Jadi Pengusaha Sukses, Anak Muda Juga Bisa

ARB didik akbarSalah satu harapan saya adalah; makin banyak anak muda yang berani berwirausaha. Sehingga akan banyak anak muda yang membuka lapangan kerja, bukan pencari kerja. Karena itu dalam roadshow berkeliling ke berbagai daerah, salah satu agenda utama saya adalah memberikan memotivasi pada anak muda baik melalui ceramah motivasi di sekolah maupun kuliah umum kewirausahaan di kampus.

Seperti kemarin saat saya roadshow ke Semarang dan Salatiga, Jawa Tengah, saya memberikan kuliah umum kewirausahaan di Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Semarang dan ceramah di SMKN 2 Salatiga. Namun ada yang berbeda dengan kuliah umum dan ceramah kewirausahaan saya kali ini.

Apa yang beda dengan kuliah umum atau ceramah saya kali ini?

Bedanya adalah, jika biasanya saya mengisi kuliah umum atau ceramah seorang diri, kali ini saya membawa partner. Saya membawa dua orang anak muda. Mereka ini bukan anak muda biasa, mereka adalah dua anak muda yang sukses menjadi pengusaha. Mereka adalah Didik Subiantoro dan Bakhtiar R. Akbar.

Saya mengenal dua anak muda ini dari anak saya Anindya Bakrie. Sebelum saya bawa di kuliah umum saya, mereka sudah pernah di bawa Anin di kuliah umumnya. Karena melihat mereka bagus, Anin merekomendasikan ke saya untuk mengajak mereka di setiap ceramah atau kuliah umum kewirausahaan saya.

Akhirnya setelah saya bertemu dengan mereka, saya sepakat untuk ajak mereka ikut dalam roadshow saya dan ikut berbagi tips dan pengalaman di acara ceramah atau kuliah umum saya. Mereka mendapat giliran memberikan materi atau berbagi pengalaman, setelah saya selesai menyampaikan ceramah atau kuliah umum saya.

Siapa sebenarnya dua anak muda ini, dan apa bisnis yang digelutinya?

Mereka adalah dua anak muda yang baru berumur 20 tahunan dan belum lama lulus kuliah. Namun mereka sudah berani merintis usaha sendiri dan sukses sebagai pengusaha. Mereka berdua kebetulan lulusan Universitas Bakrie, kampus yang dibangun Keluarga Bakrie yang memang menekankan mahasiswanya untuk berani menjadi pengusaha.

didik untag

Didik saat memotivasi mahasiswa Untag

Didik adalah pemilik bisnis batik dan usaha online. Dia yang mendesain batik yang digunakan oleh grup band J-Rocks dan Wali. Anak muda pasti kenal dengan batik “gaul” Mbah Bintoro yang didesain dan dijual oleh Didik.

Selain itu, Didik juga memiliki bisnis online yang sukses. Misalnya saja dia membuat web tv. Salah satu web tv yang dibuatnya adalah untuk group band J-Rocks. Dia juga biasa memberikan training untuk anak muda terkait bisnis online ini.

Sedangkan Akbar, bisnis utamanya adalah terkait foto dan video di bawah bendera Wong Akbar Fotografi. Dia mulai dari mengerjakan foto video kawinan, kemudian berkembang sampai memiliki rumah produksi yang biasa mengerjakan company profile, dan lain-lain.

Selain itu, Akbar juga melebarkan sayap di bisnis sewa alat-alat digital sampai sekolah musik. Tak hanya sampai di situ, Akbar bahkan juga terjun ke bisnis peternakan, dan sebagainya. Hari raya kurban kemarin, dia bahkan mengaku bisa menjual 100an ekor sapinya.

Dari bisninya tersebut, dua anak muda ini bisa meraup laba milyaran rupiah. Ini tentunya bukan angka yang kecil. Untuk anak muda seusia mereka, ini bahkan angka yang relatif besar.

Bagi saya, Akbar dan Didik ini cocok ikut mengisi acara ceramah atau kuliah umum saya karena apa yang mereka praktekkan sesuai dengan apa yang saya sampaikan. Misalnya; selama ini saya mengatakan bisnis yang bagus dan tak lekang oleh jaman itu adalah FEW: Food, Energy, Water, plus industry kreatif. Nah mereka berdua ini membuktikan dengan bergelut di industry kreatif ternyata bisa sukses.

Mereka juga membuktikan apa yang saya sampaikan bahwa untuk sukses berbisnis modal utamanya bukan uang, tapi ide. Dengan ide usaha brilian, semua bisa sukses termasuk anak muda.

akbar untagLihat saja Didik yang punya ide membuat web tv. Idenya muncul setelah dia melihat peluang dari fans J-Rocks sebaganyak sekitar tiga juta orang. Lalu dia membuat web tv yang berisi video-video J-Rocks yang belum pernah dipublikasikan di mana pun. Namun setiap yang akan mengakses harus berlangganan dengan tarif tertentu yang murah.

Didik mengilustrasikan, tiga juta orang fans J-Rocks ini jika mengakses konten video tersebut, maka banyak uang bisa dikumpulkan. Dia mencontohkan jika 1 persen saja dari jumlah fans mau membayar Rp100 ribu per tahun, maka setahun bisa terkumpul Rp3miliar.

Akbar juga demikian. Idenya muncul saat dia melihat ada ratusan gedung yang biasa dipake nikahan di Jakarta. Lalu muncullah idenya untuk membuat perusahaan foto dan video. Dengan bekerjasama dengan gedung-gedung itu, maka akan banyak sekali uang yang bisa didapatkan.

Mereka berdua mulai dari ide, bukan mengandalkan uang. Karena mereka juga berasal dari keluarga yang tidak kaya. Didik, misalnya mengaku sempat putus asa sewaktu lulus SMA karena bingung mau kuliah tapi terkendala biaya. Namun Alhamdulillah dia bisa kuliah di Universitas Bakrie dengan mendapat beasiswa. Akbar pun demikian, dia juga mendapatkan beasiswa di kampus yang sama.

Akbar dan Didik ini, memiliki usia dan dunia yang tidak jauh beda dengan para mahasiswa atau siswa yang menyimak kuliah umum saya. Meski materi dan teorinya sama dengan saya, tapi bahasa dan aplikasinya tentu lebih mengena mereka. Karena itu, mereka ini bisa menjadi contoh nyata bagi anak muda lainnya bahwa anak muda juga bisa sukses jadi pengusaha.

Selama ini, banyak anak muda yang masih tidak percaya bahwa mereka bisa menjadi pengusaha sukses. Meskipun saya telah memberikan tips dan pengalaman yang gamblang, toh masih banyak yang tidak percaya dan pesimis.didik akbar anin

Ini bisa dibaca di komentar blog ini atau media sosial saya. Ada yang bilang: “Mana bisa pak, saya niru bapak”, “mana bisa pak, saya kan gak ada modal”, “bapak sih bisa karena relasi atau jaringannya sudah luas,”, dan sebagainya. Banyak juga yang bingung harus mulai dari mana.

Dengan membawa Didik dan Akbar, saya ingin memberikan contoh nyata. Ternyata bisa kok anak muda yang berlatar belakang ekonomi dan pendidikan, juga dunia yang sama dengan mereka, juga bisa sukses menjadi pengusaha. Didik dan Akbar juga memberikan contoh kongkrit dan aplikatif yang bisa ditiru langsung oleh anak muda lainnya.

Jadi siapa bilang anak muda tidak bisa sukses jadi pengusaha?

Jika Didik dan Akbar bisa, masak kalian tidak bisa?!

Pidato Politik HUT ke-49 Partai Golkar

Dibacakan pada Acara Peringatan HUT ke-49 Partai Golkar, di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, 20 Oktober 2013

10379169155_9351ecc733_oAssalamu alaikum Wr. Wb.

Salam sejahtera buat kita semua

Pertama-tama marilah kita panjatkan puji dan syukur kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, karena atas perkenannyalah kita dapat bersama-sama menghadiri Peringatan HUT Partai Golkar ke-49 ini dalam keadaan sehat wal afiat. Pada ulang tahunnya yang ke-49 ini, kita semua bersyukur bahwa Partai Golkar sebagai kekuatan pembangunan tetap dicintai rakyat dan masih diberikan kesempatan oleh rakyat sebagai partai politik besar dengan basis dukungan suara yang merata di seluruh Indonesia.

Partai Golkar sebagai partai yang terbuka, bagaimanapun merupakan representasi dari kebesaran dan kemajemukan bangsa Indonesia. Karenanya, Partai Golkar senantiasa berterima kasih kepada segenap rakyat Indonesia yang telah memberikan dukungan dan kepercayaannya kepada Partai Golkar.

Peringatan HUT Partai Golkar ke-49 ini memiliki makna yang strategis, karena selain usianya yang sudah mendekati setengah abad, juga karena peringatan HUT Partai Golkar ini dilaksanakan pada saat perjalanan reformasi bangsa ini, masih belum menunjukkan hasil yang maksimal, masih berlangsung dalam proses bongkar pasang, sehingga perlu segera langkah-langkah penataan secara mendasar. Selain itu, juga strategis karena merupakan peringatan HUT Partai Golkar terakhir menjelang momentum politik nasional yakni Pemilu 2014.

Sudah menjadi komitmen dan tekad kita bersama bahwa, pada Pemilu 2014, kita semua akan bersungguh-sungguh, bekerja keras, bahu-membahu dan bersama-sama untuk memenangkan Partai Golkar. Dalam kesempatan ini, saya sebagai Ketua Umum DPP Partai Golkar menanyakan kesanggupan kita semua untuk memenangkan Partai Golkar yang kita cintai ini pada Pemilu 2014 : Apakah saudara-saudara siap memenangkan Partai Golkar? Terimakasih!

Hadirin sekalian yang berbahagia,

Pada kesempatan yang baik ini, di tengah memperingati usia Partai Golkar yang ke-49, saya ingin kembali menegaskan bahwa kita tidak hanya berupaya untuk memenangkan Pemilu dan Pilpres 2014, tetapi juga lebih dari itu dengan kemenangan tersebut, kita ingin menegaskan komitmen kita untuk mengembalikan hakikat politik sebagai sarana untuk memperjuangkan ideologi dan cita-cita mulia.

