang penting ada persamaan visi dalam membangun bangsa ke depan.

Bagi saya pribadi, Pemilu Presiden bukanlah soal data dan survei. Bahkan barangkali bukan pula soal kalah dan menang. Tentu saja, sebagai kandidat Capres Partai Golkar, saya akan berupaya sekuat mungkin untuk menang.

Tetapi yang lebih penting dari semua itu adalah dedikasi dan pengabdian pada sebuah tujuan besar, yaitu perbaikan nasib serta peningkatan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia. (umi)

Marco dan Labuan Bajo

12290305685_ff79969470_bAwal pekan lalu (senin, 3 Februari 2014), saya terbang ke Labuan Bajo, untuk bersafari atau roadshow ke sana. Labuan Bajo adalah ibukota Kabupaten Manggarai Barat, di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur.

Labuan Bajo selama ini dikenal sebagai pintu gerbang Pulau Komodo. Karena di tempat inilah para wisatawan yang akan berkunjung ke Pulau Komodo datang dan menginap. Dari Labuan Bajo ke Pulau Komodo, biasanya wisatawan akan berlayar tiga sampai empat jam dengan perahu tradisional, atau satu jam dengan speed boat.

Jika melihat Labuan Bajo sekarang, yang begitu dikenal sampai mancanegara, mungkin kita tidak akan menyangka bahwa daerah ini dulunya hanya desa nelayan kecil. Keindahan daerah ini, dan fungsinya sebagai pintu gerbang Pulo Komodo, yang kemudian menarik banyak pelancong dan mengubah daerah ini menjadi tujuan wisata.

Saya sendiri menilai Labuan Bajo sebagai salah satu tempat yang terindah di dunia. Potensi wisata di sana juga besar sekali. Bahakan saya berani mengatakan Labuan Bajo bisa berkembang dan maju seperti Bali. Dengan kata lain, Labuan Bajo bisa menjadi Bali kedua.

Tentu saja untuk menuju ke sana tidak semudah membalik telapak tangan. Perlu pembangunan infrastruktur agar Labuan Bajo bisa menjadi tujuan wisata yang baik. Perkembangan pariwisata sebuah daerah tidak bisa lepas dari pembangunan infrastruktur. Pulau Bali, meningkat pesat pariwisatanya juga setelah infrastruktur di daerah itu dibangun dengan baik.

Karena itu, saya selalu bilang: kuncinya; infrastruktur, infrastruktur, dan infrastruktur.

Maka saat berdialog dengan kader dan masyarakat Labuan Bajo, saya katakan bahwa saya dan kader saya baik di eksekutif maupun legislatif akan membantu berjuang untuk pembangunan infrastruktur itu. Kader saya, terutama yang mewakili daerah sana, terus berjuang untuk itu.

Sebab pembangunan di daerah seperti ini, sesuai dengan misi Partai Golkar untuk “Membangun Indonesia dari Desa”. Ini bukan sekedar slogan, namun sebuah tekad dan misi yang terus kami laksanakan. Karena kami yakin, jika daerah maju, maka Indonesia juga akan maju.

Seperti di Labuan Bajo, jika infrastruktur sudah baik dan pariwisata berkembang pesat, saya yakin masyarakat di sana juga akan mendapatkan kesejahteraan. Persoalan pengangguran juga bisa mendapat solusi, jika pariwisata berkembang. Lihat saja Bali, gubernurnya mengatakan pada saya bahwa pengangguran di daerahnya hanya 1,3 persen. Sektor pariwisata bisa banyak membuka lapangan kerja.

Tapi selain infrastruktur, masyarakat sendiri juga harus “dibangun”. Masyarakat di daerah pariwisata juga harus punya keahlian untuk memanfaatkan potensi yang ada di daerahnya. Di sini pendidikan kewirausahaan sangat diperlukan.

Untuk hal ini saya ada contoh dan cerita menarik.

Saat tiba di Labuan Bajo saya pergi ke restoran Italia namanya “Made in Italy (MII)”. Restoran ini dari luar tampak biasa saja, bangunannya sederhana, namun siapa sangka makanannya luar biasa enaknya. Menu yang istimewa di sana adalah pasta yang dibuat dengan campuran tinta cumi-cumi. Saya lupa namanya, tapi saya tidak lupa rasanya yang enak sekali.