Dengan demikian, berpolitik merupakan upaya yang mulia untuk mewujudkan cita-cita politik, untuk memastikan terwujudnya kemaslahatan bersama dan kesejahteraan rakyat. Dengan memahami hakikat politik sedemikian, maka Partai Golkar mempelopori tradisi politik yang jauh dari pendekatan pragmatis-transaksional. Partai Golkar mengembangkan suatu tradisi politik yang produktif didasari oleh pemahaman yang benar, bahwa berpolitik adalah panggilan dan perjuangan untuk mewujudkan ideologi dan cita-cita politik.10379332894_a7a2fd44f7_o

Kita juga ingin merubah tradisi politik yang diwarnai oleh intrik, politiking, bahkan fitnah-fitnah politik menjadi tradisi persaingan kualitatif, yang bertumpu pada ide dan gagasan sebagai instrumen politik. Kita ingin mengembangkan tradisi politik yang memperkuat kualitas demokrasi. Itu semua kita lakukan dalam kerangka Partai Golkar sebagai the party of ideas. Karena itulah, Partai Golkar secara sungguh-sungguh menggagas konsep Visi Indonesia 2045, sebagai blue print Partai Golkar dalam merespons dan menjawab tantangan bangsa ke depan. Karenanya, kemenangan Partai Golkar adalah penting untuk memastikan bahwa pembangunan akan terus berjalan dan rakyat semakin sejahtera.

Terkait dengan itulah, saya perlu menegaskan kembali bahwa kita berjuang untuk memenangkan pemilu, tidak semata-mata untuk mengejar kekuasan demi kekuasaan, posisi, atau jabatan itu sendiri. Bagi Partai Golkar kekuasaan adalah sasaran antara, dan bukan tujuan utama. Partai Golkar adalah partai karya dan kekaryaan. Kekuasaan kita perlukan untuk membangun masa depan Indonesia yang lebih baik, untuk memberikan karya dan kemajuan yang konkret dan nyata bagi seluruh rakyat Indonesia.

Kita telah bertekad untuk memberikan pendidikan yang lebih maju bagi anak-anak Indonesia, membuka lapangan kerja, membangun infrastruktur, rumah sakit, irigasi dan masih banyak lagi. Semua itu akan kita lakukan sambil memperkuat rumah kita bersama, yaitu Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang dilandasi oleh Pancasila, UUD 1945, serta prinsip mulia bhineka tunggal ika.

Itulah tujuan besar kita. Itulah raison d’etre dari kerja keras kita membesarkan Partai Golkar. Partai Golkar harus menjadi tulang punggung Indonesia. Partai Golkar harus menjadi pelabuhan di hati rakyat, tempat mereka menyandarkan harapan dan cita-cita akan kehidupan yang lebih baik.

Hadirin sekalian yang berbahagia,

Setiap memperingati HUT Partai Golkar, maka kita kembali merenungkan pesan sejarah, bahwa kehadiran Partai Golkar, tepatnya pada 20 Oktober 1964 dengan berdirinya Sekretariat Bersama Golongan Karya (Sekber Golkar) adalah untuk menegaskan komitmennya dalam menjaga dan mempertahankan ideologi Pancasila, dari rong-rongan kekuatan-kekuatan politik yang hendak menggantikannya dengan ideologi lain, terutama Komunisme.

Kehadiran Golkar juga untuk menepis mengemukanya konflik dan pertikaian politik berbasis ideologi aliran yang berlarut-larut dan menghadirkan instabilitas politik, serta memudarkan konsentrasi membangun bangsa. Di tengah-tengah situasi seperti itulah Golkar hadir sebagai kekuatan pembaharu yang mengedepankan doktrin dan gerakan karya kekaryaan sebagai kekuatan pembangunan.

Sebagai kekuatan pembaharuan dan pembangunan, Golkar telah menorehkan kontribusinya dalam sejarah pembangunan bangsa. Pada usianya yang ke-49 ini Partai Golkar juga tetap tampil sebagai kekuatan pembangunan yang mengedepankan doktrin dan gerakan karya kekaryan, yang senantiasa memperjuangkan aspirasi rakyat selaras dengan motto Suara Golkar, Suara Rakyat!

Hadirin sekalian yang berbahagia,

Kita telah melakukan langkah-langkah penting dalam konsolidasi internal partai. Kita bersyukur bahwa soliditas Partai Golkar tetap terjaga. Saya melihat bahwa gairah segenap kader dan para caleg Partai Golkar demikian tinggi untuk memenangkan Partai Golkar. Saya yakin, kalau segenap pengurus, kader dan keluarga besar Partai Golkar kompak dan solid, maka apa yang dicatat oleh lembaga-lembaga polling bahwa Partai Golkar adalah pertai pemenang Pemilu 2014 akan menjadi kenyataan.

Pada pidato politik saya menyambut HUT Partai Golkar ke-46 dan 47 yang lalu dengan bangga saya mengatakan bahwa padi sudah mulai menguning, dan pada Peringatan HUT Partai Golkar ke-48, padi betul-betul sudah mulai menguning hingga ke pelosok-pelosok desa. Maka pada peringatan HUT Partai Golkar ke-49, kita harus jaga semua itu, dan kita tengah bersiap-siap untuk penen tahun depan, pada Pemilu 2014, yang bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Partai Golkar ke 50. Pada saat itu, padi akan menjadi beras, dan manfaatnya akan dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia. Saudara-saudara sekalian sebagai pengurus dan kader-kader militan Partai Golkar, telah menanam benih padi yang terus tumbuh menguning. Maka, mari kita rawat dan jaga semua itu.

Para kader dan pimpinan di daerah, serta para pengurus DPP di pusat, telah semakin menyatukan langkah, membulatkan tekad, bekerja lebih keras, untuk memungkinkan langkah-langkah kita dalam merebut dukungan rakyat dan mempersiapkan diri dengan lebih baik menuju gelanggang utama Pemilu 2014. Apakah saudara-saudara sekalian siap memenangkan Partai Golkar? Terima kasih.

Hadirin sekalian yang berbahagia,

Selain masalah internal, kita juga harus terus memperhatikan perkembangan di tingkat kebijakan dan pemerintahan, di pusat dan di daerah, serta lebih jauh lagi, kita harus terus membaca denyut nadi perkembangan side affects valium kontemporer dalam masyarakat kita. Bahkan juga, kita harus terus mencermati perkembangan global yang dapat berdampak pada dinamika kehidupan bangsa kita.

Dalam mencermati dinamika kehidupan bangsa, kita dihadapkan pada banyak isu penting. Yang paling menonjol belakangan ini adalah upaya penegakan hukum yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kita semua tentu sangat prihatin menyusul peristiwa tangkap tangan ketua Mahkamah Konstitusi (MK) dan beberapa oknum politisi serta yang lain oleh KPK. Kita tahu, bahwa setelah kejadian itu banyak sorotan yang diarahkan kepada Partai Golkar.

Pada kesempatan ini, saya tegaskan bahwa, Golkar adalah partai yang senantiasa menjunjung tinggi supremasi hukum, penegakan hukum dan keadilan. Partai Golkar memiliki komitmen yang tinggi dalam pemberantasan korupsi yang dilakukan tanpa pandang bulu dan tidak tebang pilih. Oleh karena itu, apabila terdapat kader Partai Golkar yang berurusan dengan KPK dan/atau lembaga penegak hukum lainnya, maka Partai Golkar sepenuhnya mendukung proses hukum dapat dilakukan dengan seadil-adilnya sesuai dengan fakta-fakta hukum yang ada. Ini menunjukkan bahwa Partai Golkar memiliki komitmen yang nyata dalam pemberantasan korupsi dalam kerangka supremasi hukum.

Terkait dengan isu “politik dinasti” yang marak belakangan ini, saya tegaskan bahwa Partai Golkar pada hakikatnya adalah partai yang modern dan demokratis. Partai Golkar tentu menghormati dan tidak bisa melarang setiap warga negara untuk dapat berkiprah dalam dunia politik, karena hak politik adalah bagian integral dari hak asasi manusia. Dalam kaitannya dengan “politik dinasti”, kita harus dudukkan permasalahannya secara proporsional, bahwa selama yang disebut sebagai bagian dari politik dinasti itu mampu tampil sebagai pejabat publik yang didukung rakyat dan mampu menjadi pemimpin yang amanah, transparan dan akuntabel dalam menjalankan pemerintahan, kebijakan-kebijakannya pun bertumpu pada kepentingan publik dan kesejahteraan rakyat, maka kita tidak boleh sertamerta mengutuk apa yang belakangan ini diwacanakan sebagai politik dinasti.

Tetapi, apabila yang terjadi sebaliknya, seorang pejabat publik melakukan korupsi dan manipulasi kebijakan publik, sehingga menjauhkannya dari upaya mensejahterakan rakyat, maka tanpa menghubungkannya dengan politik dinasti pun, yang bersangkutan akan berhadapan dengan hukum. Kita hidup di negara hukum, dan selama penegakan hukum dilakukan secara adil, maka politik dinasti yang kontraproduktif akan terkoreksi dengan sendirinya. Kita setuju dengan konteks etika dan kepatutan, sebagai bagian dari kritik utama fenomena politik dinasti, tetapi bagi Partai Golkar yang paling utama adalah penegakan hukum, karena Indonesia adalah negara hukum, bukan negara kekuasaan orang per orang.

Isu penting lainnya adalah, sebagai tindak lanjut dari penangkapan Ketua MK, Presiden telah mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (PERPPU). Kita menghormati apa yang dilakukan oleh Presiden tersebut sebagai bagian dari hak yang melekat padanya. Namun, Partai Golkar memandang perlu adanya kajian lebih lanjut secara komprehensif-integral yang dilakukan oleh lembaga legislatif, sehingga solusi yang ada secara sungguh-sungguh dapat menyelesaikan akar permasalahan yang sebenarnya, di mana solusi ini merupakan bagian integral dari upaya kita untuk melakukan penataan sistem ketatanegaraan kita, sebagaimana yang juga telah dilakukan oleh Tim Kajian Sistem Ketatanegaraan yang telah dibentuk oleh MPR-RI.

Hadirin sekalian yang berbahagia,

Dalam konteks internasional, kita juga dihadapkan pada banyak isu penting belakangan ini. Yang cukup menonjol adalah, peristiwa politik yang terjadi di Amerika Serikat, dimana Senat dan Kongres mereka telah memutuskan untuk mengakhiri “shutdown” atau penutupan pemerintahan Presiden Barack Obama. Dampak ekonomi dari peristiwa itu, selain krisis ekonomi sebelumnya di Amerika dan Eropa, dapat kita rasakan. Kita bersyukur bahwa pemerintah Amerika Serikat sudah jalan kembali, kendatipun krisis dan kebuntuan politik masih selalu membayangi.

Selain dampak ekonomi, kita juga dapat memetik hikmah dari kasus “shutdown” Pemerintahan Amerika Serikat itu: bahwa dalam berpolitik, dalam memperjuangkan suatu kebijakan, prinsip-prinsip politik harus dipegang teguh. Namun demikian, dalam bergenosiasi politik, kita harus megedepankan konsensus dan semangat untuk mencari jalan keluar, bukan semangat untuk saling menyandera dan membuat jalan buntu. Hikmah ini relevan dengan Partai Golkar yang selama ini dikenal sebagai kekuatan politik yang senantiasa mengedepankan upaya untuk mencapai konsensus dalam dinamika politik bangsa. Itulah hakikat keberadaan Partai Golkar sebagai perekat persatuan dan kesatuan bangsa.

Di bidang kerjasama ekonomi global, Indonesia baru saja menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi APEC. Kendatipun kita tidak bisa mencegah globalisasi sebagai suatu kelaziman global, tetapi negara, dalam kerangka negara kesejahteraan atau welfare state, tetap mempunyai tanggung jawab yang tinggi untuk senantiasa mengedepankan upaya untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat. Orientasi pembangunan ekonomi kita, tetap harus bertumpu pada upaya kemandirian ekonomi bangsa. Dalam konteks inilah, keikutsertaan Indonesia dalam organisasi-organisasi regional dan internasional, termasuk APEC, harus betul-betul dimanfaatkan untuk orientasi kemandirian bangsa tersebut, jangan malah sebaliknya. Hal ini merupakan implementasi dari tetap pentingnya nasionalisme dalam era globalisasi, dan karena itu, betapa pentingnya konsep Nasionalisme ini, maka saya telah tetapkan sebagai salah satu dari catur sukses pembangunan nasional yang terurai secara rinci dalam buku Visi Indonesia 2045 : Negara Kesejahteraan, yang meliputi : Pertumbuhan, Pemerataan, Stabilitas, dan “Nasionalisme Baru”.

Terkait dengan itulah, kita juga harus menghentikan derasnya arus barang impor yang kelewat batas serta merumuskan peran asing yang sesuai dengan kebutuhan kita, bukan yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Kita juga melihat masih tersendatnya rencana pembangunan proyek-proyek infrastruktur serta tersendatnya reformasi di sektor energi.

Semua itu harus dihadapi dan dicarikan jalan keluarnya. Potensi ekonomi Indonesia demikian besar. Partai Golkar harus menyerukan bahwa kita tidak boleh terlalu banyak membuang-buang waktu, menunda dan menunda penyelesaian masalah di kemudian hari. Kita harus berani menghadapi masalah, mencari solusi, dan berani bertindak untuk itu. Inilah hakikat kepemimpinan politik bangsa kita ke depan, dimana pemimpin bangsa akan dihadapkan pada banyak persoalan dan dituntut untuk bisa mengambil keputusan yang tepat demi kemandirian bangsa, dan memastikan arah perjalanan bangsa sudah tepat di jalannya (on the right track) guna memastikan terwujudnya cita-cita bangsa.

Tentu masih banyak lagi isu-isu aktual dan mendasar bangsa yang perlu kita sikapi dan tentu terlebih dahulu perlu ada kajian yang mendalam. Untuk itu, saya harapkan hal-hal tersebut dapat menjadi bagian dari pernyataan politik Partai Golkar pada Rapimnas ke-5 yang akan kita adakan pada tanggal 21-23 November yang akan datang.

Hadirin sekalian yang berbahagia,

Sekali lagi, perkenankan saya mengajak kita semua untuk bersyukur atas rahmat dan karunia yang diberikan oleh Allah SWT, sehingga Partai Golkar masih tetap eksis dan survive, serta siap menghadapi kompetisi politik Pemilu 2014. Marilah kita perkuat barisan, menuju kemenangan Pileg dan Pilpres 2014 yang akan datang !

Demikian, terimakasih atas perhatiannya dan mohon maaf atas segala kekurangan.

Maju terus Partai Golkar!! Maju terus Bangsa Indonesia!!

Partai Golkar menang, bangsa maju, rakyat sejahtera!!

Wabillahitaufiq walhidayah,

Wassalamualaikum Wr. Wb.

Cita-cita Saya: Pendidikan Gratis SD sampai SMA di Indonesia

ARB siswa 1Suatu hari, ketika sedang keluar masuk perkampungan nelayan untuk melihat dari dekat kehidupan mereka. Saat sedang berdialog dengan warga, saya melihat dua orang anak usia sekolah ikut hadir di sana. Dua anak ini kemudian menjadi perhatian saya, karena saat itu adalah jam sekolah dan mereka ada di rumah.

Lalu saya panggil dua anak itu dan bertanya pada mereka. Saya menanyakan mengapa mereka tidak sekolah? Mereka kemudian menjawab, mereka sebenarnya ingin bersekolah, dan sempat bersekolah. Namun mereka terpaksa harus putus sekolah karena masalah biaya. Orang tua mereka tidak memiliki biaya untuk menyekolahkan mereka. Saya sedih mendengarnya.

Hal seperti itu tidak hanya terjadi di kampung nelayan itu saja. Hal yang sama ada di berbagai pelosok Indonesia. Saya telah berkunjung ke hampir setiap pelosok negeri ini, dan sering sekali saya temui anak yang terpaksa tidak bersekolah karena masalah biaya.

Banyak masyarakat tidak mampu kesulitan menyekolahkan anaknya sampai sekolah menengah, bahkan hanya untuk sekolah dasar saja. Karena itu, saya bertekad, saya bercita-cita, bahwa ke depan, tidak boleh ada lagi anak Indonesia yang tidak bisa sekolah atau melanjutkan pendidikannya karena masalah biaya.

Saya kemudian memasukkan cita-cita saya membuat pendidikan gratis ini dalam visi saya sebagai calon presiden. Dalam blue print pembangunan Visi Indonesia 2045 yang disusun Partai Golkar, program pendidikan gratis 12 tahun dari SD sampai SMA untuk seluruh anak Indonesia, masuk di dalamnya.

Pendidikan gratis 12 tahun memang sudah ada di beberapa daerah. Namun itu hanya ada di daerah-daerah yang maju atau kaya saja. Pendidikan gratis ini belum merata untuk semua wilayah Indonesia. Cita-cita saya, jika saya diberi kepercayaan rakyat Indonesia memimpin bangsa ini, maka pendidikan gratis dari SD sampai SMA ini akan hadir untuk seluruh wilayah Indonesia, sehingga seluruh anak Indonesia bisa merasakannya. Kalau daerah saja bisa, mengapa negara tidak bisa? Pasti bisa.

Mengapa dari SD sampai SMA? Bagi saya, pendidikan gratis bagi anak Indonesia sejatinya harus ditempuh selama 12 tahun. Dengan kata lain, hingga seorang anak lulus SMA. Saat ini, kualifikasi pendidikan sudah lebih tinggi dari zaman dulu. Kini, lulus SMA itu sudah seperti lulus pendidikan dasar. Jika masuk kerja, lulusan SMA biasanya hanya mendapat posisi bawah. Karena itu, akan lebih sulit bagi anak yang pendidikannya tidak sampai SMA. Bahkan pendidikan dasar saja tidak lulus.

Mereka ini jumlahnya sangat banyak di Indonesia. Mereka tidak bersekolah bukan karena tidak cerdas, tapi terpaksa tidak sekolah karena masalah biaya. Ini adalah sebuah masalah besar yang harus diselesaikan ke depan.

Lalu bagaimana caranya bisa gratis sampai SMA? Saat menyampaikan bahwa saya punya cita-cita untuk menghadirkan pendidikan gratis ini, banyak orang yang menyambut gembira. Tapi tak sedikit pula yang tidak percaya. Bagaimana mungkin bisa hadir pendidikan gratis untuk semua anak Indonesia dari SD sampai SMA? Bagaimana caranya?

Begini caranya. Saya ini mantan Menteri Koordinator bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) dan mantan Menteri Koordinator bidang Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra), jadi saya tahu caranya. Dalam hitung-hitungan saya, tidak butuh dana yang besar untuk mewujudkan pendidikan murah. Negara ini punya banyak uang untuk merealisasikan itu.

Dananya dari mana? Dananya ada. Kita butuh Rp24 triliun, untuk merealisasikan pendidikan gratis dari SD sampai SMA. Dana Rp24 triliun itu ada dan tidak susah dicari. Dana ini relatif sedikit dibanding subsidi BBM yang mencapai lebih dari Rp250 triliun.

Apalagi, subsidi BBM itu 80 persen dinikmati orang kaya atau orang mampu. Subsidi yang besar itu, setiap hari terbakar menjadi asap kendaraan di jalan-jalan. Jika mau, kita bisa tinggal ubah subsidinya tidak pada BBM tapi pada orang miskin, untuk pendidikan misalnya, maka semua anak Indonesia bisa sekolah 12 tahun gratis. Jika disuruh memilih uang terbakar jadi asap knalpot atau untuk pendidikan gratis, pasti rakyat Indonesia memilih yang ke dua.