Pemilik restoran ini adalah Marco Bertini, warga Negara Italia yang sudah lama jatuh cinta dengan Indonesia, khusunya Labuhan Bajo. Selain restoran rumah di Jl Sukarno Hatta itu, Marco juga punya restoran terapung, sebuah kapan kecil yang diubah menjadi restoran dengan nama “Made in Italy Boat”. Saya sebenarnya ingin mencoba naik, tapi sayang kemarin gelombang lagi kurang baik, jadi saya batal naik.

Restoran Marco ini terkenal sampai ke mancanegara. Banyak orang yang memuji konsep restoran dan rasa makanannya, dan berbondong-bondong datang ke sana. Usaha Marco pun sukses besar.

Marco ini bisa kita jadikan contoh, bagaimana seseorang dengan semangat kewirausahaan bisa memanfaatkan potensi Labuan Bajo dan membuka lapangan kerja bagi masyarakat. Dia awalnya ke Labuan Bajo untuk berlibur, namun menemukan peluang usaha saat melihat potensi daerah tersebut.

Saat berlibur bersama temannya, dia susah menemukan rumah makan yang baik dan berstandar internasional. Makanya ide membuka usaha restorannya muncul. Hasilnya seperti bisa dilihat saat ini, usaha Marco sukses dan restorannya terkenal.

Apa yang dilakukan Marco bisa dicontoh oleh masyarakat. Jika orang asing saja bisa sukses di daerah kita, kita yang tuan rumah, yang lebih mengenal daerah kita tentunya bisa lebih sukses lagi.

Karena itu selain infrastruktur harus dibangun, jiwa atau semangat entrepreneur atau wirausaha masyarakat harus juga dikembangkan. Makanya setiap roadshow keliling ke berbagai pelosok tanah air, saya selalu memberikan ceramah motivasi atau kuliah umum kewirausahaan kepada siswa atau mahasiswa.

Saya yakin, jika infrastruktur sudah baik, dan jiwa wirausaha masyarakat bagus, daerah seperti Labuan Bajo ini dan daerah-daerah lainnya akan maju. Jika daerah maju, maka bangsa Indonesia ini juga akan maju. Saya optimis, sebelum seabad bangsa ini, 2045 nanti, cita-cita kita bersama ini sudah kita capai.

Emas Pertama untuk Indonesia

arb alanTadi malam, saya menjelang istirahat saya menengok akun twitter saya. Ada seorang follower memention saya dan mengirim sebuah foto atau gambar (yang sepertinya captur sebuah video) seorang pebulutangkis memeluk seorang pria berkacamata. Dia menanyakan apakah sosok di foto atau gambar adalah saya?

Meski gambarnya agak buram dan itu kejadian yang sudah sangat lama sekali, saya masih mengenali bahwa pria berkacamata itu adalah saya. Itu adalah foto atau gambar yang merekam momen tahun 1992. Sebuah momen yang tidak akan pernah terlupakan baik bagi saya maupun bagi bangsa Indonesia.

Pebulutangkis di foto itu adalah Alan Budikusuma memeluk saya usai memenangkan pertandingan final tunggal putra di Olimpiade Barcelona. Di pertandingan final Alan mengalahkan pebulutangkis yang juga dari Indonesia, Ardy Wiranata.

Seusai memenangkan pertandingan, Alan memeluk saya yang hadir sebagai salah satu ketua Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI). Saya masih ingat hari itu, 4 Agustus 1992. Hari bersejarah di mana Indonesia menyapu bersih medali tunggal putra.

Kala itu terjadi all Indonesian final, Alan menang dan mendapat emas, sementara Ardy Wiranata mendapat perak. Sementara di tempat ketiga atau perunggu, juga ada pebulutangkis Indonesia Hermawan Susanto yang berbagi tempat dengan Thomas Stuer Lauridsen dari Denmark.

Yang lebih membanggakan lagi dan membuat moment itu tak terlupakan adalah; ini pertama kalinya Indonesia memperoleh medali emas di Olimpiade. Ini adalah emas pertama Indonesia di Olimpiade setelah 47 tahun Indonesia merdeka.

Memang, Alan bukan orang Indonesia pertama yang memperoleh medali di Olimpiade. Sebelumnya sudah ada Lilies Handayani, Nurfitriyana Saiman, dan Kusuma Wardhani, yang berhasil meraih medali perak pada Olimpiade Seoul tahun 1988 dari cabang panahan.

Namun untuk medali emas, Alan lah yang pertama, bersama Susi Susanti yang juga memperoleh medali emas dari tunggal putri bulutangkis. Alan dan Susi, kemudian tidak hanya mengawinkan medali, namun keduanya juga menikah dan menjadi suami istri.