Selain itu, anggaran pendidikan kita juga sangat besar. Konstitusi mengamanatkan anggran pendidikan sekurangnya 20 persen dari APBN atau APBD. Tentunya jumlahnya akan sangat besar dan lebih dari cukup untuk merealisasikan pendidikan gratis 12 tahun.

Dulu, saat masih menjabat jadi menteri, saya sudah mengusahakan meringankan pendidikan anak bangsa. Dulu kami membuat berbagai program seperti program Bantuan Operasional Sekolah (BOS), dan lain sebagainya.
Namun saya sadar, BOS saja tidak cukup. Sebab yang dibutuhkan anak-anak Indonesia adalah pendidikan gratis 12 tahun, dari SD sampai SMA.

Pendidikan ini penting. Dia adalah modal utama untuk membangun bangsa. Modal awal agar Indonesia agar bisa bersaing dengan negara lain. Pendidikan adalah pembangunan manusia Indonesia. Pembangunan manusia Indonesia ini adalah tujuan sebenarnya pembangunan. Pembangunan ekonomi hanyalah sasaran antara pembangunan manusia Indonesia.

Jadi itulah cita-cita saya: mewujudkan pendidikan gratis dari SD sampai SMA. Saya yakin rakyat Indonesia setuju dengan saya. Saya yakin mereka akan bergabung untuk mewujudkan cita-cita bersama ini.

Silaturahmi Kebangsaan

Sambutan pada Acara Silaturahmi Kebangsaan Partai Golkar. 26 Agustus 2013

Yang saya hormati Presiden RI Bpk. Susilo Bambang Yudhoyono

Yang saya hormati Wkl. Presiden RI, Prof. Boediono

Yang saya muliakan jajaran pimpinan Partai Politik

Sahabat-sahabat saya dari jajaran pengurus Partai Golkar

Bapak, Ibu dan hadirin yang saya muliakan

Assalamu alaikum WR. WB

Salam sejahtera bagi kita semua

Pertama-tama marilah kita panjatkan puji dan syukur ke hadapan Allah SWT karena hanya atas izin-NYA kita dapat bertemu pada malam yang berbahagia ini.

Selanjutnya, saya ingin menghaturkan penghargaan dan apresiasi yang sedalam-dalamnya dari seluruh pimpinan Partai Golkar atas kehadiran sahabat-sahabat seperjuangan dari lapisan kepemimpinan partai dan kekuatan politik Indonesia.

Terlebih khusus pula, saya dan seluruh jajaran Partai Golkar menyambut dengan suka cita kehadiran Bapak Susilo Bambang Yudhoyono, Presiden Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum Partai Demokrat, yang juga merupakan rekan seperjuangan Partai Golkar. Beliau menyempatkan diri untuk hadir pada malam ini dan saya kira kita semua menyambut kemurahan hati beliau dengan penuh rasa syukur dan terima kasih.

Ungkapan terimak kasih yang sama juga kami haturkan kepada Bpk. Wapres Boediono yang menyempatkan diri berada di tengah-tengah kita pada acara ini.

Selain itu, saya juga mengucapkan beribu terima kasih kepada kader-kader partai lainnya yang hadir pada malam hari ini. Inilah warna-warni Indonesia yang menyejukkan dan perlu terus kita kembangkan.

Pertemuan pada malam ini adalah sebuah upaya untuk meneruskan tradisi yang baik di negeri kita, yaitu tradisi kekeluargaan setelah berakhirnya Bulan Ramadhan dan perayaan Idul Fitri. Tradisi ini adalah sebuah institusi sosial yang sangat positif, sebab ia biasanya mengambil bentuk pertemuan silaturahmi yang diwarnai oleh sikap bersahabat, sikap yang rendah hati untuk saling memaafkan, menerima kekurangan dan kelemahan sebagai manusia, serta berjanji untuk berbuat yang lebih baik lagi di masa-masa mendatang.

Selain itu, secara kebetulan pula, Indonesia baru saja merayakan Proklamasi Kemerdekaan ke-68, yang merupakan sebuah momen penting dalam sejarah kebangsaan kita.

Oleh karena itulah, kami di Partai Golkar kemudian mengundang sahabat-sahabat semuanya, tokoh dan pimpinan Partai Politik di Tanah Air, untuk bertemu, menyambung tali silaturahmi, dan menyebut pertemuan malam ini sebagai sebuah “silaturahmi kebangsaan.” Dan karena itu pula, saya memohon dengan kerendahan hati agar satu per satu sahabat-sahabat kita pimpinan parpol yang hadir malam ini agar turut memberikan sambutan dan pandangan-pandangan yang dapat mempererat tali persahabatan kita.

Semoga lewat pertemuan ini, kita menegaskan sekali lagi bahwa, walaupun berasal dari tempat yang berbeda-beda, namun kita hidup bukan untuk mempertajam perbedaan, melainkan untuk memperluas ruang-ruang kebersamaan. Kita memandang perbedaan bukan sebagai kelemahan, namun justru kita mensyukurinya sebagai dinamika yang sehat dari sebuah masyarakat majemuk.

Prinsip mulia ini sangat penting untuk terus digarisbawahi, khususnya di saat-saat seperti ini di mana dinamika Pemilu sudah mulai menghangatkan suhu politik di Tanah Air. Suhu ini akan terus meningkat, dan puncaknya akan terjadi pada bulan April dan Juli tahun depan. Sebagai pimpinan partai politik, kita tentu akan berada di pusaran kompetisi yang ketat, berlomba untuk merebut dukungan rakyat.

Kompetisi pasti akan seru, sebagaimana pertandingan sepakbola yang ketat dengan bintang-bintang lapangan yang piawai. Tapi betapapun ketatnya, saya yakin sepenuhnya bahwa persahabatan dan tali silaturahmi di antara kita akan menjadikan kompetisi tersebut sebagai sebuah pesta demokrasi yang tertib, adil, dan damai.

Demikian pula, saya yakin bahwa di samping keharusan kompetisi, kita menyadari sepenuhnya bahwa manakala kepentingan bangsa memanggil, maka semua kekuatan politik akan merapatkan barisan dan menjadi satu kesatuan kebangsaan yang utuh dan kompak. Jika pertaruhannya adalah kesejahteraan anak-anak kita, jika pertaruhannya adalah kemaslahatan Republik Indonesia, maka kita akan kompak berseru bahwa tidak boleh ada kuning, biru, merah atau warna lainnya. Yang ada hanyalah merah putih, sang saka Indonesia yang gagah dan berkibar perkasa.

Bapak Presiden dan Wkl. Presiden yang saya hormati

Sahabat-sahabat seperjuangan dan pimpinan partai politik yang saya muliakan

Hadirin yang saya hormati

Pada kesempatan ini izinkanlah saya untuk mengingatkan kita semua bahwa dengan perayaan Hari Proklamasi yang baru saja lewat, bangsa Indonesia sudah berusia hampir tujuh dekade. Dalam satu generasi ke depan, yaitu generasi anak dan cucu kita sekarang, perayaan kemerdekaan bangsa akan mencapai angka historis, yaitu 100 tahun, satu abad, pada tahun 2045.

Saya yakin, kita semua bertekad bahwa perayaan seabad Proklamasi kelak akan menjadi sebuah perayaan dengan penuh rasa syukur, sebab saat itu Indonesia telah menjadi negara maju dan sejahtera, dengan tingkat kebudayaan yang tinggi, dengan tingkat pendidikan yang tidak kalah oleh bangsa-bangsa maju lainnya. Saat itu semua anak Indonesia dari Sabang sampai Merauke akan dengan gagah berkata, I am proud to be an Indonesian. Saya bangga menjadi putra dan putri bangsa Indonesia.

Itulah Indonesia yang menjadi cita-cita kita bersama: sebuah negeri yang membanggakan, tempat persemaian kreatifitas dan ide-ide yang cemerlang; sebuah negeri yang sanggup memberi kesempatan kepada setiap warganya untuk mencari kehidupan yang lebih baik, untuk berusaha sesuai dengan bakat dan kemampuannya dalam suasana yang damai, bersahabat dan saling menghargai.

Adalah tugas kita semua untuk memberikan kontribusi lewat partai dan kekuatan politik yang berbeda-beda untuk memastikan bahwa mimpi dan tujuan besar tersebut memang akan terwujud.

Kita harus merawat Indonesia, membesarkannya, serta mengantarkannya memasuki pintu gerbang seabad Proklamasi dengan kepala tegak dan mata yang berbinar. Para pahlawan di masa lalu telah melaksanakan peran mereka. Adalah tugas kita sekarang untuk melanjutkannya dengan lebih baik lagi.

Insya Allah, jika semua itu memang berhasil kita lakukan, maka generasi mendatang akan mengenang karya dan upaya kita dengan penuh rasa syukur dan terima kasih. Secara bersama-sama kita akan dikenang sebagai lapisan kepemimpinan yang mengantarkan Indonesia memasuki gerbang emas sebagai negara maju. Dengan itu semua, perjuangan yang kita lakukan sekarang, betapapun kecilnya, akan memiliki makna historis yang mendalam.

Bapak Presiden dan Wkl. Presiden yang saya muliakan

Sahabat-sahabat pimpinan berbagai partai yang saya hormati

Hadirin yang sama muliakan

Sebelum menutup sambutan ini, tanpa mengurangi penghargaan pada sahabat-sahabat dari partai lainnya, perkenankanlah saya secara khusus menyampaikan pesan kepada Bapak Susilo Bambang Yudhoyono dalam posisi beliau sebagai Ketua Umum Partai Demokrat. Seperti info yang kita dengar, Konvensi Partai Demokrat untuk memilih Calon Presiden pada Pemilu 2014 nampaknya akan segera dimulai. Sebagai sahabat, kami semua di Partai Golkar mengucapkan selamat dan sukses. Semoga konvensi ini melahirkan tokoh dan Calon Presiden yang ideal dan mumpuni.

Partai Golkar menyambut dengan tangan terbuka siapa pun tokoh yang akan menang dalam konvensi nantinya. Semakin piawai dan tangguh tokoh tersebut, semakin bergairah pula Partai Golkar mengikuti Pemilu Presiden kelak, sebab kandidat Capres Partai Golkar akan mendapat satu lagi lawan tanding yang menggairahkan — atau mungkin juga mendapatkan calon partner yang menarik untuk berjalan bersama-sama. Seperti dalam permainan tenis yang saya gemari, kadang kita harus bertarung dalam permainan single yang ketat, tetapi terkadang pula lebih baik kita berpartner dalam permainan double yang saling mengisi…

Apapun hasilnya, kita semua memberikan apresiasi dan berdoa semoga konvensi tersebut berjalan sesuai dengan harapan sahabat-sahabat kita di Partai Demokrat.

Akhirnya, sekali lagi saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada semua sahabat yang hadir pada malam hari ini. Minal aidin walfaidzin, mohon maaf lahir dan batin. Tak lupa pula, sebagaimana tradisi kami di Partai Golkar, perkenankanlah saya menutup sambutan singkat ini dengan membacakan tiga bait pantun:

Dari Senayan sampai Istana

Bertiup angin amboi sejuknya

Malam ini beta berjanji

Tak akan lupa bersilaturahmi

Mari kawan bakar ikannya

Sambal kecap aduh sedapnya

Para pemimpin bersatu padu

Alangkah senang hati rakyatku

Cantik rupawan melambai senyumnya

Pakai selendang kuning warnanya

Bulat sudah tekad bersama

Majukan negeri, majukan bangsa

Wabillahi taufiq walhidayah

Wassalamualaikum Wr. Wb.

Indonesia dalam Impian Saya

Pidato pada Malam Penghargaan Achmad Bakrie XI. Jakarta, 25 Agustus 2013

Pertama-tama saya ingin mengajak seluruh hadirin untuk memanjatkan puji dan syukur ke hadapan Allah SWT, karena hanya atas rahmat-NYA kita dapat bertemu dan merayakan pemberian Penghargaan Achmad Bakrie ke-11 pada malam yang berbahagia ini.

Selanjutnya, perkenankanlah saya mengucapkan selamat serta penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para tokoh bangsa kita, yaitu para ilmuwan, sastrawan, pemikir, dokter, dan peneliti muda yang terpilih sebagai penerima Penghargaan Achmad Bakrie pada tahun ini.

Secara bersama-sama mereka semua telah memberi kontribusi besar dalam bidang masing-masing serta memperkaya pencapaian kehidupan dalam masyarakat Indonesia. Profesor Emil Salim dengan karya dan pengabdiannya, Pak Remy Sylado dengan puisi-puisinya, dokter Irawan Yusuf serta Profesor Muhilal dengan dedikasi dan karya-karyanya, serta Doktor Oki Gunawan dengan terobosan dan kreatifitasnya: Mereka semua adalah putra-putra terbaik bangsa Indonesia.

Mereka berkarya, mereka memberi arti pada kehidupan lewat pengabdian di jalan yang jauh dari hiruk-pikuk dan gelimang materi. Dunia mereka adalah dunia penciptaan dan kreatifitas, dunia pengabdian serta kecintaan pada sesama manusia. Lewat itu semua, mereka telah memberi kontribusi yang membanggakan. Dan karena itulah, kepada Emil Salim, Remy Sylado, Irawan Yusuf, Muhilal, dan Oki Gunawan – kepada mereka semua bangsa Indonesia perlu menyampaikan terima kasih yang setinggi-tingginya.

Itulah tujuan kita menyelenggarakan Malam Penghargaan Achmad Bakrie. Sengaja waktu perayaan ini dipilih di seputar perayaan Proklamasi 17 Agustus (walaupun untuk tahun ini, karena berimpitan dengan lebaran dan liburan panjang setelahnya, waktu perayaan kita mundurkan sedikit). Inilah salah satu cara terbaik dalam merayakan kemerdekaan: sebab ia mengingatkan serta memberi inspirasi kepada kita semua bahwa kemajuan suatu bangsa hanya mungkin dicapai lewat kemajuan dalam dunia ilmu, lewat terobosan dalam dunia pemikiran dan kreatifitas, serta lewat kemajuan dan pengabdian yang sungguh-sungguh dalam bidang kedokteran dan kesehatan masyarakat.

Tahun ini kemerdekaan Indonesia sudah berjalan hampir tujuh dasawarsa. Dalam satu generasi ke depan, yaitu generasi anak dan cucu kita sekarang, perayaan kemerdekaan bangsa kita akan bertuliskan 100 tahun, atau seabad kemerdekaan Indonesia, yaitu tahun 2045. Dalam usia saya sekarang, barangkali terlalu berlebihan jika saya berharap bahwa saya masih sanggup merayakan datangnya hari bersejarah tersebut (saat itu saya akan berusia 98 tahun, dan jika diizinkan Allah SWT, pada tahun 2045 saya masih akan kuat untuk jogging dan bermain tenis tiga kali seminggu…).

Tapi saya bermimpi, saya berharap, dan saya kira kita semua sebagai bangsa juga bertekad bahwa perayaan seabad Proklamasi kelak adalah sebuah perayaan yang penuh rasa syukur, sebuah perayaan dengan penuh kebanggaan oleh semua anak bangsa, sebab saat itu Indonesia telah menjadi negara maju, sebuah negara yang telah sepenuhnya modern, sejahtera, dengan kemajuan teknologi, dengan tingkat kebudayaan yang tinggi, dengan tingkat pendidikan dan prestasi anak-anak Indonesia yang tidak kalah oleh bangsa-bangsa maju lainnya.

Itulah Indonesia yang kita dambakan. Itulah Indonesia yang dimaksudkan oleh para pendiri bangsa kita saat memproklamasikan kemerdekaan Republik Indonesia 68 tahun yang silam. Indonesia yang membanggakan. Indonesia yang menjadi tempat persemaian kreatifitas dan gagasan-gagasan yang cemerlang. Indonesia yang sanggup memberikan kesempatan kepada setiap warganya untuk mencari kehidupan yang lebih baik, untuk berusaha sesuai dengan bakat dan kemampuannya, serta untuk menjadi manusia-manusia yang produktif dalam lingkungan masyarakat yang damai, bersahabat dan saling menghargai.

That is Indonesia in my dream. Dan saya yakin bahwa itulah Indonesia yang juga didambakan oleh semua, dari Sabang di ujung barat hingga Merauke di ujung paling timur zamrud khatulistiwa yang indah ini.

Sekarang, adalah tugas kita semua, sebuah tugas dan kewajiban yang teramat mulia, agar masing-masing dari kita memberikan kontribusi dalam berbagai bidang, betapapun kecilnya, untuk memastikan bahwa mimpi dan tujuan besar tersebut memang akan tercapai.

Kita harus merawat Indonesia, membesarkannya, serta mengantarkannya memasuki pintu gerbang seabad Proklamasi dengan kepala tegak dan mata yang berbinar. Para pahlawan di masa lalu telah melaksanakan peran mereka. Sekarang adalah tugas kita melanjutkannya dengan lebih baik, sesuai dengan konteks dan tantangan zaman globalisasi ini.

Bung Hatta pernah mengutip Isaac Newton, fisikawan Inggris terbesar sepanjang zaman yang menemukan teori gravitasi. Beliau berkata bahwa “kita yang hidup di masa kini sesungguhnya hanya berdiri di pundak orang-orang besar di masa lalu.” Sekarang, di awal abad ke-21 ini, kita mendapat kesempatan emas, dengan pijakan yang cukup kokoh, dengan modal dasar Indonesia yang sudah cukup memadai, untuk terus melanjutkan perjuangan mencapai cita-cita dan mimpi kita bersama. Kita berani bermimpi, dan kita juga harus berani untuk bertindak dalam mengukir berbagai prestasi yang membanggakan.

Seperti yang telah dicontohkan oleh para penerima Penghargaan Achmad Bakrie, yang sekarang jumlah sudah hampir mencapai 50 tokoh dalam sebelas tahun, setiap orang, setiap anak bangsa Indonesia, mampu dan perlu memberikan sumbangan dalam bidang masing-masing.

Itulah tauladan yang baik. Itulah contoh kehidupan yang kita harapkan menjadi inspirasi bagi jutaan anak-anak muda bangsa Indonesia untuk menggantungkan cita-cita mereka setinggi langit dan berusaha mencapai prestasi-prestasi besar dalam hidup dan karir mereka. Anak-anak muda Indonesia harus melangkah lebih jauh lagi, sebab dunia mereka sekarang dan di masa depan menyajikan begitu banyak kemudahan, begitu banyak kesempatan dan peluang untuk maju dan berkembang.

Jika semua itu memang terjadi, maka Insya Allah jalan Indonesia dalam mencapai kejayaan yang paripurna di tahun 2045 akan lebih mulus dan pasti. Adalah tugas dan kewajiban dari generasi orang dengan seumur saya, sebuah generasi di ujung jalan, sebuah generasi di batas waktu, untuk memastikan serta untuk berusaha sejauh mungkin memperkuat fondasi Indonesia agar semua cita-cita mulia tersebut dapat terwujud, baik fondasi dalam dunia ekonomi, dunia pendidikan, maupun dunia politik dan pemerintahan.

Dalam hal itu, perkenankanlah saya dalam kesempatan ini untuk juga mengajak dan menghimbau semua pemimpin dari berbagai kalangan, khususnya mereka yang memimpin di dunia politik dan pemerintahan, untuk tidak pernah lupa bahwa kemajuan Indonesia harus terus diperjuangkan dan hanya mungkin dicapai bukan dengan mempertajam perbedaan yang ada, tetapi justru dengan mencari dan menjalin persamaan yang lebih erat di antara semua elemen bangsa.