Itulah emas pertama untuk Indonesia yang dipersembahkan Alan dan Susi. Sebuah prestasi yang disambut suka cita seluruh bangsa Indonesia. Bahkan ada yang menyebut saat itu adalah masa puncak atau periode emas prestasi bulutangkis Indonesia.

Sebagai pengurus PBSI kala itu tentu saya ikut bangga. Apalagi saya ikut menyaksikan langsung perjuangan Alan dalam mengharumkan nama Indonesia. Karena itu saya berterima kasih sekali saat ada yang mengingatkan saya atas momen ini.

Apa yang telah diperbuat Alan dan Susi ini saya rasa patut diteladani para penerus mereka. Terutama para atlit dan calon atlit bulutangkis. Agar mereka bisa lebih berprestasi lagi. Agar prestasi bulutangkis Indonesia bisa bangkit lagi.

Kita harus optimis bahwa ke depan prestasi bulutangkis dan olahraga lainnya di Indonesia akan kembali berjaya di tingkat dunia. Kalau Alan dan Susi bisa, tentu putra dan putri Indonesia yang lainnya juga bisa. Maju terus bulutangkis Indonesia!

Tulisan saya lainnya tentang bulutangkis bisa dibaca di sini

Warisan Para Presiden Indonesia

arb abak smp 2“Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang, manusia mati meninggalkan nama”.

Itulah pepatah lama yang selalu saya ingat dan mengingatkan saya bahwa seseorang akan dikenang atas apa yang dikerjakannya semasa hidupnya. Orang akan dikenang jika memiliki warisan atau legacy yang berguna bagi sesamanya.

Demikian halnya dengan para pemimpin. Seorang pemimpin akan dikenang atas karya atau warisan yang ditinggalkannya untuk rakyatnya. Bagi saya, terlepas kekurangan yang ada, semua pemimpin bangsa ini memiliki warisan yang baik.

Karena itu, ketika pihak lain lebih suka mencari-cari kelemahan seorang pemimpin, menjelek-jelekkan mantan presiden, dan lain sebagainya, saya lebih suka mengungkapkan apa hal baik yang telah ditinggalkan. Maka dalam berbagai kesempatan, saya selalu mengungkapkan bahwa semua presiden Indonesia meninggalkan warisan yang baik bagi bangsa ini.

Saya sampaikan hal ini di berbagai kesempatan. Baik di sekolah-sekolah, di kampus, di acara partai, sampai di seminar atau forum di mana saya diminta menjadi pembicara. Di semua kesempatan itu, saya mengatakan bahwa semua pemimpin bangsa ini mempunyai legacy masing-masing.
Kita sudah memiliki enam presiden, dan semua meninggalkan warisan yang baik bagi bangsa ini. Mari kita lihat satu persatu legacy para pemimpin bangsa ini untuk Indonesia.

Yang pertama adalah Presiden Soekarno. Sebagai presiden pertama, proklamator, founding father, Bung Karno mewariskan pondasi bangsa ini. Beliau mewariskan rasa persatuan dan kesatuan Bangsa Indonesia.

Saya masih teringat dan sering mengutip pidato Bung Karno yang mengatakan:

“Dari Sabang sampai Merauke”, – empat perkataan ini bukanlah sekedar satu rangkaian kata ilmu bumi. “Dari Sabang sampai Merauke” bukanlah sekedar menggambarkan satu geographisch begrip. “Dari Sabang sampai Merauke” bukanlah sekadar satu “geographical entity”. Ia adalah merupakan satu kesatuan kebangsaan. Ia adalah satu “national entity”. Ia adalah pula satu kesatuan kenegaraan, satu “state entity” yang bulat-kuat. Ia adalah satu kesatuan tekad, satu kesatuan ideologis, satu “ideological entity” yang amat dinamis. Ia adalah satu kesatuan cita-cita sosial yang hidup laksana api unggun, – satu entity of social-consciousness like a burning fire.”
Kemudian Presiden Soeharto sebagai presiden ke-dua juga meninggalkan lecay yang baik bagi Indonesia. Di tangan Pak Harto, Indonesia makin maju pembangunannya. Bapak pembangunan ini menaikkan ekonomi dan derajat Indonesia dari negara terbelakang menjadi negara berkembang.

Presiden BJ Habibie yang menggantikan Pak Harto juga banyak meninggalkan warisan yang baik bagi bangsa ini. Meski masa pemerintahannya cukup singkat, tetapi Pak Habibie meninggalkan hal yang sangat penting di masa transisi. Beliau meletakkan dasar-dasar demokrasi Indonesia. Pak Habibie juga memisahkan BI dan pemerintah Indonesia. Membuat pers bebas, dan sebagainya.