Terus terang, himbauan seperti itu juga saya tujukan kepada diri saya sendiri. Insya Allah, saya akan memperhatikannya dengan sungguh-sungguh. Kita semua tahu bahwa semakin dekat ke Pemilu tahun depan, suhu kompetisi kepemimpinan di Indonesia akan semakin meningkat. John F. Kennedy pernah berkata bahwa statesmen govern the country with prose, but they campaign with poetry. Karena itu, dalam beberapa bulan ke depan, dari kalangan politisi akan semakin banyak ditebarkan puisi dan janji-janji.

Semua itu tentu saja wajar adanya, sebuah dinamika yang menjadi kembangnya demokrasi yang semakin matang. Namun kita juga berharap bahwa di samping riuh rendahnya janji dan kembang kata-kata, kompetisi politik Indonesia juga memberikan substansi serta memberikan arah bagi perjalanan bangsa kita ke depan.

Dan karena itu pula, acara seperti yang kita lakukan pada malam hari ini, memberikan makna yang mendalam. Lewat pemberiaan Penghargaan Achmad Bakrie ini, lewat dedikasi dan karya tokoh-tokoh penerimanya, kita diingatkan kembali, bahwa siapa pun yang memimpin Indonesia, siapa pun yang ingin mengatur kehidupan orang banyak, siapa pun yang ingin berdiri di garis terdepan dunia politik dan pemerintahan negeri kita – semua harus menyadari bahwa kemajuan suatu bangsa dicapai bukan karena adanya timbunan emas, minyak dan permata. Kemajuan suatu bangsa terjadi karena didorong oleh kreatifitas dan kemajuan dalam dunia ilmu dan pemikiran, oleh ide dan gagasan yang cemerlang, oleh keringat, dedikasi dan kerja keras.

Demikianlah, sebagai penutup, perkenankanlah saya untuk sekali lagi menyampaikan penghargaan dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Profesor Emil Salim, kepada Pak Remy Sylado, dokter Irawan Yusuf, Profesor Muhilal dan Doktor Oki Gunawan. Karya dan dedikasi mereka telah memperkaya kemungkinan bangsa kita untuk menjadi bangsa yang lebih baik dan lebih berkembang lagi di masa depan.

Tak lupa pula, saya juga ingin menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh panitia dan penyelenggara acara ini, yaitu Freedom Institute, TVONE, ANTV, Vivanews, serta anak-anak usaha Kelompok Bakrie yang menjadi pendukung acara ini. All of you have done a good job. Semoga acara penghargaan yang sudah baik ini menjadi semakin baik lagi di tahun-tahun mendatang.

Wabillahi taufiq walhidayah

Wassalamualaikum Wr. Wb.

Tetapkan Hatimu, Satukan Langkahmu

Pidato Politik di Acara Pembekalan Caleg dan Pengukuhan Badan Koordinasi Pemenangan Pemilu (BKPP) Partai Golkar. Bali, 22 Juni 2013.

Pertama-tama saya ingin mengajak kita semua untuk mengucapkan puji dan syukur kepada Allah yang Mahabesar. Hanya atas rahmatnya maka kita semua dapat mengikuti pertemuan di pulau Dewata yang indah ini.

Terlebih dahulu, saya ingin mengucapkan selamat kepada pasangan PASTI-KERTA atas kemenangan Pilkada Bali yang baru saja disahkan oleh Mahkamah Konstitusi. Pertemuan kita malam ini seolah ditakdirkan untuk juga menjadi semacam perayaan bagi terpilihnya pasangan Pak Mangku Pastika dan Pak Sudikerta sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Bali.

Kita semua berharap agar dalam menjalankan kepemimpinan nantinya, Pak Mangku dan Pak Sudikerta dapat merangkul seluruh masyarakat Bali, tanpa terkecuali, termasuk mereka yang dalam Pilkada kemarin mendukung pasangan dari partai lain. Ajaklah seluruh masyarakat untuk bahu membahu membangun Pulau Dewata yang indah ini agar menjadi lebih maju lagi dan menjadi kebanggaan bagi Indonesia di mata dunia.

Selanjutnya, secara khusus saya ingin mengucapkan terima kasih kepada seluruh kader, pimpinan Golkar dan pimpinan daerah, baik gubernur maupun bupati, serta begitu banyak caleg Partai Golkar dari berbagai daerah yang hadir pada malam hari ini. Saudara-saudara adalah kebanggaan Partai Beringin, ujung tombak kita yang tersebar di seluruh penjuru Nusantara.

Kepada para caleg kita, saya ingin berpesan bahwa saudara-saudara telah resmi menjadi calon peserta dalam Pemilu 2014 (tapi tolong diingat bahwa istilahnya masih DCS, ada kata “sementara” di dalamnya). Saya mengerti bahwa tata urutan nomor dan pembagian wilayah caleg tidak dapat memuaskan semua pihak. Saya ingin semua caleg mendapat nomor urutan satu, tetapi saya harus realistis dan mempertimbangkan banyak hal.

Daripada menjadi caleg nomor bagus tapi tanpa dapil, tentu lebih baik bertanding di sebuah dapil, walaupun dalam nomor urut yang mungkin belum sepenuhnya memuaskan perasaan masing-masing.

Karena itu, sebagai Ketua Umum, dari hati yang terdalam, saya memohon maaf atas kekurangan yang ada, serta berterima kasih sepenuhnya atas pengertian saudara-saudara semua.

Kepada mereka yang saat ini belum mendapat kesempatan untuk menjadi caleg, tetapi terus menunjukkan loyalitas dan dedikasi yang tinggi kepada Partai Golkar, termasuk dalam menjadi panitia pada acara di Bali ini, saya menghaturkan beribu terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya.

Barangkali di situlah terletak salah satu kekuatan partai kita. Dedikasi dan loyalitas, yang diiringi oleh semangat kebersamaan serta perasaan kekeluargaan yang tinggi. Semua itulah yang menjelaskan mengapa Partai Golkar mampu terus bertahan dalam gelombang zaman, bagaikan pohon beringin yang kokoh diterpa angin.

Oleh karena itu, saya mengajak semua elemen partai, baik yang telah mendapat kehormatan menjadi caleg, maupun yang kali ini belum mendapat giliran, untuk melangkah bersama, mengangkat nama besar partai, serta mempersembahkan semuanya demi Tanah Air Indonesia tercinta.

Khusus kepada para caleg kita, saya ingin berpesan agar dalam masa kampanye nanti, esensi ke-Golkar-an tetap dijaga.

Kita semua mengerti bahwa kampanye nanti akan penuh dengan janji dan kembang kata-kata. Namun saya yakin bahwa caleg dari Partai Golkar bukanlah caleg yang suka mengumbar janji kosong. Caleg-caleg kita akan merebut kemenangan dengan komitmen yang jelas, dengan kesungguhan untuk memberikan hasil nyata pada kemajuan daerah masing-masing.

Selain itu, kepada semua caleg, saya juga ingin berpesan agar terus menjaga kebersamaan dan persahabatan. Saya paham bahwa dalam sistem pemilu kita, terkadang persaingan intra-partai lebih seru daripada kompetisi antar-partai. Namun saya ingin terus mengingatkan agar kita semua menjunjung kepentingan yang lebih besar, menjaga kehormatan partai, serta mengedepankan persahabatan di antara kita.

Karena itu, sekarang saya ingin bertanya langsung kepada saudara-saudara semua: Apakah kita siap bekerja keras? Apakah kita siap bekerja sama? Apakah kita siap untuk merebut kemenangan?

Dengan semakin mendekatnya Pemilu 2014, kita semua dituntut untuk semakin meneguhkan hati dan menetapkan langkah yang pasti.

Kompetisi dan kampanye selalu memiliki ritme dan iramanya sendiri, yang terkadang tidak sepenuhnya dapat dikontrol oleh orang per orang. Karena itu, dengan besar hati perlu saya kabarkan kepada saudara-saudara semua bahwa alhamdullillah, dengan semua tantangan, gejolak, serta persaingan antar-partai menjelang Pemilu 2014, Partai Golkar tetap solid dan mantap dalam posisi memimpin di tiga besar partai papan atas.

Tentu saja selalu ada dinamika, pasang surut dan hentakan-hentakan yang tak terduga. Kita lihat data-data terakhir bahwa Partai Demokrat rupanya sudah mulai melewati hari-harinya yang terburuk dan saat ini sedang berusaha bangkit dari keterpurukan.

Demikian pula, kita juga tahu bahwa PDIP di beberapa wilayah kelihatannya sedang mendapat angin dan mengalami peningkatan yang cukup berarti.

Tanpa mengurangi rasa hormat kita kepada sahabat-sahabat partai lainnya, semua dinamika dan tantangan tersebut, bagi Partai Golkar, justru disambut dengan tangan terbuka, kita maknakan sebagai dorongan bagi kita untuk semakin bekerja keras dalam merebut kepercayaan rakyat.

Bagi Partai Golkar, kemenangan yang paling manis adalah kemenangan yang dicapai lewat keringat dan kerja keras. Bagi kita, kemenangan yang paling penuh makna adalah kemenangan yang diraih lewat persaingan yang ketat dan mendebarkan.

Karena itu, saya yakin semua kader dan caleg Partai Golkar akan memberikan yang terbaik, memperlihatkan our finest hours, kualitas kita yang sebenar-benarnya sebagai partai yang paling berpengalaman, sebagai partai yang paling piawai dalam taktik dan strategi politik, serta sebagai partai yang paling mampu mengangkat kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia.

Sekarang, saya mau bertanya sekali lagi kepada saudara-saudara semua: Betul kita akan bekerja sepenuh hati? Betul kita akan bekerja keras memajukan rakyat? Apakah saudara-saudara yakin kita akan menang?

Adapun mengenai Pemilu Presiden, perlu saya kabarkan juga bahwa terjadi beberapa perkembangan yang sangat menarik, termasuk munculnya satu per satu tokoh yang potensial menjadi kandidat presiden dalam pemilu tahun depan.

Saya dan seluruh elemen Partai Golkar tentu turut menyambut semua itu dengan tangan terbuka. Bahkan terus terang, saya merasa senang sebab saya tahu bahwa, seperti dalam permainan tenis atau sepakbola, bertambah lagi lawan tanding yang mumpuni, sehingga dijamin bahwa permainan dan pertandingan 2014 kelak akan seru, ketat, dan menarik, sehingga penonton pasti akan puas dan bertepuk tangan.

Saya berjanji untuk memberikan yang terbaik, meyakinkan seluruh rakyat bahwa Indonesia harus bergerak bersama, mencapai cita-cita kita bersama menjadi bangsa yang maju, damai, dan sejahtera.

Untuk itu semua, saya telah melakukan berbagai langkah. Memang dibutuhkan waktu dan proses, namun alhamdullillah, dengan besar hati saya laporkan bahwa hasilnya sudah mulai terasa.

Ia memang masih menunggu waktu untuk menjadi arus besar, namun dari survei yang ada, posisi Capres Partai Golkar secara konsisten berada dalam kelompok tiga besar capres papan atas. Bahkan di beberapa daerah strategis hasilnya sudah positif melampaui dugaan saya selama ini.

Dalam soal pemilu, ada sebuah ungkapan: don’t peak too early, too far from the election. Hati-hati jika mencapai puncak terlalu cepat, terlalu mudah, sementara pemilu masih cukup jauh.

Semua capres yang akan berlaga nantinya adalah putra dan putri terbaik Indonesia. Kita mendorong semua agar memberikan yang terbaik, berupaya menyapa dan merangkul rakyat dengan simpatik dan terhormat.

Jika ada di antara tokoh-tokoh terhormat ini yang sekarang dianggap sedang mencapai puncak, atau sekarang sedang mendapat angin, kita tentu memaknainya sebagai tantangan yang memacu kita untuk bekerja lebih giat lagi.

Kita upayakan agar momentum dan puncak pencapaian kandidat capres Partai Golkar justru terjadi pada saat yang tepat, dalam proses yang terukur, sehingga insya Allah kemenangan pada Pilpres akan kita raih dengan tuntas dan paripurna. Insya Allah.

Untuk itu semua, dari hati yang terdalam, saya memohon doa dan restu saudara-saudara semua, dan selain itu, tiada hentinya saya menyapa serta memohon doa dan restu dari seluruh rakyat Indonesia.

Langkah yang saya tempuh bukanlah untuk mengejar ambisi pribadi, tetapi sebuah upaya untuk memberikan kontribusi, betapa pun kecilnya, kepada kerja besar dalam memajukan kesejahteraan seluruh bangsa Indonesia.

Insya Allah, jika dipercaya oleh rakyat dan diizinkan oleh Allah SWT, tugas saya yang terpenting adalah memimpin serta memastikan bahwa dalam satu generasi, Indonesia akan naik kelas menjadi sebuah negeri yang maju.

Kita harus memastikan bahwa anak dan cucu kita, serta generasi selanjutnya, akan menjadi warga dari sebuah negara maju: Republik Indonesia yang dihormati oleh semua bangsa – dihormati karena prestasinya, dihormati karena kemajuan dan kekuatannya.

Saat itulah, saya dapat membayangkan bahwa semua anak bangsa kita dari Sabang sampai Merauke akan dengan bangga, serta dengan kepala tegak, berkata bahwa I am proud to be an Indonesian, saya bangga menjadi bangsa Indonesia.

Satu generasi. Sebelum Indonesia berusia seabad. Sebelum Perayaan Proklamasi 17 Agustus 2045 — Mungkin saya, dan sebagian dari kita yang ada di ruangan ini, tidak akan ada lagi untuk melihat hari yang berbahagia dan membanggakan itu.

Tetapi adalah tugas saya, serta tugas kita semua, untuk memastikan, bahwa perayaan seabad proklamasi adalah sebuah perayaan penuh syukur dan kebanggaan dari sebuah bangsa yang berhasil mengukir pencapaian dan prestasi yang besar.

Kita siapkan fondasi, serta kita wariskan Indonesia yang siap untuk menyongsong datangnya kejayaan tersebut, sehingga generasi berikutnya kelak akan mengenang kita dengan penuh syukur dan rasa terima kasih yang dalam.

Dengan semua itulah maka berbagai langkah yang kita lakukan untuk memenangkan Pemilu 2014 menjadi penuh makna. Kita berjuang bukan hanya untuk kemenangan kita, tetapi untuk masa depan, untuk generasi muda, serta untuk kemenangan seluruh bangsa Indonesia.

Akhirnya, sekali lagi saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak, serta kepada teman-teman panitia penyelenggara acara ini, yang telah menunjukkan dedikasi yang tinggi kepada partai kita tercinta.

Sebagai pengantar kepulangan saudara-saudara semua ke daerah masing-masing, perkenankanlah saya membekali dengan oleh-oleh, yaitu tiga bait pantun:

Pulanglah kader pulanglah sahabat

Bangun daerah majukan rakyat

Doa beta mengiring di jalan

Teriring salam selamat jalan

Terkenang gadis di Pulau Dewata

Senyumnya manis melambai di pantai

Bulat sudah tekad di dada

Menangkan ARB majukan partai

Dengan Golkar kita berkarya

Upaya bersama tujuan mulia

Mari sahabat melangkah maju

Jaya negeriku jaya bangsaku

Demikianlah sambutan singkat ini. Maju terus Partai Golkar. Maju terus Indonesia tercinta.

Anak Muda dan Masa Depan Industri Kreatif Kita

Dulu, jika ditanya apa usaha yang prospeknya bagus ke depan, saya selalu mengatakan ada tiga hal, yaitu: FEW: Food (pangan), Energy (energi), dan Water (air). Ini adalah usaha yang juga akan selalu dibutuhkan dan tak lekang oleh zaman. Belakangan, saya menambahkan satu lagi selain FEW, yaitu industri kreatif.

Mengapa saya menambahkan industri kreatif selain FEW, sebagai usaha yang prospeknya cerah di masa depan? Karena perkembangan zaman menunjukkan hal itu. Lihat saja beberapa perusahaan yang berbasis industri kreatif bisa berkembang pesat, bahkan banyak milyarder-milyarder baru yang muncul dari industri yang mengandalkan kekuatan ide dan kreatifitas ini.

Terkait hal ini, pekan lalu saya menghadiri dua acara yang sangat dekat dengan industri kreatif ini. Pertemuan pertama di Surabaya. Di sana saya bertemu dan berdiskusi dengan dengan anak-anak muda yang tergabung dalam berbagai komunitas kreatif. Mereka antara lain: Komunitas Sapu Angin, kelompok mahasiswa inovator mobil super irit bahan bakar dan ramah lingkungan. Ada juga Komunitas Pusat Studi Android, sekumpulan anak muda pengembang aplikasi-aplikasi berbasis sistem operasi Android. Lalu, ada juga Komunitas Robotika, kelompok kalangan muda pembuat robot-robot unik, yang salah satu karyanya adalah robot pecatur.

Saya kagum dengan prestasi dan karya mereka. Komunitas Sapu Angin, misalnya, punya Sapu Angin 2, sebuah mobil prototipe irit bahan bakar itu mampu menempuh 238 kilometer hanya dengan satu liter bensin. Mobil itu bahkan memenangi Shell Eco-Marathon (SEM) Asia pada tahun 2010. Mobil itu akan diuji hemat dalam ajang SEM Asia 2013 di Sirkuit Sepang, Malaysia, 4-7 Juli 2013. Sementara Komunitas Pusat Studi Android, telah membuat banyak aplikasi untuk smartphone berbasis Android. Mereka bahkan turut memprakarsai pembentukan Google Technology User Group (GTUG) di Indonesia. GTUG adalah Komunitas terbuka tingkat dunia untuk para programmer atau peminat teknologi Google untuk berbagi pengetahuan.

Komunitas Robotika pun tak kalah hebat. Mereka membikin robot pecatur alias robot yang mampu bermain catur dengan manusia sebagai lawannya. Robot hasil penggabungan teknologi wireless, bluetooth, webcam, peranti lunak dan robotika itu pernah dilombakan di STTS Wonderland Surabaya. Disediakan hadiah Rp2,5 juta bagi yang mampu mengalahkan robot itu. Hasilnya, belum ada yang berhasil membawa pulang uang tersebut. Saya pun sempat menjajal bermain catur dengan si robot. Hasilnya, baru dua langkah, saya sudah di-skak mat oleh si robot.

Pertemuan kedua adalah dengan para blogger dan komunitas online di Yogyakarta. Dalam acara yang bertajuk #ayorembukbareng datang berbagai komunitas blogger seperti Obrolan Media Jogja, Komunitas Blogger Jogja, dan lain sebagainya. Di sana, saya berdialog tentang apa saja dengan mereka. Mulai soal politik sampai kewirausahaan.

Tak kalah dengan yang di Surabaya, anak-anak Yogya ini juga kreatif dan berprestasi. Mereka ternyata banyak juga yang sukses mengembangkan usaha melalui blog dan fasilitas online lainnya.

Ada kesamaan dari dua kelompok atau komunitas yang saya temui di dua kota yang berbeda itu. Pertama, keduanya sama-sama komunitas anak muda, kedua, mereka sama-sama gabungan orang dengan kreatifitas yang luar biasa.

Karena itu kepada mereka saya berpesan agar mengembangkan potensi yang mereka miliki. Mereka bisa mengembangkan ide kreatif mereka menjadi industri kreatif yang bisa mengangkat perekonomian dan martabat bangsa ini. Misalnya seperti industri software India yang diekspor kemana-mana, atau seperti Korea dan Amerika dengan Samsung dan Applenya, dan lain sebagainya.

Pesan saya kepada mereka sama; tidak boleh ada alasan untuk merasa minder menjadi bangsa Indonesia. Kapasitas dan prestasi generasi muda Indonesia sejajar dengan kalangan muda bangsa lain di dunia ini.