Selain itu, selama hidupnya, Habibie yang terkenal jenius ini juga memberikan kebanggan bagi kita. Sebuah kebanggaan bahwa kita, bangsa ini, si kulit coklat ini, juga bisa membuat pesawat terbang, tidak kalah dengan bangsa-bangsa lain.

Setelah Presiden Habibie, ada Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Gus Dur, yang selama ini dikenal sebagai tokoh demokrasi meninggalkan legacy berupa kesetaraan. Egalitarianisme. Gus Dur mengajarkan kepada kita semua bahwa kita semua sama. Diskriminasi dihilangkan dari berbagai sendi kehidupan, baik dari birokrasi maupun di segala sendi kehidupan. Di masa ini, demokrasi juga dijunjung tinggi.

Lalu Presiden Gus Dur digantikan oleh Presiden Megawati. Bu Mega juga meninggalkan legacy yang baik dan berguna bagi bangsa. Di era Bu Mega, terjadi desentralisasi kekuasaan. Kebijakan pembangunan tidak lagi dilakukan Jakarta tapi di daerah, kabupatan/kota se-Indonesia. Otonomi dijalankan dan manfaatnya bisa dirasakan.

Terakhir adalah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono atau Presiden SBY. Presiden SBY sebagai presiden pertama yang dipilih langsung oleh rakyat juga memiliki legacy. Kita harus mengapresiasi langkah penegakan hukum di era ini. Di era Presiden SBY, hukum ditegakkan tanpa pandang bulu, termasuk para pejabat yang terlibat. Di era ini, pertumbuhan ekonomi Indonesia juga melaju tinggi, bahkan pernah menjadi nomor dua se-dunia.

Itulah warisan para pemimpin bangsa ini. Sekali lagi mereka meninggalkan legacy yang baik bagi bangsa Indonesia. Kekurangan tentu saja ada. Tidak ada pemimpin yang sempurna di dunia ini.

Namun, sebagaimana saya katakana di awal, saya dan Partai Golkar tidak tertarik membahas kekurangannya. Kami lebih memilih mengapresiasi dan menerukan warisan yang ditinggalkan, sembari mengajak semua anak bangsa untuk meneruskan apa yang sudah dilakukan para pemimpin tersebut.

Maka kemudian saya bersama Partai Golkar kemudian menyusun blue print pembangunan sampai 100 tahun Indonesia yang kami namakan; Visi Indonesia 2045. Ini yang ingin saya jadikan legacy, sesuatu yang ingin saya wariskan kepada bangsa ini.

Saya ingin mempersiapkan Indonesia menjadi negara yang maju, kuat, mandiri, adil, dan sejahtera. Masa di mana anak cucu kita bisa berdiri sejajar dengan bangsa-bangsa lain sebagai bangsa maju. Masa di mana anak cucu kita dari Sabang sampai Merauke dengan bangga mengatakan; saya bangga menjadi putra dan putri Bangsa Indonesia.

Mungkin ketika saat itu tiba, saya masih hidup dan masih bisa bermain tenis. Mungkin juga saya sudah tiada. Kalaupun saya sudah tiada, saya sudah tenang, karena sudah meninggalkan sesuatu yang baik untuk negeri saya tercinta; Indonesia.

Oleh karena itu, saya selalu mengajak kita semua, terutama para generasi muda, calon pemimpin bangsa, untuk ikut berkontribusi dalam mewujudkan hal itu. Tugas kita semua memberikan kontibusi masing-masing sesuai peran dan kemampuannya. Kita harus yakin mimpi besar tersebut bisa kita raih. Kita harus terus merawat Indonesia dan mengantarkannya ke pintu gerbang seabad proklamasi.

Mari kita hargai warisan para pemimpin bangsa dengan cara melanjutkannya dengan lebih baik lagi. Yang baik kita warisi dan lanjutkan, yang kurang baik, kita perbaiki dan jadikan pelajaran berharga untuk perjalanan ke depan. Jika itu berhasil kita lakukan, kita akan dikenang atas upaya kita mengantarkan Indonesia menjadi negara maju.

Sekecil apapun yang akan kita lakukan, kita akan dikenang dengan penuh rasa terima kasih oleh generasi yang akan datang. Kita akan dikenang oleh para anak cucu kita yang akan meneruskan estafet perjalanan bangsa ini, sebagai pewaris jalan menuju negara maju.