Karena itu, kemampuan mereka jangan hanya untuk main-main saja. Bagaimana kita kembangkan itu menjadi industri kreatif yang bisa menghidupi mereka, keluarga, dan ikut berkontribusi dalam pembangunan bangsa, dan membuka banyak lapangan kerja. Apalagi seperti saya bilang di awal, industri kreatif ini peluangnya sangat bagus ke depan.

Kepada mereka saya juga memberikan tips berwirausaha atau cara membangun usaha. Yang penting adalah ide. Saya kira ide ini mereka punya. Tinggal bagaimana mereka mengajak orang yang memiliki uang atau modal untuk bekerjasama. Jika idenya bagus maka pasti akan banyak orang yang mau kerjasama.

Dukungan pemerintah juga penting, meski ujung tombaknya adalah swasta atau masyarakat. Pemerintah perlu membikin kebijakan yang dapat menjamin keberlangsungan industri kreatif ini. Misalnya saja, diberikan semacam insentif pajak untuk industri kreatif yang dapat memacu pertumbuhannya.

Jika model itu dikembangkan dengan masif, saya membayangkan industri kreatif di Indonesia bisa seperti industri peranti lunak (software) di India, atau hardware di Korea dan Amerika. Apple, dibangun dengan ide dan pernah mengalahkan kekayaan perusahaan raksasa seperti Exxon Mobil. Anak-anak muda kreatif di Silicon Valley banyak memunculkan perusahaan baru yang mengalahkan perusahaan raksasa dengan kreatifitas dan inovasinya. Saya yakin industry kreatif anak muda kita juga bisa seperti itu jika diarahkan dengan baik.

Saya yakin anak muda Indonesia mampu. Kemampuan dan kreativitas anak-anak muda Indonesia tak diragukan lagi. Saya yakin masa depan industri kreatif kita cerah di tangan mereka. Ini sesuatu yang penting. Karena ini menjadi modal utama bagi bangsa ini untuk lebih maju lagi dan bersaing dengan bangsa-bangsa lain di dunia.

Kisah Telur Colombus

Alkisah suatu malam, Christopher Colombus diundang ke sebuah acara jamuan makan malam. Di acara itu, dia akan mendapat penghargaan dari Kerajaan Spanyol karena telah menemukan “dunia baru” yaitu Benua Amerika. Meskipun di acara itu Colombus akan mendapat penghargaan, rupanya banyak orang di sana yang meremehkan dan mlecehkan penemuan “dunia baru” oleh Colombus tersebut.

Banyak yang mencibir bahwa penemuan Colombus itu tidak sengaja. Karena memang Colombus menemukan Benua Amerika secara tidak sengaja, karena dia sebenernya mencari jalur menuju Benua Asia. Maka orang-orang pun mencemooh bahwa siapapun bisa melakukan apa yang dilakukan Colombus itu.

Menghadapi cibiran tersebut, Colombus kemudian memberikan tantangan pada semua hadirin. Dia menantang semua yang hadir untuk mendirikan telur rebus di meja. Bentuk telur yang permukaannya bulat/elips tentu membuat orang-orang yang mencoba mendirikan selalu gagal. Maka mereka pun menyerah dan mengembalikan tantangan pada Colombus.

Akhirnya dengan santai Colombus mengambil telur tersebut dan memecahkan atau meratakan sedikit bagian bawah telur itu sehingga rata dan bisa didirikan. Kontan para hadirin pun protes pada Colombus dan berkata: “Kalau caranya begitu, saya juga bisa!”.

Lalu Colombus pun menanggapi balik dan berkata kepada mereka: “Kalau memang bisa, kenapa tidak kalian lakukan tadi?”.

Colombus kemudian mengibaratkan tantangan mendirikan telur tersebut dengan tantangan yang dihadapinya dalam menemukan “dunia baru”. Menurutnya, banyak orang merasa bisa melakukan hal tersebut, setelah dia menunjukkan caranya.

“Setiap orang memang dapat melakukannya, setelah orang itu ditunjukkan bagaimana caranya,” ujar Colombus.

Kisah Colombus ini kemudian menjadi terkenal dan melegenda. Kisah ini menjadi salah satu kisah inspiratif yang banyak diceritakan di mana-mana. Ditulis dalam banyak buku, bahkan ada yang membuat monumen telur Colombus di Spanyol sana.

Saya termasuk orang yang suka dengan kisah telur Colombus tersebut. Setiap selesai memberikan ceramah motivasi di sekolah-sekolah, atau kuliah umum di kampus-kampus, saya selalu menyinggung kisah ini. Seperti hari Jumat, 17 Mei, lalu saat saya memberikan kuliah umum di Universitas Diponegoro (Undip) dan Universitas Negeri Semarang (Unnes).

Kepada para mahasiswa saya menceritakan bagaimana pengalaman saya memulai bisnis dari bawah. Dari jualan layang-layang, kaos, meja gambar, sampai mencoba jadi kontraktor (baca di sini). Saya juga menceritakan bagaimana saya membuktikan bahwa usaha itu bisa dimulai dengan uang nol di kantong (baca di sini). Tak ketinggalan mengenai pengalaman kegagalan saya dan bagaimana saya menghadapinya sehingga bisa bangkit kembali (baca di sini). Juga kisah atau pengalaman saya lainnya yang bisa anda baca di blog saya ini.

Mengapa saya mau berbagi pengalaman saya, terutama dengan para anak-anak muda itu? Karena saya ingin seperti Colombus di kisah telur Colombus. Saya ingin mengajarkan bahwa mereka juga bisa seperti saya. Mereka, anak-anak muda ini juga bisa sukses, bahkan lebih sukses dari saya. Hanya saja mereka belum tahu caranya. Karena itu, seperti Colombus, saya menunjukkan caranya pada mereka.

Saya ingin menunjukkan kepada mereka bahwa menjadi wirausahawan sukses itu bukan sesuatu yang mustahil. Memang jika tidak tahu caranya, akan terlihat susah bahkan mustahil. Seperti halnya ilmu sulap. Kita awalnya pasti merasa hal yang dilakukan pesulap itu mustahil dilakukan orang lain. Namun kalau kita diberi tahu atau dibukakan caranya, maka kita pasti akan berkata: “o kalo begitu saya juga bisa”.

Itulah inti ilmu telur Colombus. Makanya banyak buku rahasia sulap, rahasia sukses dan sebagainya sering diberi judul “Telur Colombus”. Ini karena setelah anda membaca buku tersebut anda akan tahu dan bisa melakukan hal yang sebelumnya tidak bisa anda lakukan.

Karena itu, setiap roadshow atau safari saya ke daerah-darah, saya selalu menjadwalkan untuk memberikan ceramah atau kuliah umum. Itu juga alasan mengapa saya membuat blog dan menulis pengalaman saya di sini. Agar makin banyak orang yang “tahu caranya”.

Saya juga berpesan, agar tidak hanya belajar dari saya. Banyak orang sukses di Indonesia ini. Jika mau belajar jadi pengusaha sukses, silahkan pelajari kisah-kisah sukses pengusaha lainnya juga. Kalau mau jadi politisi yang sukses, belajar dari kisah politisi yang sukses. Kalau mau pengacara, dokter, dan lain sebagainya juga demikian. Agar kita “tahu caranya” seperti di kisah telur Colombus.

Saya yakin, jika semakin banyak orang jadi pengusaha, maka negara ini akan makin maju. Lapangan kerja juga akan semakin banyak. Saya senang, kini banyak anak-anak muda yang mau jadi pengusaha. Padahal dulu, sedikit sekali yang bercita-cita jadi pengusaha. Kebanyakan mau jadi PNS. Citra pengusaha juga kurang baik dulu.

Tapi sekarang beda, ketika saya datang ke sekolah atau kampus dan tanyakan siapa yang mau jadi pengusaha, mayoritas mengangkat tangan. Ini artinya banyak yang tertarik jadi pengusaha. Namun banyak di antara mereka yang tidak yakin bisa sukses jadi pengusaha.

Banyak yang takut gagal. Padahal, kegagalan ini adalah bagian dari keberhasilan. Setiap orang sukses selalu memiliki episode kegagalan dalam kehidupannya. Kalo kita baca kisahnya, Colombus sendiri juga sering gagal. Perjalanannya panjang dan melelahkan. Bahkan awak kapalnya sering merasa takut dan ingin kembali saja. Tetapi Colombus tetap bersikeras dan terus bertekat menyelesaikan misinya. Karena dia punya mimpi menemukan “dunia baru”. Sampai kemudian dia berhasil menemukan Amerika dan namanya dikenang sepanjang sejarah.

Hal seperti itulah yang juga harus kita lakukan. Kita harus berani bermimpi, bermimpi untuk mencapai kesuksesan. Kalo bermimpi saja tidak berani, bagaimana mau sukses. Setelah bermimpi tentu harus berpikir bagaimana cara mewujudkannya. Setelah itu tentu saja harus bertindak atau berbuat untuk mewujudkannya. Jadi seperti yang sering saya katakan, kita harus: Berani bermimpi, berani berpikir, dan berani bertindak.

Ketidak yakinan, pesimisme, memang biasa menghinggapi mereka yang mau melangkah. Kepada mereka yang tidak yakin ini saya selalu mengatakan bahwa; semua bisa. Saya memberi contoh ayah saya yang cuma lulusan SR atau SD saja bisa, masak yang lulusan SMK apalagi sarjana tidak bisa, pasti juga bisa. Optimis saja, karena orang yang optimis itu sudah separuh berhasil. Sebaliknya orang yang pesimis, sudah separuh gagal.

Saya selalu meyakinkan anak-anak muda ini bahwa mereka semua bisa. Mereka bisa lebih sukses dari saya. Apalagi anak-anak sekarang jauh lebih pintar dari zaman saya kecil dulu. Hanya saja, seperti kisah telur Colombus, mereka ini belum tahu caranya. Karena itu melalui ceramah, kuliah umum, dan tulisan di blog saya ini saya akan memberi tahu caranya. Harapan saya, setiap saya selesai berbagi pengalaman, mereka akan bilang: “Kalau caranya seperti itu Pak, saya juga bisa.”